Menu Close

“Muhasabbah di Lautan Cemburu”

Hati manakah yang tak pernah tersentuh lintasan cemburu, adanya laksana sebuah gejolak bergemuruh yang mampu mengubah cinta menjadi murka – namun pernahkah terlintas dalam benakmu, jika RABB Yang Maha Mulia Allah Azza wajala cemburu kepadamu?

ღبِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيღ
Saya mulai dengan salam dari Syurga, Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Semoga Kesejahtraan, Shalawat serta salam selalu tercurah kepada kekasih Alam ✿ܓMuhammad Rasulullah Shalallahu ‘Alahi wassalam beserta keluarga, sahabat, dan pengikut yang setia dengan Assunahnya hinga akhir Jaman.

Sederhana, lihatlah ketika kekasihmu cemburu..
Perhatikanlah dahsyatnya rasa yang hampir saja meruntuhkan dinding cinta dihatinya.
Bahkan kamu tidak mengenali lagi pribadi kekasih yang begitu engkau kagumi itu? Ia benar benar lupa sebab apa munculnya rasa cemburu itu, ia tak sadar lagi bahwa rasa cemburu itu hanya timbul dari refleksicinta-nya kepadamu?

Kekasih macam apakah namanya…
Jika ia membiarkan sosok yang ia cintai terus menerus dibakar rasa cemburu?

Ketahuilah, Allah Azza wajala pun Cemburu.

Aisyah Radiyallahu Anha mengisahkan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam pernah berkhutbah dengan begitu menggebu gebu, matanya memerah laksana panglima perang sedang menyeru pasukannya. Saat itu terjadi gerhana matahari, setelah shalat bersama sahabat, beliau saw berdiri dalam mimbar dan berpesan panjang, diakhir khutbah itu Rasulullah menyeru:

“…Hai umat Muhammad, tidak seorang pun lebih cemburu daripada Allah, bila hambanya, lelaki maupun perempuan, berbuat zina. Hai umat Muhammad, demi Allah, seandainya kalian tahu apa yang kuketahui, tentu kalian banyak menangis dan sedikit tertawa. Ingatlah! Bukankah aku telah menyampaikan”. (Shahih Muslim No.1499)

Cemburu adalah kejujuran, tentang suasana yang menuturkan sempurnanya sebuah Cinta.
Al-Baihaqi dan Ibnu Babawih meriwayatkan dari Rasulullah saw bahwasannya Cemburu (dalam logika wajar dan pada haq-nya) itu adalah bagian dari Iman. Hingga suami cemburu ketika istrinya dipandang lelaki lain,..

Cemburu adalah jelmaan dari fitrah manusia yang tertanam cinta dihatinya,
Adalah Aisyah radiyallahu anha, kekasih terpilih Rasulullah shalallahu alaihi wassalam – salah satu Ummul Mukminin yang menghafal dan meriwayatkan ribuan Alhadits dengan segala kecerdasan intelegensi dan kemuliaan akhlaknya pun sering dihinggapi perasaan cemburu.

Aisyah radiyallahu anha pun cemburu ketika Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam menyebut nyebut nama Khadijah radiyallahu anha suatu ketika .. padahal Khadijah telah tiada dan tidak mungkin merebut kembali kekasihnya?

Cemburu adalah jelmaan dari fitrah manusia dan bukan salah satu Sifat Allah Yang Mulia Yang Sejati-Nya tidak sama dengan mahluk Nya.

Kata “Cemburu” dalam Hadits tersebut adalah diksi indah yang dipilih Rasulullah saw untuk melukiskan sebuah hebatnya sebuah ilustrasi rasa, kata indah yang berkali kali Rasulullah Shalallahu’ Alaihi Wassalam utarakan untuk mendeskripsikan sebuah suasana bahwasannya Dzat Maha Pencipta Allah Aza Wajala yang menggenggam Cinta adalah Cemburu pada sebuah situasi atas hambanya.

“..tidak seorang pun lebih cemburu daripada Allah, bila hambanya, lelaki maupun perempuan, berbuat zina”…

Betapa ngerinya kata kata mulia beliau ini..
Hingga para sahabat saat itu masing masing menutup wajahnya dan menangis..

MEREKA MENANGIS…

Bergetarkah hatimu saudaraku. .

