Menu Close

RUQYAH ANAK INDIGO & HYPERACTIVE

“Do’a adalah senjata umat muslimin”, kekuatan do’a tidak hanya pada ketajamannya saja (lafadz ayat & do’a) namun juga kelihaiannya dalam memainkannya (cara & waktu), kekuatan tangannya (keyakinan) dan jika tak ada penghalang (hijab/dosa/syirik) maka senjata do’a itu akan menembus dan meluluhlantakan kekuatan sihir yang ghaib dengan kekuatan dari Yang Maha Ghaib”.

Ikhwah fiddin, sahabatku yang dijalanan Islam yang diridhai Allah!
Salam bahagia untuk anda dan keluarga, mari kita senantiasa memuji Allah atas kesempurnaan penciptaan dan AlQur’an yang mengagumkan sebagai cahaya yang akan menuntun siapa saja yang ingin kembali kepada fitrah. Anda sedang membaca artikel yang tepat. A SelfHealing Qur’ani for Kids.

Ruqyah itu mudah, jika sesuai sunnah dan memurnikannya. Ruqyah Syar’iyyah adalah sebuah visualisasi dari tenaga ilahiyyah yang terpancar ketika Al Qur’an dibacakan dengan keyakinan, keikhlasan dan bersungguh-sungguh mengharapkan pertolongan Allah untuk meluluhlantakan kekuatan sihir yang mencuri kebahagiaan haqiqi seorang muslim, memperkosa fitrah untuk mendekat kepada Allah, untuk berketurunan dan mempertahankan diri.

Ketika syaitan tidak mampu lagi mengganggu kita, maka dia akan mencari siapa saja yang lemah imannya di kalangan keluarga kita, termasuk anak yang memang secara mentalitas dan ruhaninya belum kuat. Baik karena pendidikan akidah dan spiritual yang kurang atau karena prilaku orang tua yang menyimpang dari syari’at, semisal memiliki perjanjian dan kerjasama dengan jin dimasa lalu demi mendapatkan kesaktian ataupun hal lain.

Sahabat fiddin..
Kenapa Allah mengizinkan hal ini terjadi?
Subhanallah, walhamdulillah. Gangguan jin, sihir dan ain pun sejatinya adalah ujian. Jika kita mampu bersabar hingga langkah terakhir menuju pintu syurga, tentu saja itu lebih baik, bahkan Rasulullah Saw mengabarkan bahwa penghuni syurga pun iri kepada hamba Allah yang diberi ujian sakit dan bersabar karena derajat mereka sangat tinggi di syurga nanti. Sungguh tidak ada tandingan bagi hamba Allah yang sabar, karena mereka disayang Allah di Dunia dan Akhirat. Hanya saja, adalah beda ketika Allah menyayang kita di akhirat nanti dan di dunia ini.

Ketika Allah menyayangi kita di dunia ini, ia akan memberikan kita cahaya pengetahuan untuk menyadarkan kita tentang diri kita sendiri dan tuhannya. Ketika Allah menyayangi kita, kita akan dibimbing untuk mendekat kepada-Nya dengan berbagai cara hingga kita benar-benar sadar dan bertekuklutut menyerahkan diri kita kepada Allah. Disanalah dinding kesombongan dihati kita runtuh. Termasuk dengan musibah ini..

Yah, tentu saja anak kita sakit kita pun ikut serta merasakan sakitnya. Bahkan hati seorang ibu lebih terluka ketika anak terbaring, bahkan suatu ketika mungkin ia berdo’a “Rabb, timpakan saja sakit anaku ini kepadaku!!?”. Begitulah orang tua yang keliru, padahal musibah yang menimpa keluarganya itu adalah satu paket ujian untuk dihadapi bersama di dunia ini. Dan berbicara tentang sihir, kita tidak bisa menjangkaunya dengan pengetahuan kedokteran atau secara anatomi biologis saja karena teknologi jin tidak bisa dijangkau oleh manusia. Bukan berarti jin itu terlalu hebat dan kuat, jin dan manusia berada di dua alam yang berbeda. Dan Allah menghendaki manusia untuk dekat kepada-Nya yang Maha Kuat agar ikut menjadi kuat dan memusnahkan kekuatan itu.

