Menu Close

Hakikat Energi Ruqyah #8

BAGAIMANA AL QUR’AN MENYEMBUHKAN?
#Seri 8: Tehnik Pamungkas dlm Ruqyah Syariyyah.

Bismillah, Asholatu Wassalamu ala Rosulillah.
Apakabar sahabat rehab? Sudah lama tidak sempat lagi nulis kajian tentang hakikat kesembuhan dgn teraphy al Qur’an ini. Alhamdulillah, setelah tulisan terakhir saat bersafari ruqyah ke Hongkong dan menjejaki beberapa kota terakhir (Tangerang, Sukabumi, Bandung, Malang, Surabaya, Kualalumpur, Sabbah, Selangor dan terakhir kemarin Malam Rehab di Cimahi) ada satu hal yang menjadi kesimpulan saya dan rasanya ini tema yang mustazab untuk di tulis di part ini.

Seperti kesimpulan sebelumnya, bahwa jurus terjitu atau tehnik pamungkas dalam menjemput kesembuhan klien dalam teraphy al Qur’an (ruqyah) adalah dengan menghantam syaitan dari dalam. Ini adalah tehnik yang digunakan syaitan untuk menghancurkan hamba-hamba Allah yang telah berserikat dalam tauhid; yaitu dengan menciptakan perselisihan dihati mereka, menciptakan adu domba yang dilancarkan wali-walinya dalam bentuk nyata propaganda yahudi.

Setelah praktisi ruqyah yang handal, berpengalaman, bertauhid dan ikhlas itu tidak mampu menjemput keridhoan Allah dengan do’a dalam teraphy ruqyah yang berupa pembacaan ayat-ayat Allah melalui telinganya (dari luar) maka langkah yang bisa dilakukan adalah menghantam musuh-musuh Allah itu dari dalam. Ini bisa dilakukan dengan 3 hal;

1. Mengikrarkan “Talaq 3” kepada seluruh koloni jin (khadam/syaitan) yang selama ini bersamanya baik sadar atau tidak sadar kemudian membimbingnya mengucapkan “Sumpah Permusuhan dengan Iblis” diatas nama Allah!

Tahap ini tentu dilakukan setelah melalui Tazkiyah An Nafs atau penyucian jiwa secara total, yang didalamnya ada taubatan nasuha, hijrah total, membersihkan jiwa-raga dari syirik dan dipahamkan kepada ruqyah syariyyah hingga ia mampu melakukan ruqyah mandiri aktif selama minimal 30 hari.

Jika pasien belum mnampu melakukan ruqyah mandiri, maka minimal sudah melalui tahapan 3 hingga 7 Kalo diruqyah hingga ia benar-benar kenal musuhnya, membencinya dan mau memusuhi musuhnya (al Aduwwallah, al Aduwwummubiin).

2. Tahap berikutnya, penerapan prinsip-prinsip akidah dan pembetulan tauhid hingga hamba Allah itu betul-betul memiliki prinsip dan hijrah total dari masa jahiliyyahnya yang gelap gulita menuju cahaya sunnah yang penuh cahaya dan berkah.

3. Cuci Darah!
Darah lama yang kotor dengan dosa dan makanan Haram harus dibersihkan agar darah yang mengalir itu murni darah sunnah dan clear dari syaitan-syaitan terkutuk!

Bagaimana caranya?
Bisa dengan hijamah juga dengan menghentikan asupan makanan Haram, riba dan obat kimia kemudian menggantinya dengan asupan makanan halal dan herbal yang terdapat dalam al Qur’an dan As Sunnah. Hal ini minimal dilakukan 30 hari hingga 3 bulan, dalam dalam masa-masa “Healing Process” ini pasien harus berlatih sabar dan gigih memerangi syaitan!

Disini, menanti pertolongan Allah itu sudah bukan hal yang tidak pasti. InsyaAllah, kesembuhan permanent itu bukan hanyalan lagi.

Salam Tauhid!
NURUDDIN AL INDUNISSY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.