Sungguh tidak pernah ada kata kebetulan dalam kamus Iman, setiap orang yang datang dikehidupanmu sudah dalam perencanaan Allah ta’ala – keseluruhan hidup ini adalah rangkaian peristiwa peristiwa yang saling berkaitan – tegaklah, tetaplah berdiri seperti pilar pilar yang tetap kokoh meski istana harapan seperti runtuh, ingatlah bahwa Cinta dan Kebencian itu adalah tenaga spektakuler yang bisa kita arahkan… !!!

Adikku✿ܓ
Jika gerimis khawatir mulai bertaburan menuruni senja dihatimu, jika harapan itu seakan hilang dan semua seakan menyalahkanmu, maka perhatikanlah…

Perhatikanlah lagi bahwa semua ini bukanlah akhir dari Duniamu, jika dunia ini pun berakhir, maka kematianpun bukan akhir tapi awal dari kehidupan yang sebenarnya.

Dunia ini tidak akan selamanya ramah,

Dunia ini tidak selamanya menari dengan keinginan kita.

Teguhkanlah hatimu, dan tetap tabahlah. Jika pun keseluruhan Dunia ini adalah penderitaan, tetap Dunia ini akan berakhir. Sedangkan Neraka itu Abadi.

Jangan pernah menukar kesenangan sesaat di Dunia ini dengan tangisan abadi di Akhirat kelak.
Hidup yang sebentar ini memang bukan untuk main main, dan kita harus segera dewasa.

Kita memang terlahir dari masa lalu..
Tapi kita tetap hidup dihari ini dan untuk besok, jangan biarkan masa lalu itu mengganggumu dan menjerat langkah langkahmu. Lupakan hari yang udah terlewati, dan abaikan saja setiap getaran yang masih tersimpan.

Kita semua berdiri di hari ini, sebuah ‘situasi’ yang dulu kita sebut masa depan..
Allah telah meletakan kedua mata kita di depan, agar kita melihat kedepan, karena melihat kedepan lebih penting dari pada melihat kebelakang.

Lukislah hari ini seindah mungkin,
Karena jejak kita hari ini akan menjadi masalalu yang nanti akan kita kenang. Ciptakan kenangan yang indah untuk masa depan kita kelak, di Akhirat.

Berfikirlah sebelum melangkah, karena jika kita pergi kesuatu tempat yang tidak kita ketahui, maka pasti kita akan berhenti ‘disuatu tempat’ yang tidak kita ketahui juga. . lebih baik berfikir dua, tiga kali sebelum melangkah daripada dua, tiga kali menempuh jarak yang sama..

Jalanan ini indah adikku..
Hidup ini sulit dan Islam telah memudahkan dengan kesempurnaannya, temukan kebahagiaan didalam Islam-mu, temukan kebahagiaan dalam Dirimu. karena jika kamu mencari kebahagiaan diluar dirimu, maka kamu akan menemukan kebahagiaan itu selalu milik orang lain..

Jangan lelah, jangan patah..
Lihatlah air yang tak pernah berkata lelah menelusuri lembah dan bebatuan, diam selamanya diam, tetap diam meski panas dan mendidih hingga dingin dan membeku..

Lihatlah air yang tak pernah membantah saat diperintah.
Meski dicaci, meski dibenci…meski kotor, di rawa atau dikota..
Ia tetap sejuk dan berusaha menjadi bening, menetapi fitrahnya mengalir merendah meski tersiksa di bebatuan atau dihempas hempas menjadi badai. Tetap semangat menuju pantai, tetap sabar.. meski pantai kadang diam dan mengusirnya kelautan. Tetaplah lembut seperti air yang tak sesiapapun bisa meniru warnanya, yang tetap berjalan bersamaan diseluruh waktu. beriak riak melukis symphony…

Tersenyumlah, lagi jangan patah..
Ketika tunas tunas daun tumbuh, akarpun diam diam tumbuh dibawah tanah,.
Begitupun tunas tunas kebahagiaan yang akan selalu tumbuh bersama akar akar masalah yang menyertainya sebagai sebuah sequence yang harus kita hadapi.

Hadapilah.. Jangan patah!
Hidup ini tidak mudah, tapi jangan mempersulitnya dengan mengatakan hari ini sulit.
Hadapilah, inilah Hidup.

