Bismillah asholatu wassalamu ala rosulillah..

Dua atau tiga tahun terakhir ini, alhamdulillah semarak pelatihan ruqyah syar’iyyah telah bertebaran dihampir seluruh tanah air hingga ke peloksok negeri bahkan menembus batas nasional. Banyak dampak positif yang bisa dirasakan langsung oleh ummat, dan tidak dipungkiri ada juga dampak negative-nya. Karena semua dakwah itu pasti mengandung reaksi dan kebanyakan reaksi adalah negative, terutama respon dari syaitan dikalangan jin atau manusia.

Alhamdulillah saat ini bermunculan para praktisi-praktisi ruqyah baru, meskipun kebanyakan masih berstatus pasien dan masih awam terhadap syari’at secara menyeluruh –bukan ustadz lc– namun, tentu saja apresiasi untuk hal ini tidak dipungkiri. Terutama dari mereka yang memang sangat membutuhkan berbagai tehnik atau metode ampuh untuk melumpuhkan sihir secara syar’ie.

Beberapa tahun lalu, ust. Perdana Ahmad mempopulerkan metode “scanning” di Pelatihan RHQH Medan. Meskipun sejujurnya, kami temukan tehnik ini dari tahun sebelumnya. Namun kami berfikir bahwa hal ini banyak mudharatnya atau barangkali kami belum memiliki banyak pasukan, dan alhamdulillah saat itu kami menilai sudah saatnya untuk mentrainingkan Quranic Healing Level 2 (Advance), hal ini bertujuan untuk menanggapi atau menjawab banyak pertanyaan (permasalahan) dan keluhan dari praktisi ruqyah yang baru saja terjun. Semisal mencari (scan) buhul yang dibuat kahin yang bekerjasama dengan syaitan untuk menyakiti jiwa korbannya.

Hal ini, tentu saja berdasarkan dalil dan dasar pemikiran yang jelas. Hanya saja kemudian timbul berbagai pertanyaan dan keraguan dari beberapa kalangan yang belum paham, semoga tulisan ini bisa menghilangkan syubhat dan meluruskan niat baik kami dalam metode ini.

Saya berangkat dari testimonial dan pertanyaan dari seorang ahwat (Alumni pelatihan Rehab Hati) di Sumatra Barat.

*** ***

Ustd, kurang lebih 1 bulan yg lalu kami menangani kesurupan massal di sebuah sma payakumbuh.Agak perlu waktu lama menanganinya.krn mereka (jin) terus bolak2 mengganggung.terakhir metode scaning yg kami lakukan kpd beberapa siswa,menghasilkan hal yg luar biasa,salah satu dr siswa yg kami scaning mampU menemukan semua benda sihir yg ada di sekolah itu dan menghancurkannya.tpi tdk hanya itu,siswi yg kami scaning iTu juga mampu melihat semua keberadaan jin yg ada di sekolah itu,mulai dr jin penjaga kElas,jin ular pEjaga kolam,sampai jin penglaris kantin.beberapa jin hanya kami instruksikan untuk diberi peringatan saja,tpi ada juga yg harus kami instruksikan u/ di bantai.siswi yg di scaning tersebut juga membongkar sebuah kejahatan yg terjadi +-30th yg lalu dg menemukan sebuah jasad manusia tercincang di kubur di bawah lantai salah satu kelas. Keesokan harinya saat kami meRuqyah T4 sekolah itu,benda2 sihir yg di sebutkan dlm scaning itu memang benar2 ada di posisinya.cuman jasad yg terkubur dlm kelas itu tdk ada persetujuan pihak sekolah untk membongkarnya. Nah,sebenarnya apakah tindakan seperti itu di benarkan?berkomunikasi langsung dg jin sampai bertatap muka langsung dgnya apakah di benarkan? Beberapa temanpraktisi RuQyah konfensional mempertanyakan tindakan kami tersebut. Apalagi saat Ustd memberikan pelatihan kpd kami tentang teori scaning waktu itu tdk terlalu banzak membahas teori dan dasar hukum scaning,dan lebih banzak langsung praktek.

Satu lagi, seorang mahasiswi yg kami scaning saat berkomunikasi dg jin yg mengganggunya,pergi ke t4 dukun yg menyihirnya dg bantuan jin itu dlm scaning.dan berasil menghancurkan dan merusak semua peralatan sihir di T4 dukun itu. Bagai mana juga dg tindakan menerima bantuan jin ini? Tdkkah menyimpang dr hukum Al-Qur’an dan terfikir belakangan tidakkah itu hanxa tipudaya mereka agar kita merasa berhasil? Tpi sejak saat itu gangguan terhadap mahasiswi itu tdk pernah muncul lagi sih…

*** ***

Metode scanning/pencarian/penelusuran buhul ini murni untuk mencari buhul atau ikatan sihir dan menghancurkannya baik secara dzahir ataupun ditembak langsung dengan dengan hingga hancur lebur dan tukang sihir itu kalah. Adapun metodenya adalah dengan menguatkan jiwa pasien, membimbingnya berdo’a kepada Allah untuk diperlihatkan dimana letak buhul atau bahkan syaitan dzalim terkutuk yang menyakitinya baik dalam tubuh atau diluarnya.