Lupakanlah kata kata Halal dan Haram,
Lupakanlah kata kata dosa jika fikiranmu bosan mendengarnya..

Bayangkanlah saja satu kata
Satu kata yang mungkin menyentuh hatimu.
Cemburu. Ketika RABBmu Cemburu kepadamu. .

Cemburu adalah suasana diam yang terpendam.

Ketika Allah Azza wajala Cemburu, atas kemurahan Nya murka itu tidak begitu saja berubah menjadi Murka yang diturunkan menjadi Azab dari langit ke Bumi.

Allah aza wajala yang Maha Pemurah, pengasih dan penyanyang telah melebarkan sayap sayap kemaafan Nya.

“Sesungguhnya Rahmat-Ku mendahului Murka-Ku” (hadits Qudsi)

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan dari Rasulullah s.a.w. bahwasannya Allah telah menciptakan RAHMAT itu sebanyak seratus bagian, satu bagian diturunkan kebumi dan sembilan puluh sembilan lagi ditahan. Dari SATU RAHMAT yang satu bagian itulah makhluk di bumi dapat saling sayang-menyayangi, sehingga seekor binatang buaspun pasti mengangkat kakinya dari anaknya karena takut kalau akan mengenai -menginjak- anaknya itu. Allah mengakhirkan yang sembilan puluh sembilan kerahmatan itu yang dengannya Allah akan merahmati hamba-hambaNya pada hari kiamat.

Hadits senada juga diriwayatkan Salman al-Farisi r.a., katanya:
“Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah itu memiliki seratus kerahmatan, maka diantara seratus itu ada satu bagian kerahmatan yang dengannya sekalian makhluk dapat saling kasih-mengasihi antara sesamanya, sedang yang sembilan puluh sembilan untuk hari kiamat nanti.”

Dalam riwayat lain disebutkan:
“Sesungguhnya Allah itu di waktu menciptakan semua langit dan bumi, diciptakan pula olehNya seratus kerahmatan, setiap -satu- kerahmatan itu dapat merupakan tutup yang memenuhi alam diantara langit dan bumi. Kemudian dari seratus tadi yang satu kerahmatan dijadikan untuk diletakkan di bumi, maka dengan satu kerahmatan inilah seorang ibu dapat mengasihi anaknya, binatang buas dan burung, sebagian kepada setengah yang lainnya. Selanjutnya apabila telah tiba hari kiamat, Allah akan menyempurnakan dengan kerahmatan ini -yakni dilengkapkan menjadi seratus penuh.”

Itulah kemurahan Allah Azza wajala
Namun demikian, itu tidak berarti kita berkesempatan untuk terus membangkang dan bergelimang dalam lembah dosa, karena dosa tetap dicatat

Bermuhasabahlah!

Sampai kapankah diri ini akan membiarkan Allah cemburu?
Sampai kapankah aurat itu terus dibiarkan terbuka tanpa ada usaha ingin menutupinya..
Sampai kapankah perintah perintah Nya itu terus diabaikan..

Rasulullah saw bersabda;
“Sesungguhnya Allahpun cemburu dan orang yang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah, yaitu jika orang mukmin melakukan apa yang diharamkan”. (Bukhari, Muslim)

Rasulullah saw bersabda;
“Tidak ada seorangpun yang lebih menyukai pujian daripada Allah maka oleh karena itulah Dia memuji Zat-Nya sendiri. Dan tidak seorangpun yang lebih cemburu daripada Allah maka karena itu Allah mengharamkan perbuatan keji” (Bukhari Muslim)

Betapa menyedihkan jika selama ini merasa diri beriman,
Tetapi membiarkan Dzat yang di imani itu Cemburu..

Bukankah itu gombal..
Iyah, itu kemunafikan…
Dan ancaman kemunafikan adalah Jahannam..

Bukankah itu kemunafikan?
Bukankah Jahannam itu bagi orang orang munafik ?

Apa sekiranya yang difikirkan kekasihmu…
Jika ia menyuruhmu menutup auratmu karena ingin memuliakanmu lalu dirimu dengan ringan berkata “Insya Allah…” dan kamu tetap begitu.

