Menu Close

Hikmah Ruqyah #2

Antara Aib dan Rahmat

“Jika ia bereaksi maka sambutlah, takbirlah agar musuh-musuh Allah itu gentar dengan gemuruh didadamu. Bersyukurlah Allah telah menunjukan posisi musuh kepadamu dengan terang benderang”.

Kesurupan itu bukan aib, itu adalah bagian daripada rahmat dimana Allah menunjukan kepada kita tentang keberadaan musuh yang selama ini sembubunyi. Allah menunjukan kepada kita musuh yang sesungguhnya hatus kita perangi setiap hari…

Allah sedang menunjukan kepada kita, betapa lemahnya kita dihadapkan pada kekuatan ujian yang pasti diatas perkiraan kita. Setelah kita mengetahui kekuatan musuh yang telah menguasai kita, Allah berikan pertolongan melalui tangan-tangan para pejuang yang ada dihadapa mu…

Namun, para pejuang…
Jangan tertipu, karena mereka adalah tukang tipu. Jangan sombong ketika ia tumbang atau seakan lari tunggang langgang, cek lagi dit titik-titik peredaran darah yang halal bagimu. Dan bacakan beberapa ayat yang lembut, jika ia menenang maka ucapkan hamdalah dan sempurnakan ikhtiar dengan mendulang kebaikan lain. Nasihati pasien kita agar tidak berbuat masksiat lagi…

Namun jika syaitan itu tidak mau pergi, atau begitu kuatnya cek barangkali ada maksiat atau bekas dosa-dosa dimasalalunya. Jika tidak, ingat-ingat lagi barangkali Allah tidak ridho kepadamu atas maksiat yang engkau lupa. Atau pura-pura terlupakan…

Karena syaitan itu lemah, sungguh mereka lemah jika dihadapkan dengan kesabaran. Namun mereka adalah mahluk ghaib, lawanlah mereka dengan sesuatu ghaib diatas level mereka. Jangan melawan jin dengan jin lagi apalagi dengan syaitan namun imbangi mereka dengan balatentara langit yang taat dengan cara mendekatkan jiwa raga kita kepada pemilik ruh kita.

Ingatlah kawan..
Tidak akan pernah bersatu ketaatan dan kemaksiatan, maka hentikan rencana-rencana dan agenda dosa didepan dengan bertekad meninggalkannya sejauh-jauhnya. Deklarasikanlah iblis dan balatentaranya sebagai musuhmu selama-lamanya, sunnah sebagai jalanmu dan Allah sebagai tujuan dari semua aktifitas kehidupan…

Maka disana engkau akan lihat cahaya keberanian, ada kekuatan yang tidak tertandingi merasuki jiwa dan melindungi kemanapun langkah terayun dan kakimu berpijak. Manusia dan seluruh mahluk terhimpun untukmu, dalam diam atau dikeramaian.

Jangan mengeluh jika mereka menyentuhmu, justru fikirkanlah ada apa dalam jasad yang mereka sentuh itu. Bukankah kulit-kulit itu menyaksikan seluruh aib-aibmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *