Kajian 6 | Bagaimana Menyikapi Buhul Sihir

Bismillah asholatu wassalamu ‘ala Rosulillah, wa’ala alihi wa shohbihi ajma’in wa man tabi’ahum bi ihsani ila yaumiddin. Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah yang maha luas dan kekal kasih sayangnya. Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah limpah kepada Rasulullah beserta orang tercinta didekatnya, keluarga, keturunan dan seluruh pengikutnya hingga Akhir jaman.

Alhamdulillah, kita memasuki kajian 6, pertanyaan dari Akh Abdul Mu’is [Trainer RehabHati Cikarang].

Pertanyaan:
“Bismilah ustdz NAI ana mau tanya bagai mana cara menghadapi jin Sihir dan mencari buhul y…?”

Jawaban:
Secara sederhana, buhul ini berarti ikatan [dalam alqur’an disebut uqod] sedangkan sihir itu sendiri arti secara lugasnya adalah sebuah kekuatan jahat yang mampu mempengaruhi dan membalikan keadaan dari kejadian sebenarnya. Untuk mengatasi sebuah keadaan, kita harus memahami akar dari masalah tersebut.

Agar kita lebih memahami kata sihir, mari kita lihat sejarah yang Allah gambarkan dalam al Qur’an surah Al A’raf 117-122 yang sering kita baca dalam meruqyah sihir itu sendiri.

Saat itu didada Nabi Musa ada ketakutan ketika melihat tukang sihir itu melempar tongkatnya dan berubah menjadi ular, kemudian diayat 117 surah itu, Allah memerintahkan nabi musa untuk melemparkan tongkatnya dan tongkat Nabi Musa ini berubah menjadi Ular yang menelan habis ular sihir [palsu] mereka. Diayat berikutnya Allah menyatakan bahwa terbuktilah kebenaran, dan mereka kalah dan terhina ditempat itu juga.

Bahkan mereka bersujud dan berkata “kami beriman kepada rabb semesta Alam, rabbnya musa dan harun”.

Kenapa tukang sihir bergetar tubuhnya hingga roboh dan bersujud padahal mereka ahli sihir?

Saat mereka melempar tongkatnya, mereka membacakan sihir agar Nabi musa melihat tongkat itu sebagai ular sihir. Sementara tukang sihir itu hanya melihat tongkat. Dan saat Allah memerintahkan nabi musa untuk melempar tongkatnya, maka Allah merubah tongkat itu menjadi ular yang sesungguhnya [karena Allah berkuasa menciptakan dan mengubah] dan itu bukan sihir, melainkan ular sebenarnya. Maka tukang sihir itu ketakutan karena melihat tongkatnya dimakan ular dari tongkat Nabi Musa.

Makanya mereka bersujud karena tukang sihir itu tahu benar bahwa itu bukan sihir namun kejadian atau mukzizat yang agung…

Begitulah hakikat sihir, ia adalah pengelabu yang menjadikan kondisi terbalik dengan tujuan untuk mengguncang, menyakiti dan melemahkan iman di jiwa manusia dengan tujuan akhir membawa manusia kedalam kekufuran dan naar. Maka dari itu, bagi orang yang imannya kuat sihir itu tidak akan berkuasa sedikitpun termasuk tukang sihirnya. Hal ini bisa dilihat di Qur’an Surah Taha 69 tentang jaminan kekalahan tukang sihir, dan dalam al Baqarah 102 tukang sihir dan jin-jin mereka tidak akan mampu atau memiliki kekuatan untuk menyakiti jiwa manusia kecuali atas izinNya.

Jadi hakikatnya sihir itu hanyalah kekuatan palsu, bukan kekuatan sebenarnya.
Ibarat besi palsu bukan besi yang sebenarnya.
Ibarat senyum palsu, bukan senyum yang sebenarnya.
Ibarat tembok palsu bukan tembok sebenarnya.

