¨*•♫♥ Layar Kehidupan!

Jika kita menyimak baik baik dalam sebuah film yang di suguhkan, ada sebuah pesan atau makna berharga yang ingin disampaikan sang sutradara, tidak semua bisa memahaminya, penonton yang tidak konsentrasi tidak akan menangkap kesan itu yang mereka dapatkan mungkin hanya tawa tawa sesaat yang akan lupa sesaat setelah film itu selesai.

Tentunya sutradara yang hebat, biasanya sengaja menyembunyikan kesan itu agar penonton anthusiasm menikmati film yang disuguhkan hingga selesai.

¨*•♫♥ Sahabat pena..
Hidup ini pun demikian, setiap pagi kita dibangunkan untuk hidup di panggung sandiwara dunia ini.
Kita mendapatkan fasilitas serba gratis yang diberikan Allah sebagai Sutradara Alam semesta, Dia membagi bagikan “peranan” semua Aktor dan Aktrisnya dengan perencanaan yang sangat sempurna dan tidak pernah merugikan pemeran pemerannya.

Ada yang duduk sebagai raja, pengemis, konglomerat hebat, rakyat biasa dan lain lain.
Semua ada maknanya, semua saling membutuhkan. Sang Sutradara yang Maha Adil juga telah memberikan beberapa tantangan didalam semua peranan yang diperankan mahluk Nya dalam menjalani perannya di Dunia yang fatamorgana ini.

Sang Sutradara Alam semesta yang Maha bijak, tidak hanya memberikan Skenario kepada peran peran penting saja, Dia telah memberikan keseluruhan skenario itu kepada seluruh pemeran, semua bisa mempelajarinya.

Sang Sutrada, ingin semua berjalan sesuai skenario yang benar, membenarkan dan diakui kebenarannya; yaitu Al Qur’an. Atas kekuasaan Nya, Dia mmberikan seorang Rasul untuk menerjemahkan skenario itu agar mudah dipahami; yaitu Al Hadits yang menjelaskan Al Qur’an.

Sehingga semua pemeran itu akan bahagia di panggungnya dan sukses meraih nobel; Syurga.

Sang sutradara tidak menilai kredibilitas Aktor dan Aktrisnya dari peran yang ia bawa, tapi sejauh mana mereka mengikuti skenario yang Dia wahyukan..

Sejauh mana mereka bisa menikmati dan mensyukuri perannya,.
Sejauh mana mereka bersungguh sungguh dalam peran yang Tuhan percayakan kepada mereka.
Mereka yang sadar sepenuhnya percaya bahwa peranan yang ia bawakan itu adalah yang telah Sutradara pilihkan untuknya, tentu ia akan bersungguh sungguh dan bahagia dengan hidupnya.

Rasa percaya itu tidak lain adalah Iman.

Ingatlah, bahwasannya Hidup adalah kehidupan untuk hidup yang maha hidup.
Salah satu penyebab sulitnya kebahagiaan untuk dicapai adalah kesalahan tolak ukur yang tercipta dalam fikiran.

Jika parameter itu benar, sesungguhnya ada garansi kebahagiaan bagi mereka yang beriman, tidak ada tawar menawar didalamnya dan kesungguhan adalah rahasianya

Kembali ke layar kehidupan,
Harus kita akui, ternyata tidak semua dari kita memahami nilai berharga yang dia terima dalam peranan hidupnya, sehingga sering mengeluh dan kecewa saat dia memperoleh satu peran yang tidak pernah ia kira sebelumnya atau tidak sesuai rencananya.

Padahal Aktor atau Aktris yang baik dan sukses adalah mereka yang Patuh terhadap sutradara dan Skenario.

Pahamilah, bahwa kewajiban yang diberikan sutradara Adalah bukan paksaan tapi p.e.n.g.k.o.n.d.i.s.i.a.n agar semua Aktor bahagia, sukses di panggung dunia untuk kemudian menikmatinya di Akhirat

Pada kenyataannya; banyak Aktor dan Aktris yang tidak mengikuti jalur jalur skenario, padahal dia tahu panggung itu akan dirubuhkan. Mereka sibuk bercanda tertawa tawa, padahal Assisten Assisten sutradara dan Crew yang berupa Malaikat Malaikat terus memonitor dan mencatat semuanya.

