Menu Close

ALERGI USTADZ

Selepas pelatihan Rehab Hati Qurani di Islamic Center di Baturaja dan Martapura – Sumatra Selatan kemarin, banyak hal yang saya ingin tulis dan bagi dengan teman-teman. Ada lelah ada senyum, juga tawa-tawa renyah menemani ketegangan yang mengintai setiap saat. Tentu saja peristiwa-peristiwa ini tidak mengalir begitu saja, ada hikmah-hikmah yang terselip didalamnya.

Ada satu peristiwa yang mengensankan, selain bertemu dengan para peruqyah dan sharing pengalaman bersama mereka. Peristiwa terjadi di Islamic Center Baturaja, malam itu ada sekitar 200 atau 300 lebih peserta yang sudah duduk khusyuk ketika saya mulai memasuki masjid di sambut Ust Iqbal (Anggota Arsyu) dan Ust Zulfikar (Pinpinan dan Pioneer Ruqyah di Baturaja). Tausiyyah singkat itu hanya berlangsung 1 jam, sebenarnya saya bingung karena materi Rehab Hati Qurani ini seharian penuh dan bentuknya pelatihan interaktif. Namun antusiasme peserta sangat terlihat, tergambar dari senyum diwajah mereka seiring jabat tangan dalam perpisahan malam itu.

Saya sedikit heran, dalam sessi ruqyah masal yang bereaksi hanya satu orang. Keheraenan itu terjawab setelah Akh Iqbal menjelaskan bahwa ini kegiatan rutin bulanan sejak 2010 lalu. Jadi peserta sudah bersih, Alhamdulillah. Namun, malam itu ada juga beberapa peserta yang konsultasi kedepan, salah satu dari mereka berkata; “Saya sudah 15 kali diruqyah tapi tidak ada reaksi samasekali. Padahal hampir semua dari 40 tanda-tanda gangguan sihir dan jin yang ustad tampilkan itu ada dalam diri saya”.

Saya terkejut dan menatapnya dalam-dalam, istrinya mengangguk mengiyakan. Setelah itu saya coba pengang, sekitar 10 menit kemudian seluruh titik-titik dimana biasa jin bersembunyi sudah tersentuh. Dan ia berteriak ketika disentuh di betis, jin malang itu kena hantam juga. Beliau pulang dengan tenang, tapi besoknya beliau berkunjung lagi ke basecamp RH di Martapura dan berkonsultasi tentang penyakitnya ini, ia merasa panas di dada, belikat, dan kaki juga kepala. Ini menyiksanya selama 4 bulan terakhir.

Setelah hatinya dibongkar, ternyata itu bukan sihir tapi Ain. Kronologisnya, ia memiliki ibu yang awet muda; senang telponan, dan keluar malam dengan lelaki lain meninggalkan suaminya sendirian. Dan ini membuat ia bersikap kasar kepada ibunya setelah berupaya menyelesaikannya dijalur keluarga dan hukum. Bahkan katanya sampai menulis perjanjian diatas dan disaksikan pejabat setempat. Tapi ibunya tetap begitu, hingga ia menghardik ibunya dengan kata-kata kasar yang tidak bisa saya tulis disini.

Saya berkata; “Bang, beliau itu ibu mu. Ibu yang telah melahirkan dan menjaga kita hingga besar, kenapa setelah besar dan gagah malah menghardiknya?”

“Iya, tapi dia itu memalukan dan tidak termaafkan!” Jawabnya.

“Tidak, coba pandangi wajahnya saat ia tertidur. Bayangkan jika ia tidak bangun lagi untuk selama-lamanya dan kita tidak bisa lagi meminta maaf”.

Mendengar itu dia menangis. Kemudian saya lanjutkan; “Bang, penyakit ini bukan sihir tapi Ain. Ia penyakit yang timbul karena kedengkian satu jiwa yang megenai jiwa kita. Sebuah kedengkian yang membekas di jiwa yang kemudian menimbulkan sakit”. Lanjut saya.