Adakah sesuatu yang palsu mengalahkan yang sebenarnya?
Seperti syaitan yang menakut-nakuti, agar manusia takut.
Ketika dibuktikan, maka mereka tidak ada kekuatan sedikitpun.
Semua ini adalah hal yang Allah nyatakan dalam al Qur’an, jadi jelas kebenarannya.
Hanya saja, hanya sedikit orang yang mengimani hal ini.
Hingga hanya sedikit orang yang mengambil manfaat dari kebenaran ini.

Namun yang kita saksikan diakhir jaman ini adalah keadaan yang sebaliknya, sihir itu seakan raksasa kegelapan yang menguasai setiap jiwa dan bahkan menyelimuti dunia. Kita melihat sihir begitu kuatnya sehingga teknologi kedokteran manusia menyerah ketika itu sihir. Hal inipun disebabkan oleh ketidak-tahuan, atau pengingkaran atau ketidakimanan atau kekufuran mereka terhadap Al Qur’an dan Sunnah sehingga mereka meninggalkannya.

Kita melihat satu jiwa saja yang kena atau dikuasai sihir, seakan dunia tidak berguna untuk mengobatinya. Dan memang demikian adanya, dunia tidak berguna karena obatnya bukan dunia atau tidak terletak di bumi. Obatnya harus kita jemput dari langit, walhamdulillah kita adalah orang yang beriman. Semoga Allah menetapkan dan senantias menjaga serta menambah keimanan kita.
Ketidak berdayaan manusia menghadapi sihir ini salah satunya disebabkan oleh lemahnya iman yang disebabkan lemahnya pengetahuan dan pemahaman tentang hal ini.

Jika mengetahui hakikat ini maka jiwa manusia sebenarnya mampu mengusir kekuatan gelap itu dengan cahanya yang Allah titipkan. Jika cahaya itu masih ada..

Bagaimana jika cahaya itu telah padam?
Satu-satunya jalan adalah menyalakannya kembali.
Menyalakan kembali dari sumber energi yang sejati.
Menyalakan kembali energi iman didadanya agar cahaya fitrah itu kembali menyala.
Sementara sumber cahaya itu hanya satu;
cahaya diatas cahaya, ‘nuurun ila nuur’ Allah azza wa jalla.
Jadi jiwa manusia itu harus kembali menghadap kepada Allah agar tercahayai.
Sebagaimana konsep yang qathi bahwa Allah sesuai prasangka hambanya.
Dan ini butuh bimbingan seseorang yang imannya lebih kuat.
Disinilah dibutuhkan raqi yang bertauhid.

Ketika cahaya itu sudah menyala, meski kecil ia akan menyinari dan menerangi ruangan yang menjadi pusat oprasional [head office] seluruh jantung manusia. Sebagaimana kita ketahui jantung ini kemudian mempengaruhi otak manusia, dan otak manusia ini merupakan kantor panglima-panglima perang dan organ tubuh adalah prajurit yang siap dikomando kapan saja.

Jadi penanganan sihir adalah dari pusat pengaruh, bukan pusat kendali.
Pusat pengaruh kehidupan manusia adalah jantung didalam jantung manusia [spiritual heart], sedangkan otak adalah pusat kendali.
Dan satu-satunya hal yang bisa menggubah keadaan qalbu manusia ini hanyalah Allah, makanya disini diajukanlah do’a kelangit. Jika do’a belum dikabul, maka kemudian kita harus mencari apa sebabnya.
Intinya mendekati Allah, dan membersihkan diri pasien yang menjauhkan dirinya kepada Allah.

Makanya konsep RehabHati itu menitikberatkan pada pembersihan jiwa dari kotorannya, karena kotoran ini memadamkan bahkan mematikan fungsi jiwa. Menyucikan jiwa dari kesyirikan dengan perbaikan akidah, dari kotoran dosa dengan taubattannasuha, ambisi dunia, sifat-sifat hasad dll.
Adapun herbal dan bekam sebagai pendukung saja karena pembersihan qalbu ini beda dengan jasad, sipatnya spiritual dan pembersihannya pun bersifat spiritual berupa dzikir dan al Qur’an.
Kotoran jiwa itu merupakan belenggu sihir terbesar dalam diri manusia, jauh lebih besar daripada sihir jin yang lemah dan Allah sudah nyatakan kelemahannya.

