MENUNTASKAN SISA-SISA SIHIR

Bismillahirrahmaanirrahiim. Semoga ini menjadi ilmu dan kemudahan untuk sahabat mukmin dimanapun berada, yang yakin dan memegang teguh tali sunnah untuk memusnahkan belenggu sihir di qalbu saudara-keluarga atau diri kita sendiri.

CLOSING atau penutupan saat ruqyah adalah hal yang essential atau sangat penting sekali, sama halnya dengan OPENING atau pembukaan yang didalamnya terdapat konsultasi dan pengkondisian pasien sebelum diruqyah. Nah, closing ini adalah pengkondisian pasien setelah diruqyah hingga jin yang sudah keluar tidak mau masuk lagi.

Dalam closing, ada 2 hal yang harus diperhatikan. Yang pertama adalah menuntaskan sisa-sisa sihir dan mengaktivasi pagar ghaib. Opening dan CLOSING ini adalah yang membedakan antara ruqyah konvensional/passive dan ruqyah Aktif. 2 Hal ini juga yang membedakan ruqyah komersial dan ruqyah ibadah, bahkan ini membedakan ruqyah dukun dan ruqyah syariyyah.

Dalam ruqyah komersial, setelah dibacakan ayat > muntah-muntah, dikasih kertas ruqyah mandiri dan selesai. Pasien pulang, jika terasa lagi besok maka kembali lagi dengan peruqyah yang lain? Inilah awal fitnah orang TIDAK PERCAYA DENGAN RUQYAH. Inilah kebodohan sahabat kita yang terlalu mencintai dunia hingga menciptakan mekanisme yang memberatkan ummat.

Kenapa jin balik lagi?
Karena ruqyah tidak tuntas.

Bagaimana menuntaskannya, bukankah kita hanya berikhtiar dan Allah yang menyembuhkan?

Subhanallah benar sekali. Kesembuhan itu dihasilkan dari kesungguhan peruqyah dan yang diruqyah, hingga kehendak Allah sejalan dengan kehendak kita.

Ini adalah tentang tehnik yang kesemuanya muncul dari ilmu dan pengalaman bagi mereka yang mau membuka hati dan belajar.

Baik, menuntaskan sisa-sisa sihir adalah menyelesaikan sessi ruqyah terakhir yang menjadi rahasia kesuksesan ruqyah dan jin tidak kembali lagi.

Caranya sederhana sekali; kita harus interaktif dengan pasien. Misalkan menanyakan secara frequentif (berkala) dimana rasa kedutan, kesemutan, dingin, pegal, panas atau yang sakit?

Jika pasien mengatakan di pergelangan telapak tangan atau kaki. Maka dapat dipastikan JIN SUDAH KALAH dan mencari pintu untuk KELUAR. Mohon catat ini baik-baik.

Sering saya mendapati jin itu sudah merapat ke telapak tangan atau pergelangan tangan padahal ruqyah baru mulai. Biasanya ini jin cengeng atau jin lemah. Entah jin dari got atau tong sampah yang iseung nempel di tubuh manusia.

Jika sudah mendapati tanda itu ada di tangan, biasanya, tanda yang sering muncul tangan pasien menjadi dingin dan warnanya berubah menjadi hitam! Saya punya video rekamannya tentang hal ini.

Jika sudah melihat tanda itu maka sigaplah, segera blokir dia dari sikut atau pergelangan tangan agar tidak naik lagi ketubuh. Blokir dengan membacakan surah yasiin ayat 9 tiupkan ke telunjuk dan lingkari sambil baca “la hawla walaa quwwata illa billah” lalu tiup dan afirmasi do’a bahwa kita meniatkan untuk menguncinya.

Setelah itu tarik pakai surah Al mukmin ayat 115:

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لا تُرْجَعُونَ
Artinya: Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

Atau surah An Naml ayat 30-31

إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Artinya: Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi) nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 31:
أَلا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ
Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang berserah diri”.

BUKTIKANLAH WAHAI HAMBA ALLAH!
BUKTIKANLAH WAHAI PRAJURIT-PRAJURIT ALLAH..

Hal ini akan menjadi kemudahan untuk kaum muslimin, jadi untuk jin-jin lemah kadang kita bisa meruqyahnya sambil makan bakso atau nulis buku. Cukup putarkan mp3 dari laptop atau dari hape kita dan tunggu hingga ia turun ke tangan baru tuntaskan. Namun ini untuk beebrapa kasus saja.

Ini adalah salah satu kesuksesan ruqyah yang ditulis di buku Rehab Hati Qur’ani NAI 2013.

