Menu Close

Menggapai Keridhoan; Rejeki Ruhani

“Tolak ukur masalahnya bukan diberi atau tidak, tapi diridhai atau tidak”. Kalau sekedar diberi atau tidak orang kapir pun diberi, bahkan mereka diberi lebih banyak secara materiil.

Makanya seorang muslim sepantasnya berharap lebih tinggi dari sekedar diberi, pandai mensyukuri tidak sekedar rejeki materi tapi juga rejeki ruhani berupa hidayah, nikmat iman dan nikmat dalam kesabaran.

Maka yang harus kita gapai adalah bukan setumpuk rejeki tapi sebongkah keridho’an-Nya yang akan mengalirkan rejeki dan kemudahan dari berbagai arah.

Apa sich yang engga buat Allah ketika ia sudah ridho kepada Hamba-Nya? Bukankah kekasih duniamu saja akan memberi segalanya ketika hatinya sudah ridha kepadamu?

Allahuakbar!
Masih ingatkah tentang sebuah analogi mengejutkan dari Insan Paling mulia yang diriwayatkan Imam Ath Tirmidzi dari Sahal bin Sa’ad as-Sa’idi radiyallahu anha, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Andaikata dunia ini di sisi Allah dianggap menyamai – nilainya – dengan selembar sayap nyamuk, sesungguhnya Allah tidak akan memberi minum seteguk airpun kepada orang kafir daripadanya.”

^_^ Yuk sederhanakan lagi cara kita berfikir untuk bahagia sejak dini sebelum usia menemui kita dihari senja. Dan..

Salam Bahagia,
LiveBroadCasting
Nuruddin Al Indunissy Note on BB
PIN: 3275BCE5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.