Ketika Allah menyayangi kita, menginginkan kemuliaan kepada kita, maka ia akan memberi kita Ilmu atau dikumpulkan dengan orang-orang berilmu hingga penyakit “bodoh”-nya sembuh, kesyirikannya sembuh, hatinya sembuh, ruhaninya sembuh lalu jasmaninya sembuh secara perlahan. Allahuakbar!

Sahabatku yang dicintai Allah..
Ketika seorang anak sakit, maka yang harus diruqyah secara syar’ie adalah ayah dan ibunya juga. Karena seorang anak masih terikat kepada sebab-akibat ibu bapaknya hingga usia balighnya atau hingga pernikahan pada anak wanita. Jadi ketika anak kita tertimpa musibah; dari sifatnya yang pembangkang, hyperaktive, sakit-sakitan, lemah akalnya, epilepsi, indigo, kelainan mental, depresi berat, bahkan hingga penyakit akut dan kelainan yang tidak terdeteksi dokter – maka sebenarnya yang harus diruqyah itu bukan hanya anak itu sendiri namun ayah ibunya. Tidak jarang ketika anak indigo (memiliki kemampuan indra ke-18 seperti bisa melihat penjelmaan mahluk ghaib, bisa meramal atau bahkan sering bicara sendiri seperti ada teman ghaib) diruqyah yang bereaksi itu ibu atau bapaknya.

Subhanallah walhamdulillah..
Diramadhan yang mulia ini, saya ingin memfokuskan bahasan kepada ruqyah anak HyperActive. Anak yang hyper ini tentu saja membuat rumah panas dan tidak nyaman, mungkin kita mengira itu hanya prilaku anak yang wajar saja. Tidak, demi Allah tidak. Ketika Hasan dan Husain masih kecil, mereka pernah naik kepundak Rasulullah saat beliau shalat dan setelah salam Rasulullah memegang pundaknya dan mendo’akannya (meruqyahnya). Ketika suatu ketika Rasulullah duduk di majlis bersama sahabatnya sekelompok anak bermain bola dan bola itu masuk ke majlis Rasul, Umar yang ada disitu marah dan mengambil anak itu. Dan Rasul menahannya, lalu mendo’akannya.

Selepas majlis itu bubar, seorang laki-laki mendekati Rasul dan berkata; “Ya Rasulallah, itu tadi adalah anak saya dan saya malu untuk mengakuinya”. Rasul menatapnya dan berkata; “Ada benda harom apakah di tubuh anak ini?” Si bapa menunduk malu, dijalan tadi anak ini melihat bola dan menangis ingin membelinya. Saya belikan, dan uang itu sebenarnya untuk makan dia hari ini. Jadi saya ambil roti dari teman saya, dan saya akan membayarnya nanti sepulang dari majlis ini”.  Nah, sahabatku.. mari kita fikirkan tentang anak kita. Apa yang akan terjadi ketika nafkah yang diberikan kepada keluarga kita itu ada harta riba dan haram didalamnya?

Pantaskah anak kita nakal, pembangkang dan hyperaktive jika ia dibesarkan dari harta Haram. Pantaskah ia menjadi anak yang menghalangi kebahagiaan malam kita seandainya ia tercipta dari seorang sperma ayah dan rahim ibu yang memiliki perjanjian dengan syaitan. Dan ketahuilah bahwa semua ilmu hitam, kesaktian instant, tenaga dalam,  kebathinan, wirid overdosis, ritual-ritual syirik (memandikan bayi diwaktu tertentu dan ritual tertentu), berurusan dengan dukun, memberi khadam penjaga dan semua hal yang berhubungan dengan jin adalah batil dan anak anda akan menjadi musibah! Ia akan terlahir dengan tangisan, tumbuh dengan nakal, besar menjadi pembangkang, dan dewasa menjadi penjahat. Ia akan menjadi malapetaka, bukan menjadi warisan yang akan beribadah kepada Allah sepeninggal kita. Semoga kita semua terhindar dari, malapetaka keluarga ini.

