Prolog dari Senja

Teruntuk jiwa yang gaduh, riuh bergemuruh Teruntuk raga yang dahaga ditelaga kekeringan Teruntuk sekeping hati yang pergi, kemari dengarlah.. Mari kemari, meski engkau engkau telah menjauh  jauh sejauh jauhnya.. mari kemari,  kembalilah.. Merebahlah.. Istirahatkanlah hatimu, sejenak saja  atau hingga engkau bosan. Hentikan usahamu menyalahkan diri sendiri,  sejenak hentikan usahamu melawan ketetapan Nya.  Sebentar saja, dunia

Read More