Apa sekiranya yang difikirkan kekasihmu…
Jika ia menyuruhmu menutupi tubuhmu karena cinta-nya kepadamu, lalu kamu dengan santai menjawab: “Aku ingin kerudungi hatiku dulu… ”

Fikirkanlah..
Sedangkan dirimu terus terbuai lalai dengan duniamu..
Kamu lalai dari mengingatnya, kamu melupakannya…
Dirimu terus membuatnya cemburu…

Apa sekiranya yang akan kekasihmu fikirkan jika dirimu terus menerus membuat kekasihmu cemburu.. padahal kamu berkata mencintainya? Padahal kamu hanya bisa bersandar dan meminta tolong kepadanya?

Wajarkah jika kekasihmu murka dan meninggalkanmu?

Pahamilah bahwasannya, besarnya rasa Cemburu itu berbanding lurus dengan besarnya Cinta bahkan bisa melebihinya.

Pahamilah bahwa Tuhanmulah yang paling besar rasa Cinta-Nya melebihi siapapun.

Dialah yang telah menakdirkan salah satu ribuah sel sperma dari ayah kita bertemu dengan sel telur ibu kita. Lalu sel telur itu dibuahi, menjelma menjadi segumpal daging lalu ditiupkan ruh kedalamnya hingga janin itu bergerak gerak…

Atas Cinta-Nyalah janin itu terlindungi dan tumbuh didalam Rahim hingga ia terlahir ke Dunia dengan lemah. Lalu Allah menguatkan tulang tulangnya, memberi bayi itu mata yang indah, pendengaran yang sempurna, tangan untuk membela tubuhnya, kaki untuk berjalan dan semua indra indra.

Atas Cinta-Nya lah kemudian makanan itu didatangkan melalui tangan tangan yang Dia kehendaki… Hingga bayi itu tumbuh menjadi Anak, menjadi remaja dan dewasa…..

Atas kemurahan Nya lah..
Sesosok manusia yang kemudian Membangkang itu tetap terbangun dipagi hari..

Maha suci Allah..
Dia lah yang Maha Pemurah, yang telah memberi kesempatan dengan membangunkan kita kembali, membangunkan hamba hamba Nya disetiap pagi agar mereka beribadah kepada Nya..

Dia lah yang Maha Pemaaf yang tetap membiarkan kekafiran dan kekufuran terus menodai Bumi-Nya yang indah, hingga masa yang ditentukan..!

Bergetarkah hatimu saudaraku..

Jika hatimu masih mengeras..
Maka sesungguhnya, itulah hati yang kebal hidayah..
Hati yang berpaling saat hidayah menyapa..

Maka jangan salahkan siapapun ketika musibah demi musibah itu terus menderamu. .
Tak ada alasan untuk mengeluh saat bencana itu tanpa henti,..

Bermuhasabahlah..

Mungkin diri ini terlalu bodoh dan acuh tak acuh..
Hingga membiarkan kekasih yang mencintai kita selamanya itu cemburu kepada kita dalam masa yang tak terhitung lagi..

Semoga menjadi muhasabah diri.
Untuk diriku sendiri dan sesiapa saja yang di izinkan Allah untuk membacanya.

Kita memang harus segera memahami kecemburuan Allah azza wajala yang telah di informasikan Rasulullah shalallahu alahi wassalam, agar kita bisa menghindarinya.. sebelum cemburu itu berubah menjadi Murka..

Sebelum murka itu menemui kita di Neraka.
Semoga menjadi lilin penerang menuju taubatannasuha, satu satunya jalan kembali.

Kembalilah..
Sesungguhnya Tuhanmu menanti di pintu taubatannasuha..
Takutlah..

Rasulullah shalallahu’ alaihi wassalam bersabda;
“Ketika tubuh seorang hamba BERGETAR karena takut kepada Allah, maka berguguranlah dosanya seperti gugurnya dedaunan dari pohonnya”

Catatan “Menuju Taubatan Nasuha” Bisa disimak di postingan sebelumnya.

Astaghfirullahaladzim..
Allaadi Laa ilaaha illallahu. Huwwal hayyul qayyuum wa atubu Ilaih..

NURUDDIN AL INDUNISSY
RIYADH 2011

2 thoughts on ““Muhasabbah di Lautan Cemburu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.