Menu Close

‎”Gemericik Fitrah”

jika hati itu laksana hamparan..
dari kejauhan ia terlihat lembut, sangat lembut
laksana bumi yang terlihat biru di antara angkasa raya.
namun..

mari kita lihat kembali lebih dekat,
mungkin disana ada bebukitan, gunung-gunung,
hamparan, ngarai dan sungai-sungai!
akh indahnya..

subhanallah!
iya indah sekali. .disana juga ada bebatuan tandus,
gurun dan pasir putih
kuning menyala terbakar hawa

lihatlah disana ada oase nan sejuk,
parit-parit dan rumput, juga duri-durinya
ulat kecil dan pasukan semut
berpesta serangga disore hari

baiklah, aku rasa ada yang tertinggal dalam prolog ini
iya benar, tentang lubang-lubang hitam dipermukaannya
jika kita dekati ke permukaan, diantara hamparan itu
ada lubang hitam menganga
lubang hitam menyerupai palung dalam
teramat dalam dan gelap
didasarnya ada goa..
goa yang luas!
di sudutnya ada celah kecil
di sudutnya ada celah cahaya putih
disana tak ada suara-suara mengerikan
disana tak ada kebencian
disana hanya ada nyayian
dari endapan kebaikan-kebaikan
bergabung menjadi embun dan stalaktit
bersimphony berjatuhan
menjadi gemericik fitrah

dari sanalah bisikan lirih itu disuarakan
tentang maaf dan kemualiaan-kemuliaan
hingga kita mampu mengingat kebaikan saudara kita
lebih lama..

ALLAHUAKBAR!
saudaraku yang indah
disanalah fitrah hatimu
ia tidak bisa engkau dustai
dengan kata-kata atau apapun
apalagi jemari yang tidak mampu
melukiskan semua rasa dan dentaman
rasa

Ramadhan Kareem
NAI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.