Adikku, saat logika tidak mampu lagi menerima tetaplah dalam keyakinan bahwasannya sayap sayap pertolongan Allah tetap disana bersamamu, menaungimu, meneduhkan resah, menundukan segala prasangka, membuka tabir-tabir. Jangan pernah risau, karena tunas tunas masalah yang menaburi lembah dihatimu itu adalah sebuah nuansa yang beriringan, ia tak akan menyentuhmu tanpa sebuah jawaban. Ujian adalah bagian dari rahasia kehidupan, dan bukan ujian namanya jika kita telah tahu cara penyelesaiannya.

Jangan biarkan dirimu terhanyut, bersiap siagalah karena diantara diamnya sungai kehidupan terdapat lukisan lukisan air terjun yang akan melemparkanmu kebebatuan. Jangan terus berdiam karena air akan terus menghayutkanmu, mengantarmu kepada lautan yang tidak kamu kenali.

Berhentilah menduga duga..
Saat logika tidak mampu menerima, maka merendahlah, lembutkan hatimu dan redam kegelisahannya dengan Shalat. Temui RABBmu disana, lalu katakanlah, ungkapkanlah, curahkanlah titik titik bening disudut matamu. Ungkapkan semua kepada RABBmu disana, diantara fajar fajar yang sering terlupakan..

Berdiamlah hingga fajar berakhir..
Lalu bangkit dan keluarlah, perhatikan kembali pagi yang terseyum kepadamu dan tersenyumlah, perlihatkanlah seakan semua baik baik saja.

Jika semilir angin yang menyapa pagi seperti mengejekmu, maka bersabarlah..
Sesungguhnya Tuhanmu tidak begitu, DIA memiliki rencana yang sempurna untuk kesempurnaanmu. Maka sempurnakanlah kesabaranmu..

Jika sabar itu mudah, tentu semua orang bisa melakukannya..
Tetaplah dalam kesabaran, jika fikiranmu masih mengatakan sabar itu ada batasnya, artinya kamu belum sabar. Tetaplah dalam kesabaran, karena seperti itulah sabar..

Tetaplah dalam kesabaran, karena batas kesabaran itu adalah Syurga..

Tetaplah dalam kesadaran dan sadarilah, mungkin ketika dirimu mulai merasa pantas untuk marah,..
Disana iblis sedang bersiap siap merayakan kemenangannya, kenalilah bisikannya: “sabar itu ada batasnya, lampiaskanlah… lampiaskanlah…”

Ingatlah usia iblis itu lebih tua dari Adam Alahihissalam sekalipun, jadi waspadai kehalusannya, perhitungkan pengalamannya, ingatlah selalu misi panjangnya dalam menjerumuskan seluruh Manusia kedalam jurang Neraka. Na’udzubillah!

Dunia ini hanyalah persinggahan, selagi kita singgah nikmatilah seadanya..
Tapi jangan lupa tempat singgah yang indah ini akan kita tinggalkan untuk selama lamanya. Kesuluruhan hari kita di Dunia ini hanyalah persiapan persiapan menuju kota Akhirat yang pasti akan kita temui.

Adikku. Kita tidak memiliki tubuh ini.

Kita tidak memiliki mereka yang mencintai tubuh ini. Raga ini milik Allah, jiwa ini kepunyaan Allah, hati ini ciptaan Allah, merekapun milik Allah. Bahkan, Cinta itu juga milik Allah. Segera redakanlah gemuruh itu, palingkanlah hatimu dari Cemburu yang menipu..

Jika cinta tak bersambut, maka kembalikanlah kepada Dzat yang telah menciptakan dan menebarkan cinta cinta di bumi ini. Murnikan kembali cinta itu, karena disanalah Cintamu tidak akan pernah disia siakan! tidak akan pernah.

Jangan risau jika kamu benar, karena bumi ini milik Allah!
Kesedihanmu hari ini tidak akan mengurangi kesedihan yang akan terjadi dihari esokmu. Kebahagiaanmu hari ini tidak akan mengurangi kebahagiaan yang mungkin akan kamu temui besok. Jadi berbahagialah, agar kebahagiaanmu lebih lama.

Hati manusia itu sejatinya indah dan cendrung senang terhadap keindahan, karena Allah Azza wajala sendiri Maha Indah dan menyenangi keindahan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya fitrah hati manusia itu indah… tapi penyakit hati telah merusaknya hingga Dunia yang luas ini terasa sesak.

Jika embun tak lagi bening, jangan salahkan debu atau dedaunan yang setia menahan’nya.. Karena daun’pun tidak pernah menyalahkan angin ketika ia terlempar, belajarlah dari keikhlasannya merelakan pucuk pucuk segar yang mengintip di celah ranting menggantikannya…

Pahamilah, sungguh tidak ada kata yang lebih bijak dari pemahaman.
Sakit hati tidak lain hanyalah buah dari pemahaman yang salah, sakit hati hanyalah sebuah situasi dimana hatimu saat itu penuh dengan keduniaan. Pahamilah, karena didalam pemahaman terukir indah rangkaian kata maaf, empathy dan cinta bahkan Ikhlas!

Pahamilah Adikku, bahwa tiap gesekan yang memilukan itu adalah untuk mempertajam pisau mata hatimu, agar peka terhadap Dunia yang tak terduga ini, setiap butiran air mata yang terjatuh tidaklah diam ia telah menembus jarak dan waktu untuk mengadu, menemui Rabbnya disana.

Maka mintalah disana..
Adukan keluhanmu kepada Nya, kepada Nya saja.

Adikku, Kita tidak mungkin bisa menjadi sempurna tapi kita bisa terus mencobanya.
Kita tidak mungkin bisa memeluk Dunia yang luas ini dengan keseluruhan ilmu dan upaya yang kita upayakan tapi, tetap kita harus mencarinya. Karena itulah kehidupan..

Jika kamu mencari, kamu bakal menemukan
Jika kamu telah menemukan kamu akan penasaran,
Jika kamu penasaran kamu bakal bertanya,
Jika kamu bertanya kamu bakal tahu, setelah tahu kamu bakal ingin lebih tahu lagi.
Saat kamu merasa ingin lebih tahu lagi, disanalah kamu hidup.
Hidup untuk mepersiapkan kehidupan yang Maha Hidup..

Belajarlah karena keseluruhan hidup ini adalah pembelajaran…
Tebarkanlah senyum, karena kemungkinan terjelek dari senyum adalah saat senyumu tidak dibalas, selebihnya adalah manfaat dan kebaikan.

Tebarkanlah kebaikan kepada siapa saja, insya Allah kebaikan akan datang dari sudut sudut yang tidak kamu duga saat kamu butuh kebaikan dari orang lain. Kebaikan yang kita perbuat akan meringankan langkah kita, memperlebar sayap kita untuk terbang mengarungi dunia ini ..

Adikku, ketahuilah.
Jika gairah semangat yang mengalir dari hatimu melemah, maka seluruh tubuhmu akan lemah. Ketahuilah bahwa tubuhmu itu sesungguhnya kuat dengan segala kesempurnaannya, yang lemah adalah hatimu. Maka jagalah kobaran semangat di hati dan jiwamu, tetap melangkah, dan bangkitlah karena waktu akan meninggalkanmu sejauh lamanya waktu kamu terhenti disana.

Selama itu kamu memutuskan untuk bersedih, selama itu pula kamu akan bersedih..
Jangan tunggu hingga kenyataan lain menghentakmu!

Dunia ini sesaat sahaja,
Dan masa yang sesaat ini adalah persiapan untuk masa yang Abadi.
Jangan tukar kebahagiaan sesaatmu dengan tangisan Abadi di ahirat.

Takut pada kematian itu salah, takut hidup juga sangat salah.
Keduanya harus kita persiapkan, management kematian itu penting bahkan lebih penting dari managerial hidup. Karena kita tidak akan pernah tahu, kapan hidup kita akan berakhir.

Adiku, Prahara kekhawatiran itu ada, dan akan selalu ada.
Kita tidak bisa menolaknya, tugas kita adalah memahami dengan Iman, meredamnya dan menetralisirnya dengan ikhlas.

Sabar yang berkuaitas itu bukan pasrah setelah tidak ada pilihan, tapi berani bersabar dan tabah TEPAT saat musibah itu terjadi. Rasulullah Sholallahu Alaihi wassalam bersabda; “Sabar yang sebenarnya ialah sabar pada saat bermula (pertama kali) tertimpa musibah”. (HR. Bukhari)

Orang tegar adalah bukan orang yang tak pernah bersedih, karena semua dari kita terlahir dari masa lalu dengan segala ‘kenangan’nya. Orang tegar adalah sebuah pribadi yang mampu mengalihkan dan mengendalikan segala kesedihan dimasalalunya untuk kemudian ia ubah menjadi energi positif untuk membangun hari ini agar menjadi kenangan indah untuk masa depannya.

Ingatlah Adikku, hari ini pun akan menjadi masa lalu.
Ingatlah, bahwa hari ini adalah masa depan yang dulu kita ceritakan. Ingatlah lagi bahwa hari ini akan menjadi masa lalu yang nanti akan kita ceritakan. Maka jadikanlah hari ini indah, agar masa lalu dimasa depan kita nanti indah

Merasa sepi tak berarti memang sesekali terjadi dalam derap langkah kehidupan. Tidak usah menyalahkan siapapun, biarkan nyanyian itu mengalun sesaat mewarnai.. tapi jangan terlarut, karena ketika hatimu sepi disana bisikan bisikan kebosanan hidup akan berhembus.