Berikutnya adalah mengaktifkan Benteng Ghaib.
Hal ini sudah dibahas dalam pelatihan-pelatihan rehab Hati Quranic Healing. Hanya 4 tahap sederhana.

Jika kita analogikan, benteng adalah sebuah tempat perlindungan dari serangan-serangan musuh. Semakin kuat dan kokoh benteng yang kita bangun maka jelas kita akan lebih aman berada di dalamnya dan sebaliknya apabila benteng itu lemah maka tidak hayal lagi siapa yang ada didalamnya dia akan hancur.

Karena pada intinya hati manusia itu lemah, dan Allah lah yang menjaganya. Maka mohonlah perlindungan kepada Allah dengan cara yang benar. Bukan dengan menduakan-Nya.

1. MEMALINGKAN WAJAH DARI DOSA
Mengajak pasien untuk mengindari dosa-dosa besar yang menjadi pintu masuk syaitan, atau hal yang membuat benteng kita rusak.

Rasulullah saw bersabda; “Ketika kalian keluar rumah bacakan ‘Bismillahi tawakaltu Ilallah, la hawla walaa quwwata illa billah” maka Allah akan menurunkan malaikat untuk melindungimu dan syaitan akan menjauhimu”.  (Al Hadits)

Artinya ketika kita berbuat ingkar kepada Allah, malaikat itu pergi dan syaitanlah yang datang.

2. MENGHINDARI & MENJAGA 10 HAL

– Menghindari Syirik dan meneggakkan Tauhid.
– Silaturahim dg OrangTua, saudara dan muslim pada umumnya.
– Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah, jangan mengeluh.
– Jangan sombong dengan Merasa aman dari ancaman Allah.
– Menghindari Zina
– Meneggakkan Shalat 5 Waktu
– Mencegah diri dari memakan Harta Haram
– Menanggalkan berbagai baju kesombongan dan & Riya
– Cinta Dunia > Galau
– Jangan menipu diri dengan Bid’ah.

3. EMPAT PRISAI GHAIB

– Baca Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naass 3x sehabis Subuh dan Setelah Magrib juga sebelum tidur.
– Baca Ayat Qursi dan Perlindungan; semisal “A’udzubikallimatillahit tammati minsyarrima kholak” dan Kalimah “Bismillahi laa yadhurru ma asmihi syai un fil ardi wala fissamai wa huassami’ul ‘Aliim” 3x setelah subuh dan maghrib.
– Baca “basmalah” dalam 5 kondisi; Masuk rumah, sebelum makan, sebelum membuka pakaian, sebelum masuk toilet dan berhubungan suami istri.
– Membaca Asma Allah dalam 3 kondisi; saat Marah, Sedih dan Takut. Ketika marah baca “Ta’awudz”, ketika sedih baca “Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun” ketika takut baca “Allahumma ‘audzubika min sururihim wa naj’aluka fi nukurihim”.

4. MEMAGARI TUBUH.

– Bacakan surah Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, An Nass dan ayat Qursy, dan surah Yaasiin ayat 9, lalu tiupkan ke 2 telapak tangan kita sambil duduk khusyuk menghadap kiblat. Perhatikan, baca al fatihah lalu tiupkan, al ikhlas lalu tiupkan terus begitu hingga selesai.

– Usapkan keseluruh tubuh sambil afirmasi do’a; “Ya Allah ya Mukmin ya Muhaimin, wahai engkau yang maha menjaga dan mengamankan hamba-Nya, lindungilah aku dengan perlindungannmu yang sempurna. Ya Rabb, butakanlah penglihatan setiap jin yang mengintai hamba dan butakan mataku dari melihat merka. Aamiin..

Terus bacakan ulang-ulang sambil mengusapkan kedua telapak tangan ke wajah 3 kali, seluruh rambut dari dahi hingga ke pundak 3 kali, usapkan dari dada hingga ujung kaki 3 kali, usapkan dari tumit hingga ke pundak masing-masing 3 kali juga.

5. RUQYAH MANDIRI.
Menyarankan pasien untuk ruqyah mandiri, ada 6 tehnik dan ini sudah ditulis di postingan sebelumnya. Bisa diakses kembali di website saya; www.nai-foundation.com

Akhi, ada haditsnya ga? 🙂
Untuk menjawabnya, silahkan datang ke kantor RH agar saya jelaskan. Atau datang di pelatihan kami karena penjelasan keseluruhan tentang ruqyah ini tidak cukup satu pertemuan.

SELAMAT MEMBUKTIKAN IKHWATAL IMAAN!

Salam Tauhid,
Nuruddin Al Indunissy