Oleh karenanya sihir itu dibagi dua, sihir jin dan sihir dunia. Maka dari itu sihir dari bangsa jin biasanya membuat manusia makin dekat kepada Allah [karena obatnya tidak ada di dunia] dan sihir dunia membuat manusia menjadi sombong dan menjauh dari Allah.

Sekarang kita kembali kepada kata buhul atau ikatan atau belenggu. Bahasan ini, sangat panjang.Dalam presentasi yang sudah diperbaharui dibahas dari A-Z, tentang jenis-jenis belenggu; Buhul Sihir, Buhul Ain, Buhul Azimat, Buhul Sihir, Buhul Nafs, Buhul Perjanjian dll. Sedang yang akan kita kaji adalah buhul sihir atau ikatan belenggu sihir yang dibuat oleh tukang sihir.

Buhul sihir ini ada yang ghaib ada yang dzahir. Buhul ghaib ialah belenggu pada jiwa yang tidak terlihat yang menyebabkan jiwa manusia tidak berfungsi sebagaimana layaknya, sebagaimana diketahui bahwa jiwa manusia ini kemudian mempengaruhi otak dan otak mengintruksikan sebuah kondisi pada salah satu organ tubuh.

Misalnya ikatan yang membelenggu manusia untuk bangun subuh disebabkan ia melalui malam tanpa dzikir, wudhu dan shalat 2 rakaat.
Rasulullah sholallahu alaiyhi wa sallam menyatakan dengan jelas bahwa setiap manusia tidur maka syaitan mengikatkan 3 ikatan di kepala, pundak dan punggungnya.

Ikatan pertama akan lepas jika ia berdzikir, ikatan kedua akan lepas jika ia wudhu, dan yang ketiga akan lepas jika ia shalat dua rakaat dimalam hari.
Makanya Rasulullah sholallahu alaiyhi wasalam mencontohkan bagaimana melepas ikatan ini dengan membaca 3Qul dan ditiupkan ke tangan dan diusapkan keseluruh tubuh setiap sebelum tidur.

Bayangkan 1 malam 3 ikatan,
1 minggu 7×3 ikatan = 21 Ikatan
dan satu bulan 30×3 = 90 ikatan
dikali 360 hari dalam setahun hasilnya adalah 32,400 ikatan.
Maka sekarang kali kan dengan usia kita. Hasilnya ?

Begitulah belenggu sihir natural yang mungkin terjadi dari Jin yang diciptakan untuk menggoda masing-masing jiwa, belum sihir dari tetangga, belum jin keturunan dan jin yang diundang sendiri,

Inilah sebabnya sihir tidak kunjung selesai, bisa jadi sihir dari tetangga sudah sirna namun bekas-bekas kejahilan dimasalalu belum selesai.

Itu tadi tentang buhul ghoib, seperti itulah gambaran lugasnya.
Jadi ketika kita sulit bangun subuh itu disebabkan sihir yang natural.
Namun ini sihir yang dianggap ringan oleh manusia, padahal barangkali lebih jahat akibatnya diakhirat kelak. Sihir ghoib ini kemudian dikembangkan tukang sihir, mereka melakukan ritual untuk mengundang syaitan dan menyuruh syaitan itu untuk membuat belenggu pada organ tubuh tertentu pada orang tertentu sesuai pesanan.

Jahat bukan?

Bagaimana metodenya?
Mengenai metode ini sangat beragam, tergantung jenisnya.
Salah satunya saja misalnya dukun memperagakan ikatan pada leher boneka > agar syaitan mengikat leher targetnya >> dengan cara masuk ke qalbu > lalu menciptakan pengaruh ke otak > otak melakukan komando ke urat dan tulang-belulang sesuai pesanan dari pengaruh jahat tersebut. Maka kemudian terjadilah sakit. Ini disebut buhul dzahir..