Hangatkan hatimu dzikir..
Jangan biarkan dirimu tertipu dengan keindahan Dunia ini.
Jangan biarkan hatimu mengeras lagi setelh Allah lembutkan..
Jangan biarkan sayap kesombongan membawamu terus terbang hingga kamu terlupa bahwasammua sayap itupun pemberian dari Allah..

Adikku, Hidup ini tidak akan selamanya bersahabat.
Bersiaplah sebelum badai itu datang, bersiaplah sebelum prahara itu mengikat hati dan logikamu.

Bersiaplah, hari hari yang kita lewati tidak akan pernah mudah. Jika badai itu menemuimu, maka sambutlah, hadapilah, karena pertolongan Allah itu dekat. Guncangan itu semata untuk menguatkan pilar pilar imanmu..

Selagi badai itu belum terlihat, berbahagialah..
Mulailah harimu, pelihara hatimu, redam kegelisahannya dan larutkan marahmu dengan senyuman. Saat tersenyumlah kebahagian kecil terlahir dihatimu, dunia akan tersenyum kepadamu saat kamu tersenyum kepadanya.

Cinta itu seperti desiran angin,
Tak perlu tergesa, berlari lari untuk membuktikan keberadaannya.
Desiran itu cukup membuktikan kehadirannya.

Jangan tergesa.
Semua manusia yang berfikir, tepat saat ini dan seterusnya sedang berlari mengejar harapannya masing masing. Berlarilah… jangan berhenti, karena selama kamu berhenti selama itu kamu tertinggal,.

Airmata adalah bahasa kejujuran.
Cerminan hati yang lembut, yang mencintai keindahan. Biarkan ia menetas hingga resah itu hilang, jika resah itu masih bersemayam, maka biarkanlah ia mengadu kepada peraduan terindahnya. Allah. Allahlah tempat mengadu.

Jangan segan untuk merendahkan hati serendah rendahnya, semakin kita merendahkan hati kita, semakin Allah mengangkat derajat kita.

Rasulullah Shalallahualaihi wassalam bersabda;
“Barangsiapa rendah hati kepada saudaranya semuslim maka Allah akan mengangkat derajatnya, dan barangsiapa mengangkat diri terhadapnya maka Allah akan merendahkannya”. (HR. Ath-Thabrani)

Merendahlah,
Karena air hanya akan mengalir ke lembah yang rendah
Melembutlah,
Karena air hanya akan meresap kepada tanah yang lembut.

Hatimu adalah radar kendali
Ia akan menuntunmu kemanapun langkahmu terayun, dengarkanlah fatwanya.
Sesungguhnya tak ada yang lebih halus dari suara Hati di kala ia menegur tanpa suara. Tak ada yang lebih jujur dari Nurani, ketika ia menyadarkan kita tanpa kata-kata. Tak ada yang lebih tajam dari mata hati, ketika ia menghentak kita dari berbagai kesalahan dan kealpaan yang berulang ulang.

Maksimalkan professionalitas dalam beramal.
Awali dengan do’a disetiap permulaanya, jaga kadar keistiqamahan dijalanannya…

Taburi senyuman berkualitas disetiap persimpangannya ..
Tanamkan keikhlasan disetiap kegagalannya, dan berbaik sangkalah kepada Allah agar tak ada gelisah disetiap pengujungnya. Apapun itu.

Insya Allah,
Disana tunas tunas kebahagiaan akan bertebaran disetiap jalanan yang kalian lalui.

Hatimu adalah radar kendali,.
Ia adalah lentera yang akan menuntunmu kemanapun langkah itu terayun, dengarkanlah fatwanya.
Sesungguhnya tak ada yang lebih halus dari suara Hati di kala ia menegur tanpa suara. Tak ada yang lebih jujur dari Nurani, ketika ia menyadarkan kita tanpa kata-kata. Tak ada yang lebih tajam dari mata hati, ketika ia menghentak kita dari berbagai kesalahan dan kealpaan yang berulang ulang.

Nasihat ini dikumpulkan dari renungan renungan fajar October-November 2010
Created on January 18, 2011 at 2:24am
Revised on July 24, 2011 at 3:19am

===to be continued, insha Allah====
BERSAMBUNG KE¨•♫ TUNAS TUNAS KEBAHAGIAAN |2| ✿ܓ
Silahkan di shared untuk adik adik dan sahabat tercintanya..

Semoga dengan seizin Allah, rangkaian kata sederhana ini bisa menumbuhkan tunas tunas kebahagiaan dihati kita untuk senantiasa berbahagia dalam Al Islam kita.

SAHABATFILLAH,
Page ini Insya Allah akan disi tausiyah harian selama Ramadhan saja.. jika terkesan dan ingin tetap menyimak catatannya selepas Ramadhan nanti, ana undang secara resmi di page resmi ana dialamat berikut:

Ditunggu Silaturahimnya, di:
www.facebook.com/Nuruddin.Al.Indunissy.OfficialPage
===

Salam Penuh Kebahagiaan,
NURUDDIN AL INDUNISSY
RIYADH 2011