Istrinya keheranan, sepertinya kata ini asing untuk dia. Dan saya segera sigap; “Ain ini, peyebab kematian ke dua setelah taqdir” begitu sabda Rasulullah Shilallahu Alaiyhi wa Sallam. Perkataan rasul itu benar, setelah seseorang dengki maka ia bisa melakukan apa saja, semisal mengutuk

[mendoakan kejelekan] atau pergi ke dukun atau kyai peternak jin untuk menyihir yang ia dengki jadi sakit. Dan, penanganan Ain ini beda dengan gangguan sihir dan jin. Kita harus mandi dengan Air wudhu yang dengki kepada kita.

“Ini akan sulit lah ustad, bagaimana saya mendapatkan air wudhu ibu yang sudah saya hardik.. “. Katanya, mengeluh.
“Semuanya mudah dengan maaf, karena tidak mungkin Rasul itu salah”. Tukas saya. “Bersilaturahimlah, dan jelaskanlah. Lalu mintalah maafnya”. Lanjut saya, dan ia mengangguk-ngangguk.

Selepas itu saya bertanya kepadanya; “Sekarang dimana tempat yang sakit?”

“Tak ada”. Jawabnya

“Lho, koq?”

“Iya ustad, penyakit saya ini aneh. Setiap kali saya bertemu ustad, penyakitnya tiba-tiba hilang!” Katanya lugu.

“Ya bagus lah, itu artinya antum harus temenan sama ustad. Jadi penyakitnya ga berani datang :D”.

“Iya ustad?”

“Iya, ini terjadi juga sama pasien saya di bandung, dia ahwat (25thn) kena sihir Mahabbah, dan dia selalu gatal-gatal kalau bertemu laki-laki kecuali sama ustad-ustad yang berakidah lurus. Itu effect sihir agar dia tidak nikah-nikah, kecuali dengan dukun yang menyihirnya”. Jawab saya.

“Berarti aku ini harus selalu dekat ustad juga ya? Iya benar, selama 4 bulan ini Alhamdulillah saya solat. Padahal sebelumnya bolong-bolong”.

“Iya, banyak testimoni yang sama. Banyak sahabat saya yang BERSYUKUR setelah bertahun-tahun kena sihir dan kualitas ibadahnya meningkat. Awalnya memang karena takut jin atau sebagai perlindungan, akhirnya jadi kebiasaan yang indah”.

Setelah itu konsultasi dilanjut dengan pasien lain karena sore itu ada lima pasien dari 3 keluarga yang berbeda.

Alhamdulillah tadi pagi, beliau menelpon dan berterimakasih. Katanya ia sudah bersilaturahim ke ibunya, bermaafan, menangis, shalat bareng dan ibunya mendo’akan kesembuhan untuk dia. Dia juga mandi air wudhu ibunya, dan panas didadanya berubah sejuk. Selain itu dia juga merasakan dingin yang menusuk di kakinya.

“Bersyukurlah, tanda panas atau dingin di pergelangan kaki dan tangan itu tanda jin-jin yang mungkin ikut mempengaruhi itu sudah kepepet dan cari jalan keluar. Tarik saja dengan telapak tangan dan membacakan surah Al Mukminun 115, sambil memohon kekuatan kepada Allah”.

Ini adalah sebagian kecil kisah yang tertulis, sisanya ada kisah unik tentang ruqyah pemilik ilmu hitam yang bisa Memanjat tembok hingga ketinggian 3 lantai, ada kisah peserta pelatihan Rehab Hati yang tidak bereaksi saat pelatihan dan ruqyah namun muntah darah ketika sampai dirumah, ada yang berkunjung ke bascamp RH palembang dan kabur lagi dari antrian dengan kondisi muntah darah setibanya dirumah, ada pasien yang sudah tidak bisa berdiri sejak satu bulan lalu dan kembali bisa jalan lagi setelah ditepuk lututnya, ada kisah besar sepasang Murabi & Murobbiah + satu Ahwat binaannya yang ternyata dalam kondisi gangguan jin padahal mereka mentadaburkan al Quran lebih dari 1 juz setiap hari.

Tidak semua bisa dikisahkan, karena terlalu banyak pasien dan tidak ada waktu untuk menulis.
Masha Allah tabarakallah, sepertinya untuk kunjungan ke kota lain saya harus bawa pasukan peruqyah agar tidak teraniyaya paska pelatihan 😀

Salam Tauhid!
Samapai Bertemu di Banten,
Insya Allah, lusa 17 Maret 2013

NAI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *