Kajian 2 | Mengoptimalkan Keyakinan

Pertanyaan Akh Awalludin [Owner dan Trainer Rehab Hati Bangi, Malaysia]: Kenapa Tehnik Sembelihan Tidak Mempan?

 “Kenapa tehnik sembelihan saat eksekusi ruqyah tidak mempan…?”

“Pisaunya tumpul atau masih ada perisai yang tebal”

Tangan kita bukan pisau, namun kita bisa meminta kepada Allah agar ia menjadi pisau dialam jin, maka Haq Allah untuk mengabulkannya. Jika do’a itu tidak dikabul, maka lihat sebab-sebab do’a tidak terkabul. Lihat adab-adab do’a (dalam presentasi).

Saya bahas poin ke sembilan saja (sungguh-sungguh dan yakin) karena Allah tidak menerima do’a orang lalai. Atau yang berdoa dengan tdk yakin, Allah sesuai prasangka kita.

Kalau kita tidak yakin tentu do’anya lemah, Sebab keyakinannya lemah. Kenapa keyakinan lemah…? Karena prasangka baiknya lemah. Kenapa prasangka kita tidak baik? Karena biasanya kita baru saja melakukan ketidak baikan kepada-Nya (maksiat!)
Intinya cari alasan kenapa do’a itu tidak diangkat kelangit, jawabannya ada penghijab antara langit dan bumi.
Antara ruh dan rabbnya. Penghijab ini bisa pada pasien bisa pada raqi (lihat 20 faktor kegagalan ruqyah dalam presentasi)
Jika pada contoh kasus akh Awaludin, dimana istrinya bereaksi suaminya tidak mempan, ada dua kemungkinan.

Yang sangat memungkinkan, atau pasti demikian; Allah belum ridho kepadanya,
jadi tentu rahmatNya tidak turun. Hingga do’anya dan do’a antum belum dikabul
Misalkan, ia masih syirik sehingga Allah meninggalkannya (lihat hakikat kesembuhan)
Jadi dalam hal ini, istrinya sudah taubat dan suaminya belum sepenuhnya taubat atau ada hal yang tidak ia sadari bahwa itu salah

Wallahu’alam
Gali terus hingga penyakitnya ketemu,

Jadi tajamnya pisau itu, tergantung keyakinannya..
Coba saja sembelih kambing dengan tidak yakin.
Bisa tidak?

Selanjutnya, leher itu macam-macam ketebalannya. Beda pisau yg digunakan untuk nyembelih ayam dan leher BADAK
Jadi, tangannya harus lebih besar?
Bukan…
Tapi Keyakinannnya harus lebih besar.

Sementara …. keyakinan itu tidak bisa didapat di bangku sekolah, dikajian apalagi di WA begini.
Ia hanya didapat di medan-medan pertempuran.

Tentunya jendral dari medan perang beda dengan jendral belakang meja.

Konsepnya diawali dengan Ingin Tau
》Mencari Tahu
》Tahu/Ilmu
》Faham
》Realisasi/Action/Amal
》Istiqamah dalam Beramal/Repeated Actions
》Berpengalaman
》Yakin
》Belajar Ikhlas…

Kemudian lihat posisi antum dimana..

Wallahu’alam


 

Original post by Ust NAI (Nuruddin Al Indunissy)