Biasanya setelah dibimbing berdo’a dan membacakan surah Al Anam 103, pasien diperlihatkan terhadap sosok jelmaan mahluk jin yang menyakitinya baik berupa sosok menakutkan dihadapannya (kadang dekat atau jauh) kadang berbentuk hewan (kalajengking, dll) atau bahkan benda-benda sihir semisal paku, jarum atau apa saja benda yang ditanam tukang sihir. Dan kemudian pasien membacakan Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nass masing-masing 3 kali lalu ditiupkan ke tangannya lalu mencaput atau mengusap benda-benda atau mahluk sihir itu dengan niat menghempaskan atau menghilangkannya. Kadang-kadang saat syaitan itu bertasyakul dihadapan pasien, pasien cukup menunjukan jari tauhidnya kearah jelmaan syaitan dan syaitan itu hangus terbakar.

Sudah banyak kisah saya saksikan sendiri, dan para peneliti ruqyah pun bisa menyaksikannya di video-video kami. Kebanyak video belum atau memang tidak di publikasikan untuk publik, dengan alasan privasi. Semisal ketika RehabHati mengadakan pelatihan di Sabah, Malaysia. Ketika itu saya menerangkan kepada peserta tentang jenis-jenis buhul dan metode yang dilakukan tukang sihir yang bekerja dengan syaitan untuk menyakiti korbannya. Tiba-tiba seorang ibu berteriak keras dan berkata; “Ustad…ustad… saya juga diikat disini, tolong saya..lepaskan ikatan saya. Saya tidak kuat..wanita ini shalat..suka shalat..manhajnya salaf..salaf…salaf…tidak suka bid’ah.. sering baca qur’an..saya tidak kuat!!!”

Mendengar teriakan itu semua peserta kontan melihat kebelakang dan saya panggil ibu yang sudah dirasuki jin itu, ia menangis dan memegangi dadanya. Lalu ibu tersebut di dudukan di kursi dihadapan audience dan saya membacakan beberapa ayat al Qur’an dari surah al baqarah 148 dengan niat untuk memanggil peminpin jin dalam tubuh tersebut. Dan jin dalam tubuh ibu tersebut bicara, jari kirinya menunjuk kearah gunung kinabali di negeri sebelah dan berteriak “Ifriiiiiiiittttt…ifriit..ifriit!!!”

Setelah itu tubuhnya bergetar selama beberapa detik kemudian dia tenang, dan saya bertanya kepadanya: “Mana ifritnya?”

“Dia sudah lari ustad!”

“Lalu ngapain dia datang kemari?”

“Dia datang hanya untuk melepas ikatan saya”

“Baik, dan sekarang kamu bebas?”

“Iyah..” Jawabnya

“Ya sudah, Allah telah menolong kamu. Sekarang saya ambil sumpah kamu untuk keluar dan tidak pernah lagi masuk kedalam jasad siapapun selepas ini hingga kematian kamu” Lalu saya mengambil sumpah untuk jin itu dan ia keluar melalui mulutnya tanpa sentuhan.

Atau kisah ust. Perdana Akhmad Lakoni bersama pasiennya yang bisa disaksikan di youtube. Setelah ustad membacakan ayat-ayat al Qur’an, kemudian ibu tersebut diperlihatkan bahwa didadanya ada lipan dan ustad membimbing ibu tersebut untuk mengambil serta membuangnya. Namun ibu tadi tidak mampu dan akhirnya ustad meminta suaminya untuk melakukan dan mengambilnya, alhamdulillah ibu tersebut merasa lega hanya beberapa menit dari saat itu. Kemudian ibu tersebut disuruh melihat apa yang menyakiti di punggungnya, dan ternyata dia melihat ada seekor kalajjengking hitam yang melintang di punggungnya. Dengan bimbingan suaminya membuang kalajengking tersebut. Dan ustad bertanya kepada ibu; “Gimana sudah bersih semua?”

Ibu tersebut menjawab dengan jawaban yang mengejutkan saya yang memegangi mic saat itu, juga sekitar seratusan audience yang menyaksikan. Ibu itu berkata; “Masih ada anak-anaknya ustad!” dan selanjutnya, si baca mengusapkan tangannya lagi.