Jangan mengatakan Ikhlas itu sulit.
Karena kata itulah yang akan menyulitkan hatimu, menyulitkan fikiranmu dan membuat hidupmu benar benar sulit. Ikhlas harus terus dilatih dan disirami, karena dia adalah buahnya Iman. Pohon iman tidak akan pernah tumbuh jika kita enggan menyiraminya di pagi atau sore hari kita..

Adikku✿ܓ
Setiap ujian itu pasti sulit,
Dan bukan ujian namanya jika kita sudah tahu cara penyelesaiannya.
Senantiasa ingat bahwa Allah akan melihat proses dalam usaha yang kita pilih untuk menyelesaikannya, bukan hasil atau sebuah kata lulus tidaknya.. karena sangat mudah bagi Allah untuk memberi sebuah ‘hasil tersebut’ tanpa usaha tangan manusia sekalipun.

Berbaik sangka itu baik untuk hatimu,
Baik untuk fikiranmu, baik untuk hidupmu dan baik untuk masa depan Akhiratmu.
Manjakan hatimu dengan baik sangka, karena itu lebih baik dan dianjurkan syariat ^_^

Iri akan membuatmu tidak menghargai kelebihanmu.
Iri ini adalah salah satu penyakit natural dihati manusia. Allah dan Rasullnya telah melarangnya karena kebahagiaan manusia itu tidak akan pernah tertukar, intensitasnya akan sesuai dengan porsi usahanya.

Jangan mengantar rasa khawatirmu.
Kehawatiranmu adalah cerminan bahwa stabilitas Iman didadamu sedang tidak stabil.
Saat stabilitas Imanmu prima, maka tidak akan ada bentuk bentuk kekhawatiran untuk apapun di tanah persinggahan yang akan kita tinggalkan ini..

Adikku✿ܓ
Pertemuan, perpisahan, cinta, luka dan apapun itu akan menjadi hal yang manis jika dirimu menyadari bahwa itu adalah rencana dari Allah sebagai salah satu hadiah dari bagian skenario Nya, untuk keindahan masa depanmu di Akhirat.

Jika Dunia ini tidak cukup untuk menerjemahkannya, segera rubahlah fokus fikiranmu kepada Akhirat… sebelum penglihatanmu benar benar buta terhadap Dunia.

Jika kita tdak tahu jalan, kemungkinan besar kita akan tersesat.
Jika kita tersesat di kota dunia ini, kita akan temui banyak pilihan. Tapi tersesat di Akhirat tidak ada pilihan selain Neraka yang kekal.

Sederhana saja;
Jika Tuhanmu tidak memenuhi semua keinginan di dadamu itu karena Dunia ini terlalu sempit dan sebentar, hingga tidak cukup untuk memenuhi keserakahanmu. Hingga sebagian do’a mu dikabulkan di akhirat kelak, di Syurga Nya yang luas dan Abadi .

Adikku✿ܓ
Beban yang menindihmu tidak akan membuatmu mati lebih cepat karena kematian telah ditentukan..
Berbahagialah selama kamu masih hidup. Jangan pernah menukar kebahagiaan yang seharusnya menjadi milikmu di hari ini dengan kekhawatiran panjang tentang apa apa yang akan terjadi besok. Apalagi harus menyesali hal hal yang telah terjadi kemarin, padahal kamu hidup di hari ini.

Arahkan setiap sepi dalam sendirimu, untuk mendekatkan hatimu RABBnya.
Karena diri ini, jiwa ini, hati ini, cinta ini dan segala warna rasa didalamnya adalah milik Allah.
Kita tidak memiliki.

Jika kekasihmu tidak dihatimu lagi,
Perhatikanlah mungkin ada sahabatmu yang sedang tersenyum dari kejauhan.
Jika itupun tak ada. Yakinkan senyum ibu yang meraihmu atau ayah yang biasa menepuk bahumu, menguatkanmu. Jika merekapun tiada, maka Allah ada dimanapun kakimu berpijak.

Kita akan segera kembali, peluru kematian sedang menuju kita.
Bersegeralah menata hati, jangan luangkan waktu untuk menyesal.

TEGUHKANLAH HATIMU IKHWAHFILLAH..
Dalam langkah waktu yang kita lalui melewati ribuan hari hari, sesekali kita akan menemukan sebuah ‘titik diam’. Jiwa kita akan dipertemukan pada sebuah titik jenuh dari kehidupan.