Bahkan dari mereka ada yang bodoh;
Mereka tidak percaya sama sang sutradara, mata hati mereka buta.

Sebagian mereka ada yang pemalas, tidak mau memahami apalagi menghafal skenario, hingga hidupnya tidak bahagia dan tidak tentu arah.

¨*•♫♥ Genggamlah dunia, dengan Pemahaman Iman dan Ilmu. Lalu campakanlah segera sebelum ia mencampakanmu, membenamkan tubuhmu dan mengikat kedua kakimu serta membutakan matamu bahwasannya Panggung Sandiwara Dunia ini akan dirobohkan dalam sebuah suasana dahsyat yang berupa kiamat atau kematian jiwa.

¨*•♫♥ Nobel syurga ada dalam Keridhaan Allah semata sebagai sutradara dan pencipta Alam semesta, dan Hari Akhirat.
¨*•♫♥ Ingatlah, bahwa sutradara bisa berteriak “Cut!” Kapan saja, yang akan menandai berakhirnya peranannmu di dunia fatamorgana Ini.

¨*•♫♥ Allah telah meletakan keduanya didepan agar kmu melihat kedepan, bukan kebelakang.
Melihat kebelakang itu artinya terlalu memikirkan masalalu, berhentilah menyesal dan maafkan masalalumu, seluruhnya, relakan ia jadi kenangan dan jadi files berharga di arsif masalalumu, untukmu. jika bisa, catatlah sebagai pembelajaran untuk saudaramu.

♫•*¨Gunakan matamu yang indah, untuk melihat kedepan ♫•*¨.
Orang cerdas tidak hanya melihat kedepan dengan segala keindahannya. Orang cerdas mampu melihat masa depan dengan segala rintangannya termasuk satu titik yang pasti dilalui, yaitu sebuah jembatan yang akan menghubungkannya dengan kehidupan yang Abadi; akhirat.

Iyah, jembatan kematian.

♫•*¨Masa depan yang sesungguhnya itu akhirat ♫•*¨
Management kehidupan yang baik akan membantu mengoptimalkan persiapan management kematianmu. Tapi meski demikian, urgensi management kematian lebih penting karena kita benar benar tidak tahu kapan kita akan menghadap Allah.

♫•*¨Peluru kematian telah dilepas dan sedang menujumu, kearahmu.. peluru kematian sudah dilepas dengan taqdir Allah yang maha benar, dan sedang menujumu..

Jangan bertanya kapan? karena aku tidak tahu, dan tak ada seorangpun yang tahu. Yang pasti dia, sedang melesat dan akan mencapai mu di sebuah tempat dan waktu yang telah ditentukan oleh perencanaan Allah yang tidak pernah meleset.

♫•*¨Ingat peluru itu sedang menuju kearah kita
Berhentilah menyesal dan maafkan masalalumu, sungguh kita tidak punya banyak waktu untuk memikirkan masalalu,
Hidup ini sangat singkat, optimalkanlah profesionalisme dalam beramal..

Agar persinggahan kita di bumi ini akan kita kenang di akhirat kelak, tak apa banyak duri duri yang menggigiti langkah kakimu telanjangmu..karena keseluruhannya dunia ini, ujian ujian.

♫•*¨Gelombang ujian itu tidak akan berhenti menerpa..
Kita tidak berhak melawannya, Tetap tenang dalam gelombang, jangan biarkan gelombang membawamu ketempat yang tidak kamu ingini. Berdirilah, siapkan secangkir ketenangan dan berselancarlah disetiap gelombang yang menemuimu. lalu lihat keindahannya..

“Because Islam is Art, the Perpect and only way to Paradise”
Nuruddin Al-Indunissy
Riyadh 2011