Nah kemudian, hamba-hamba Allah yang dirahmati. Lalu bisakah semudah mengusap tangan untuk mengobati penyakit sihir menahun ini? Pembahasan untuk hal ini memang sangat panjang lebar, dan saya telah mengonsepnya dalam pelatihan dua hari satu malam. Namun tehnik mengusap ini perhan dicontohkan Rasul saat menjenguk orang sakit, saat beliau sakit dan bahkan setiap saat seblum beliau tidur. Dan bahasan ini tidak dibahas kecuali di level 2 atau dipelatihan lanjutan, jika kondisi mental peserta memungkinkan..

Nah kemudian, setelah saya secara pribadi analisa, ternyata memang banyak celah bagi syaitan untuk masuk ketika melakukan tehnik ini ketika dilakukan orang yang awam terhadap talbis atau tipu daya iblis. Jadi tehnik ini sangat beresiko, sama dengan tehnik diplomasi dengan jin.

Untuk menghindari kesalahan/tipuan dari jin ini, kita harus hati-hati dalam melakukannya. Barangkali beberapa point berikut ini bisa dilakukan untuk menghindari tipu daya mereka:

1. Jangan pernah melakukan tehnik ini sebelum melakukan ruqyah (membacakan ayat-ayat ruqyah kepada pasien selama 30 menit hingga satu jam) untuk melemahkan syaitan yang ada di dalam tubuhnya.

2. Lakukan proteksi atau perbentengan sebelum melakukan tehnik ini dengan melakukan hal berikut:
– Berwudhu
– Baca ta’awudz
– Baca Ayat Kursi untuk melindungi lokasi ruqyah.
– Baca al falaq dan an nas untuk melindungi jiwa kita dan pasien.
– Bimbing pasien untuk melakukan usapan 3Qul.

3. Ajak pasien berdo’a kepada Allah agar pasien diperlihatkan buhul sihirnya.
Misalkan dengan mengatakan padanya; “Pa, ikuti saya. Kita akan berdo’a kepada Allah. Ya Allah, perlihatkanlah kepada hamba-Mu yang terdzalimi ini, buhul-buhul sihir atau ikatan-ikatan yang syaitan buat untuk menyakiti hamba dan beri kekuatan untuk menghancurkannya!”

Lalu bacakan ayat Al Anam 103, dan tiupkan ke wajah pasien dan tanya apa yang dia lihat. Kalau Allah belum memperlihatkannya, maka bacakan surah Al Baqarah 257 dan apa yang terjadi.

4. Ketika raut wajah pasien mulai berubah, maka perhatikan baik-baik. Apakah itu dirinya atau jin dalam dirinya. Ini perlu keahlian khusus, untuk menentukan apakah ini manusia atau syaitan yang meraksukinya.

Untuk memastikannya, bisa dilakukan beberapa cara;
– Bacakan surah al Kafiirun, atau ayat-ayat yang berkisah tentang azab semisal an Nisa 44, Al Mulk Ayat 5, Fushilat 19-20, Fushilat 28, 29, 30 dll dan arahkan untuk menyerang dia. Jika itu jin kafir, maka dia akan berteriak dan terlihat kedustaannya.

– Bisa lihat dari mata dan raut wajahnya, selayaknya pendusta dikalangan manusia.

5. Untuk menghindari kedustaan jin ini, upayakan jika pun harus diplomasi setelah jin iu babak belur dan mulai sekarat.

6. Setelah pasti yang bicara itu manusia, baru tanya tentang apa yang dia lihat. Insya Allah itu adalah petunjuk dari Allah subhanahu wa ta’ala.

7. Yang harus ditekankan adalah JANGAN BICARA DENGAN JINnya, TAPI BICARALAH DENGAN JIWA MANUSIAnya. Jika bicara dengan jin dan memintanya untuk menunjukan buhul, tentu kita termasuk meminta bantuan kepada jin. Dan ini, tidak usah dilakukan jika kita beriman kepada Allah dan mencukupkan diri dengan-Nya.

8. Jika ada jin yang ikut campur dan kita tau, maka usirlah dia. Karena kebanyakan mereka dusta.

9. Batasi tehnik ini, seputar ikatan atau buhul saja. Dan bicaralah seperlunya, jangan sampai berjam-jam bicara untuk menggali informasi umum karena dikhawatirkan kita terjebak.

10. Jika memang terpaksa bicara dengan jin, dan jin itu ingin menunjukan buhulnya baik yang berbentuk sihir ataupun dzahir suruh dia mengambil dan menghancurkannya sebagai bentuk hukuman atau tanggungjawab karena dia telah menaruhnya.

Mengenai kasus diatas, tentang mayat yang dimutilasi dan dikubur dikelas, tentang jin penglaris dll. adalah bukan fokus kita lagi, bahkan syaitan dalam diri siswi tersebut sengaja memalingkan kita kepada kasus lain dan melupakan kasusnya.

Adapun mengenai diplomasi dengan jin, saya lebih senang menghindarinya dan cukup bacakan ayat-ayat untuk menyiksanya 1 hingga 2 jam hingga mereka benar-benar Allah kalahkan!

وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى