Menu Close

#1 | Mengaktifkan Cahaya ditas Cahaya.

RAHASIA SUKSES DENGAN 0 RUPIAH #1

Idealisme. Manusia cendrung memandang negative terhadap sifat ini, padahal saya justeru “menerbangkan diri” dari jalur ini, karena jujur saya tidak memilki apa-apa!

Saya tidak punya sayap untuk terbang, namun saya yakin dengan 2 pasang sayap yang kokoh dan bercahaya serta ribuan sayap yang potensial untuk saya pinjam.

Anda pasti tidak percaya, dan saya sangat percaya itu.
Itulah bedanya.

Energi Iman atau “the Power of Iman” yang saya teoritaskan tahun lalu hari ini mulai saya realisasikan. Dan dunia akan segera melihatnya, maka saksikanlah jika udara disemesta raya ini tidaklah diam. dan gerimis-gerimis adalah saksinya.

Modal Sejati bagi seorang mukmin adalah Tauhid dan Keyakinan yang kokoh, setelah itu dihadapan hanya ada dua piihan; melangkah dan atau terus diam. Keteguhan hati adalah modal luarbiasa yang akan mendorong kita terbang meninggi, meloncati setiap rintangan dan menembus batas batas ketidakmungkinan.

Tentu saja, keajaiban demi keajaiban ini adalah dari-Nya. Namun keajaiban itu tidak akan tercipta tanpa kita ciptakan!

Menciptakan keajaiban perlu perencanaan dan keyakinan, namun jangan sampai perencanaan yang menakjubkan itu membuatmu telat untuk melangkah, karena langkah kaki anda adalah penentu cepat atau lambatnya sebuah keajaiban menghampiri Anda.

Saudaraku,
Percaya atau tidak, ada 2 sayap kokoh nan bercahaya yang hampir setiap manusia miliki. Ia adalah do’a ibu dan ayah, sedangkan ribuan sayap lainnya adalah do’a saudara-saudari yang mencintaimu.

Ingat, dunia ini bercahaya karena Dzahir-Nya Allah!
Sebesar apa kepercayaanmu

[imanmu] sebesar itulah tenaga yang mungkin akan engkau minta dan sebesar itulah yang akan engkau dapati. Karena Energi-Nya adalah Cahaya diatas Cahaya, yang lebih besar dari semesta raya ini.

Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman:

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لا شَرْقِيَّةٍ وَلا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.

Jika ruh keyakinan itu telah mengerucut dan membentuk prisma tauhid yang mengerucut ke langit, maka disana tidak ada lagi rintangan. Anda akan enggan melirik kanan atau kiri yang gelap, karena yang anda lihat adalah cahaya di depan sana. Disana ada cahaya yang tidak pernah mati, kekal dan Abadi.

Cahaya cinta yang dibangun dari sayap-sayap ukhuwwah, cahaya yang menjadi tujuan orang-orang beriman. Cahaya Mardhotillah.

June 01, 2012

Salam Bahagia
dari Pengangguran Bahagia
Nuruddin Al-Indunissy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.