Menu Close

cinta disemesta fana

kenapa orang yang paling mencintai kita,
malah sering membenci kita pada akhirnya?
katakanlah bait ini untuk para pengagum mantan terindahnya,
kekaguman luarbiasa hingga ia melupakan kekasih sejatinya.
jawabnya sederhana, dan seperti itulah kenyataan cinta yang tidak dilandasi kecintaan kepada dzat yang menjadi sumber setiap butir-butir lembut yang bertaburan disemesta fana ini.

ataukah ia masih saja berkata-kata; “aku membencimu pun karena Allah” seperti makna definitif sabda rasul yang mulia?

sungguh beda antara cinta dan benci yang dilandasi semangat keilahiyahan, dan rasa yang bergema atas sebuah kefanaan. dan sejatinya mereka diam di dua tempat yang berbeda.

hingga Alam yang tidak ridha
kemudian benar-benar memisahkan keduanya
karena meski terlihat bersama, mereka sebenarnya terpisah
dihati keduanya ada ukiran tebing terjal, dua sisi jurang curam
jika pun kemarin sempat berpelukan, itu hanyalah hawa..
kedua tepi dzahirnya tidak menyatu
dan mereka saling berlawanan

maka nikmatilah
rasa yang masih tersisa
dan percayalah, bahwa kebaikan akan bertahta lebih lama
ingatlah tentang kisah penghuni neraka terakhir yang diangkat ke syurga disebabkan satu titik kebaikan yang pernah ada dihatinya dulu saat ia di alam fana..

ia dilempar ke tepian sungai
di dekat pintu syurga, kemudian dihadiahi keindahan syurga yang berbanding sepuluh kali lipat gemerlap dunia. lalu Allah berfirman; “Tinggalah di syurga dengan rahmat-Ku, dan aku tidak akan murka lagi kepadamu untuk selama-lamanya..!”

ya Ikhwatal Imaan..
tentang cinta dan semua rasa di dadamu di dunia fana ini, berhati-hatilah…

jangan ia membuatmu sibuk dan khawatir
bukankah sang Maha pecinta itu menciptakan rasa itu dengan kerahmatan-Nya? kenapa kita berdiam dan saling meredam satu gemuruh. padahal Allah senantiasa menatap kita dengan penuh kemaafan.

ridhokah kita terbangun disuatu hari nanti dengan wajah kemerahan lantarah letupan marah yang dulu kita simpan?
padahal hari itu beban kita teramat banyak, entah berapa lama
kita berdiri berhimpitan menunggu hari hisab dimulai,
padahal pesta mahsyar itu nyata dan disanalah
keadilan yang sering kita lupakan itu
dipertontonkan..

yah, begitulah kita
dengan segala kelemahan
kadang hanya jemari yang menari
dan diam, tak mampu melakukan apa-apa
untuknya dan mereka yang kita cintai

salam bahagia untukmu,
sahabatku

#NAI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.