HISTERIA DALAM TERAPHY AL QUR’AN

Malam itu hujan tertumpah dari langit palopo, beberapa saat setelah ikrar deklarasi permusuhan digemakan. Palopo memang kota hujan, namun malam itu seperti mencekam setiap jiwa, darah mereka telah mendidih setelah 2 hari dibangunkan dari tidur panjangnya dalam tazkiyyah rehab hati dan pembetulan tauhid serta pelatihan Qur’anicHealing yang membuat syaitan dalam jasad mereka terusik.

Ultimatum kepada seluruh bangsa jin pun di kobarkan, dan 180an peserta rehab di malam puncak itu menunjukan qalbu dan wajahnya memohon dan melapalkan do’a perlindungan. Ta’awudz pembukaan ayat-ayat syfa dan ruqyah belum dimulai 1, 2, 3, 4, 5 dan 6… ahwat berteriak dan 2 diantaranya berdiri. Salah satunya menyerang membabi buta kearah mimbar dimana saya duduk khusyuk, dan menyambutnya namun upaya menghentikannya tidak berhasil membendung kemarahan jin-jin di qalbunya yang kemudian menguasainya. Salah satu ahwat menyerang kearah leher namun tidak sampai dan dia menarik serta mencabik-cabik dan merobek baju gamis panjang kesayangan saya.

Setelah dilumpuhkan, ruangan itu masih gegap gempita. Sepertinya ada belasan yang histeria (keraksukan dan berteriak tidak terkendali), akhirnya saya simpan mic dan eksekusi satu-per-satu hingga baju saya basah kuyup berkeringat.

Tidak banyak yang paham hal ini, teraphy ruqyah biasa dan memerangi jin itu dua hal yang berbeda. Menteraphy penyakit dan memberangus sumber atau akar penyakit adalah hal yang berbeda. Tehnik dakwah yang lemah lembut tidak berlaku disini, karena ini adalah perang!!! Seandainya jin-jin itu mau beriman dan rujuk dengan yang hak, maka ia sudah harus keluar di rehab malam pertama. Namun mereka adalah musuh-musuh Allah yang membenci hamba-hamba Allah.

Setelah di eksekusi, ruangan kembali tenang dan proses ruqyah pun di restart (diulang kembali), alhamdulillah jin yang paling sombong itu sujud-sujud dan keluar. Acara yang dijadwalkan selesai jam 5 sore berakhir jam 11malam dan RumahRehab di Palopo diresmikan kepengurusannya.

Saya pulang ke hotel dan berfikir; “Ada apa dengan masyarakat di palopo ini? Apakah ini yang dimaksud sihir bone-bugis-kajang-mandar yang berserikat di palopo? Ah, saya kira tidak. Tidak ada syaitan yang hebat, tidak ada sihir yang kuat dan hanya Allah yang maha kuat. Dan pertanyaan itu terkubur hingga esok paginya.

Selepas shubuh saya buka bbm dan menerima laporan, ada seorang ahwat berniqab yang muntah hebat dan keluar darah dari ibu jarinya selepas ikut ruqyah tadi malam. Dan saya hanya balas, “Alhamdulillah, rumah-rumah syaitan dan sihirnya keluauar” dan ia pun berkata “Ia, tubuh istri saya sudah ringan. Padahal bertahun-tahun ia merasa berat dan pembantah, pagi itu jadi lembut”.

Padahal ahwat berniqab itu tidak bereaksi saat ruqyah, dan tidak disentuh sedikitpun. Namun dahsyat sekali effect al Qur’an pada jiwanya, barangkali ada ratusan peristiwa yang tidak saya ketahui dibalik pelatihan itu namun berita ruqyah menebar kepeloksok kota itu.

Satu lagi bbm yang membuka cakrawala berfikir saya dan mengokohkan pemikiran sebelumnya. Biasanya wanita yang berteriak itu adalah yang banyak menanggung beban psikis. Dan ternyata Iya, wanita yang semalam merobek-robek baju saya itu mengirim pesan dan menyampaikan deretan masalah yang ia pendam.

“Ustad, setiap saat saya ϑř anggap pembawa sial. •d anggap kurang beruntu. •setiap Ўªŋƍ saya kerjakan ϑř anggap salah. •selalu ϑř atur mulai dr pekerjaan sampai kehidupan rumah tangga saya •selalu kata Jangan Ўªŋƍ saya dengar. •pendapat saya tdk pernah benar di anggapsalah. Inilah yang membuat saya, marah,sedih,,,10 thn saya pendam krn mau curhat kemana,sya hanya akan ϑř tertwakan orang,,” katanya di bbm.

Hal inilah yang membuat reaksinya memuncak semalam, marah atau api yang selama ini terpendam ia lepaskan dan syaitan memanfaatkannya untuk menggagalkan teraphy.

Jadi kesalahan terbesar adalah bukan syaitan-syaitan yang tidak berpendidikan atau berotak kecil, namun tentang managerial qalbu, getaran syukur dan sabar yang telah lama hilang dari hati seseoran. Juga dari api marah dan kekecewaan yang telah lama menjadi sarang bagi syaitan di jasadnya.

Allahuakbar!!!
Namun, Allah azza wa jalla betul-betul menolongnya. Hantaman demi hantaman yang dilancarkan ke jasadnya pun tidak sedikitpun ia rasakan, bahkan ia tidak sadar sekali telah merusak baju saya.

Inilah yang harus diketahui para komentator ruqyah, kekerasan itu selalu ada dalam setiap perang kecuali hanya perang teori dan setengah-setengah. Mereka berfikir peruqyah yang tegas dalam mengambil sikap, yang keras permusuhannya kepada syaitan itu peruqyah brutal dan mall Praktik padahal banyak syaitan yang lumpuh dan tidak bisa berkata apa-apa hingga ia menyusup membuat fitnah dibelakang.

Alhamdulillah peristiwa itu terekamdengan sempurna dan bisa menjadi hikmah di pelatihan rehab hati berikutnya.

Satu hal memukau yang barangkali benar-benar disaksikan masyarakat palopo adalah seorang ibu berusia 78tahun yang datang dengan kursi Roda, alhamdulillah dihari ke 2 dia berdiri menyampaikan testimoni dan mengucapkan selamat tinggal pada kursi rodanya.

Sampai Bertemu
Di Pelatihan Rehab Hati berikutnya
Salam dari Kota palopo yang Dingin dan Damai.

NAI