Meski bibir diam, tapi hati tidak pernah diam.
Berkata dan bertanya, sering terlintas sebuah nuansa tanya;

Kenapa diri ini tidak sesempurna mereka yang hidup serba mudah?

Dimanakah rangkaian ujian ini bermuara?
Dimana langkah lelah ini berakhir?

Untuk apa sebenarnya hidup ini?

Hampir saja kita mengeluh..
Dan menyesali tentang diri yang sering terjatuh dalam kegagalan dan semakin tertinggal, sementara usia terus berkurang dan hari hari tidak pernah kembali.

Inilah hidup yang tak akan selamanya bersahabat.
Hidup yang tak akan selamanya sejalan dengan rencana rencana kecil kita.

Adalah mudah untuk dipahami, jika kita mau berfikir bahwasannya hidup itu sendiri bukan sebuah tujuan yang harus kita tuntaskan di Dunia ini.

Akan ada begitu banyak beban yang menindih kita,
Jika lintasan lintasan itu terus kita kejar di keseluruhan hidup kita.
Adalah melelahkan jika semua rangkaian rencana itu harus kita wujudkan.
Adalah tidak mungkin jika ambisi ambisi itu dipaksakan tanpa mengakui sebuah perencanaan terindah Allah subhanahuwwatala yang paling mengetahui hal hal terbaik untuk diri dan kehidupan kita.

Hidup ini laksana proses panjang,.
Letak keindahannya terletak dalam keseluruhan proses, bukan diakhir sebuah cerita.
Jika kita memimpikan sebuah ujung, maka tidak lain ujung dari semua ambisi kita adalah kematian.

Saat inilah, hari inilah hidup kita yang harus kita maknai.
Kita harus cerdas memaknai hidup dengan ‘menghubungkan’ segala sesuatu yang terjadi pada diri kita kepada Allah. Hingga hati kita akan lembut dan mudah memahaminya,.

Suasana hidup ini, adalah saat ini.
Saat mata kita masih terang benderang, saat suara kita lantang dan saat ujian demi ujian menerpa seakan ingin menggoyahkan tegapnya bahu kita..

IKHWAHFILLAH..
Kesulitan dan Prahara Ujian itu akan selalu menemui kita, dalam semua tingkatan Iman.
Itulah sebuah seni manusia hidup, Rasullullah saw telah membuat analogi yang indah tentan Ujian ini. Rasulullah saw telah mendefinisikan dengan Indah tentang Prahara yang memang akan senantiasa menemui seorang Muslim.

Dari Kaab bin Malik ra, Rasulullah Saw bersabda:
“Perumpamaan orang mukmin itu seperti tanaman lunak dan lembut yang dapat digoyangkan oleh hembusan angin, sesekali miring dan kemudian tegak kembali sehingga bergoyang-goyang. Sedangkan perumpamaan orang kafir adalah seperti pohon cemara yang tegak berdiri di atas akarnya tidak dapat digoyangkan oleh sesuatu apapun sehingga ia tumbang sekaligus”. (Shahih Muslim No.5025)

Ibnu Umar ra berkata:
Rasulullah saw memegang kedua pundakku dan bersabda:
“Hiduplah di dunia ini seakan-akan engkau orang asing atau orang yang sedang lewat.” Ibnu Umar ra berkata: Jika engkau memasuki waktu sore, maka janganlah menunggu pagi; dan jika engkau memasuki waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore; ambillah kesempatana dari masa sehatmu untuk masa sakitmu dan dari masa hidupmu untuk matimu.” (Riwayat Imam Bukhari)

Rasulullah saw bersabda;
“Apabila Allah menyenangi hamba maka dia diuji agar Allah mendengar permohonannya (kerendahan dirinya)”. (HR. Al-Baihaqi)

“Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan baginya maka dia diuji (dicoba dengan suatu musibah)”. (HR. Bukhari)

“Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa. (HR. Bukhari dari Sa’ad bin Abi Waqqash)

Sungguh, ujian itu datang untuk mengujimu.
Dan tidaklah sesuatu bisa dikatakan ujian jika kita tahu cara pemecahannya, atau mudah kita pahami dengan logi dalam takaran yang wajar.

Jadikan prahara Ujian itu tamu berharga,
Yang harus kita sambut dengan seluruh kesungguhan, ketabahan dan kesabaran serta keikhlasan.
Bersabarlah lagi, karena sabar itu tidak ada batasnya, batasnya adalah kematian dan hadiahnya adalah syurga Allah yang kekal tanpa batas.

Bersabarlah lagi,
Karena jika sabar itu mudah tentu semua orang bisa melakukannya.
Bersabarlah lagi,
Karena Ujian memang untuk orang beriman!

Dunia ini bukan panggung komedi!
Management kematian harus segera dipersiapkan, sebelum peluru kematian yang saat ini melesat tiba dihadapanmu. Saat itu kita tidak bisa mengelak, semuanya telah begitu terlambat.

Saat ini, saat nafas ini lega, semuanya masih berbentuk kesempatan.
Pilihlah kesempatan terbaikmu, ketika ujian dan musibah itu terus menghantammu maka ingatlah saat ini dirimu masih berada dalam ruas kehidupan dimana kamu bisa menari bersamanya. Jika hatimu begitu lelah, maka jangan sampai terlitas ingin mati, tapi ingatlah pedihnya kematian… dan penderitaan lain setelah kematian!

Saat ini dirimu masih hidup,
Saat matamu masih berkedip kedip dan nadimu masih berdenyut denyut…
Maka bangkitlah, jangan sia siakan kepercayaan RABBmu yang telah membangunkanmu tadi pagi dan ribuan pagi sebelumnya.

Lembutkanlah hatimu, menunduklah..
Perhatikanlah Air yang senang mengalir ke lembah yang rendah.
Ilmu dan Kebenaranpun demikian; Ia akan mengalir kelembah Hatimu yang rendah.
Rendahkanlah Hatimu, dan Lembutkanlah. Karena Airpun tidak akan Meresap kedalam batu yang keras, tapi Tanah yang Lembut.

Hati yang lembut akan menerima kebenaran dengan mudah, dari siapapun datangnya.
Berbahagialah kepada hati hati yang sedang lembut, karena itu adalah salah satu Anugerah dan nikmat dari Allah..

Mudah mudahan bisa diambil sisi baiknya,
Pemikiran dan gagasan ini tentunya tidak luput dari khilaf, hanya berbagi inspirasi.
Semoga Allah memaafkan segala khilaf dan keterbatasan pemahaman penulis.

Sengaja rangkaian panjang perenungan ini saya tulis dalam bentuk nasihat, tidak sedikitpun terlintas ingin menceramahi siapapun. Tulisan ini kualirkan dari hatiku melalui jari jariku. Allah lah RABB yang Maha Perkasa yang telah mengantarkan pesan ini kehadapanmu..

Atas izin NYA lah pena ini tergores,

‎_ღSaat hidayah itu menyapamu, saat bait bait itu menyentuh langit dihatimu, menggetarkan, menghentak dan meluluhkan kerasnya hati hingga ia tunduk menerima kebenaran..

Disana aku telah berbahagia, ada sepercik kebahagiaan dariNya.
Maka jangan brkata terimakasih untukku yg kotor ini. ✿ܓBerterimakasihlah padaNya, pujilah Dia Yang MAHA TERPUJI , yang telah menyembunyikan aib aibku hingga pujian dan doa bertaburan..

Tidak usah bertanya kepada siapapun jika kamu ingin melihat pribadimu yang sebenarnya. Lihatlah dirimu ketika terjebak dalam ruang gelap dan tak ada cahaya sedikitpun. Itulah dirimu. Kamu yang membutuhkan orang lain untuk membawakanmu lilin dan menyalakannya lalu duduk disampingmu, meraihmu dan membisikan harapan..

Semoga Catatan “TUNAS TUNAS KEBAHAGIAAN” Seri 1-5 ini menjadi lilin yang menghangatkan hatimu. Menerangi langkahmu dan melahirkan kembali tunas tunas kebahagiaan dari pohon iman dihatimu.

C_u in the next beautiful session.
Let me End this session with the Greeting from Paradise,
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Diringkas dari renungan renungan fajar February – April 2011.
Created on Wednesday April 18, 2011 at 2:15am, Last Updated at July 26, 2011 at 2:27am

Ditunggu silaturahimnya dipage:


Salam Bahagia,
NURUDDIN AL INDUNISSY – RIYADH 2011
www.facebook.com/Nuruddin.Al.Indunissy.OfficialPage