Sebagaimana yang terjadi pada Rasul sholallahu alaiyhi wasallam, si tukang sihir [Labib bin Aslam, Yahudi] mengikatkan rambut Rasulullah sholallahu alaiyhi wa sallam pada pelepah kurma dan sisir dan membuang buhul itu di sumur.
Maka apa yang dilakukan Rasulullah sholallahu alaiyhi wasallam untuk melepas ikatan ini setelah diberitahu Jibril Alaiyhi sallam?

Beliau menyuruh Ali Radiyallahu Anhu untuk mengambil “buhul” itu dan membakarnya dan lepaslah sihirnya. Begitulah caranya, sehingga syaikh Bin Baz sendiri dalam buku kecilnya tentang Sihir beliau berkata kita harus menggunakan berbagai cara untuk menemukan buhul sihir dan menghancurkannya.

Bagaimana jika sihirnya tidak diketahui?

Jawaban umumnya berdo’a kepada Allah di waktu-waktu ijabah agar Allah menunjukannya, hingga Allah memberi petunjuk baik di mimpi atau alam nyata.
Biasanya setelah bertahun-tahun buhul itu kemudian muncul disekitaran rumah kita [pasien] hingga kita bisa dengan mudah mengambil dan menghancurkannya.

Adapun cara spesifik, sebagai berikut:

1. Bersihkan diri dari kemunafikan, hasad, dosa, kesyirikan, bid’ah dan berbagai hal yang membuat Allah meninggalkan kita. Tunaikan kewajiban dan perbanyak sunnah dan lakukan do’a disetiap malam hari seusai qiyamullail atau shalat lain.
Semisal dengan ucapan;
– “Ya Rabb tunjukanlah buhul [ikatan] sihir yang menganiyaya jiwa hamba Agar hamba bisa menghancurkan tipu daya mereka”.
– “Ya Rabb hancurkan dan batalkan buhul [ikatan] sihir yang mengikat jiwa hamba dan keluarga kami”

2. Bacakan Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nass masing-masing 3 kali dan tiupkan ketangan lalu usapkan keseluruh tubuh dengan niat untuk menghancurkan ikatan atau buhul sihir pada diri atau pasien.

3. Bacakan Al Fatihah 7x, Al Baqarah 102, Ayat Kursi, Al A’raaf 117-122, Taha 69, Yunus 81-82, Al Falaq berulang-ulang kepada pasien secara rutin setiap hari. Atau bacakan ayat ruqyah sebagaimana biasa dan ulang-ulang ayat-ayat diatas.

4. Bacakan Ayat Ruqyah seperti biasa, tambahkan diakhir [sebelum 3 qul] surah Al Anam 103 berulang-ulang. Dan ajak pasien untuk memohon kepada Allah perlindungan dan petunjuk, agar ditunjukan buhul sihirnya. Jika terlihat maka ajak ia untuk mengambilnya.

NOTE: JANGAN MINTA BANTUAN JIN JIKA IA MUNCUL MENAWARKAN BANTUAN

5. Lakukan ruqyah seperti biasa, dan buat air ruqyah lalu siramkan diseluruh rumah. lakukan tiap hari hingga 2 minggu, tunggu hingga ada sesuatu muncul dipagi harinya secara tiba-tiba. Jika sudah muncul maka baca al Falaq dan An Nass, amnbil dan bakar. Jika berupa hewan mati, maka buang seperti biasa.

Itu barangkali untuk sementara, karena terlalu panjang. Takut bosan bacanya

Adapun jika diruqyah lalu jinnya muncul, maka jangan dibiasakan ngobrol langsung usir saja atau ancam dengan siksa dan Azab. Atau pukul agar jera dan pergi, jika ia berkata bahwa sedang terdzalimi maka bantu dan lepaskan.
Semisal “Saya diikat dikakinya” maka ajak ia istighfar dan ajak berdoa agar Allah melepaskan ikatannya. Jika ia tidak bisa bantu, berdoa minta pisau kepada Allah [doakan agar tangan antm jadi pisau] dan potong dengan tangan itu.

Wallahu’alam