Alakullihal, jika hal ini sudah terlanjur terjadi. Maka kita harus segera melakukan penyembuhan dini, dimulai dari sebuah keinginan kuat untuk melakukan perombakan total dalam tatacara beribadah dan mendidik anak dari ketauladanan kita. Pengobatan beda dengan penjagaan, jika penjagaan cukup dengan do’a namun pengobatan atau pemulihan harus dengan peranaktive dan usaha aktif atau saya katakan dengan Ruqyah Aktif.

Sebelum kita melihat bagaimana meruqyah anak, mari kita yakinkan diri kita tentang karakteristik atau prilaku anak yang perlu diruqyah;

1. Usia 1-2 tahun;
Sering nangis malam hari, sering menangis jika ada di rumah dan diam ketika dibawa keluar, tidurnya gelisah dan sering terbangun dimalam hari dan sering sakit-sakitan (panas, demam, atau penyakit aneh lain).

2. Usia 2-5 tahun;
Sangat nakal, membantah sama ibu, tenaganya besar saat marah dan tidak terkendali, nangisnya teriak-teriak, tidak sopan dan rame saat ada tamu, sering memecahkan barang-barang dirumah dan sering sakit-sakitan.

3. Usia 5-10 tahun;
Sering melakukan pelecehan seksual kepada lawan jenisnya, suka mencuri (clepto), membantah sama ibu dan bapa, sering menyendiri, tidak ceria, berbicara sendiri, cepat sedih dan marah, sering mimpi menyeramkan, dan sering sakit-sakitan (pertumbuhannya tidak maksimal).

4. Usia 10-remaja.
Suka menyendiri, tidak ceria, labil, merasa rendah diri (tidak percaya diri), pesimis, introvert, malas sholat, malas belajar, suka main games hingga larut, pembangkang, sering mimpi menyeramkan, sesak nafasnya saat baca Al Qur’an, panas saat wudhu, penyakit mulai akut dan imun tubuh menurun.

5. Usia Remaja-dewasa.
Introvert/tertutup, jarang ceria, Sangat labil dan galauws, pesimis, introvert, tidak suka baca qur’an dan mendengar adzan, penyakit mulai akut dan imun tubuh menurun total bahkan hingga cacat atau menjadi penjahat.

TUTORIAL RUQYAH FOR KIDS

1. Ruqyah Bayi.

– Ambil wudhu, shalat mutlak 4 rakaat dan berdo’a minta pertolongan Allah di sujud terakhir.

– Bacakan Ta’awudz, Shalawat, Istighfar, Baca; “la hawla walaa quwwata illa billahil aliyhil adziim”, dan mulailah baca ayat Ruqyah.

Ayat Ruqyah dimaksud adalah semua ayat dalam Al Qur’an yang mengandung kisah tentang Adzab, Nikmat, Jin dan Syaitan. Ayat Ruqyah yang cocok untuk anak-anak adalah Al Fatihah, An Nass, Ar Rahman dan surah-surah indah dalam al Qur’an yang bercerita tentan kasih sayang Allah. Namun, sangat penting untuk dicatat bahwa surah Al Fatihah, Ayat Qursi, Al Falaq dan An Nass adalah satu paket ayat Ruqyah yang bisa dipakai dalam mode instant atau belum hafal ayat lain. Adapun jika ingin sambil membaca mushaf Al Qur’annya itu juga sangat baik.

– Bisa juga dengan membacakan Al Qur’an pada telapak tangan kanan kita, meniupkannya lalu mengusap-ngusapkannya ke seluruh tubuh, dimulai dari ubun-ubun, leher, dada, perut dan kakinya.

– Membacakan Ayat Ruqyah dan meniupkannya keseluruh tubuh.

– Dilakukan lebih dari 15 menit, jika menangis keras maka lanjutkan. Upayakan bacaan Al Qur’an lebih dahsyat (keras) dari suara tangisan tersebut.

– Bacakan pada segelas air.
Ambil air putih satu gelas, bacakan Al Fatihah 7 kali dan tiupkan setiap selesai baca. Jika ingin lebih dahsyat baca juga Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas, Ayat Qursy, Al A’raf 117-122, yunus 81-81dan Thaha 69. Setelah dibacakan, lalu minumkan dan usapkan atau mandikan keseluruh tubuhnya.

– Ucapkan hamdalah dan bertawakallah kepada Allah, karena reaksi ruqyah tidak selalu instant.

2. Ruqyah Anak Usia 2 – 10 tahun.

– Ambil wudhu, shalat mutlak 4 rakaat dan berdo’a minta pertolongan Allah di sujud terakhir.

– Bacakan Ta’awudz, Shalawat, Istighfar, Baca; “la hawla walaa quwwata illa billahil aliyhil adziim”, dan mulailah baca ayat Ruqyah.

– Bisa dengan membacakan Al Qur’an pada telapak tangan kanan kita, meniupkannya lalu mengusap-ngusapkannya ke seluruh tubuh, dimulai dari ubun-ubun, leher, dada, perut dan kakinya. Bisa juga dengan membacakan Ayat Ruqyah dan meniupkannya keseluruh tubuh.

– Dilakukan lebih dari 30 menit berulang, jika bereaksi keras dan menangis keras maka kendalikanlah, jangan mau dikendalikan jin. Upayakan bacaan Al Qur’an lebih dahsyat (keras) dari suara tangisan tersebut.

– Bacakan pada segelas air.
Ambil air putih satu gelas, bacakan Al Fatihah 7 kali dan tiupkan setiap selesai baca. Jika ingin lebih dahsyat baca juga Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas, Ayat Qursy, Al A’raf 117-122, yunus 81-81dan Thaha 69. Setelah dibacakan, lalu minumkan dan usapkan atau mandikan keseluruh tubuhnya.

– Ucapkan hamdalah dan bertawakallah kepada Allah, karena reaksi ruqyah tidak selalu instant.

3. Ruqyah Anak Hyperaktive dan Indigo.

Selain tutorial diatas, juga bisa dilakukan ruqyah yang lebih spesifik yang sudah saya buktikan kedahsyatannya. Lakukan langkah-langkah berikut:

1) Lakukan muqodimah Ruqyah (Ta’awudz, shalawat, istighfar, dll) seperti biasa.

2). Panggil anak dengan baik, dan ajak dia untuk bekerjasama dengan tehnik persuasi yang disesuaikan dengan usia anak. Misalkan dengan kata-kata; “Sayang, sini ayah do’akan ya…” Jangan sekali-kali berkata “Sini, kamu! Bandel pisan, diruqyah geura!” Atau dengan kata-kata kasar dan kutukan yang akan membuat situasi lebih hot.

Jika ia sulit untuk dikuasai, maka ingatlah; “Jangan mau dikuasai dan dikalahkan mahluk hina seperti jin”. Kuasailah anak kita, selamatkan agama dan masadepannya.

3). Dekap dia dengan kasih sayang. Letakan tangan kanan kita dibahu kirinya, dan telapak kiri kita didada kananya. Jika meronta maka gunakan kaki kanan kita untuk menghimpit paha dan kedua kakinya. Ingat, kuasai dan kendalikan suasana.

4). Bacakan Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas persis ditelinga kanannya.
Jika dia menangis, berteriak, meronta setelah dibacakan ayat tadi maka lakukan shock teraphy (untuk membentak jinnya) lakukan dengan yakin. Dalam tahap ini biasanya jin keluar atau melemah karena kekuatan hati kita yang yakin kepada Allah.

ShockTeraphy atau Eksekusi yang saya maksud misalnya dengan berkata; “Diamlah! ketika Al Qur’an dibacakan”, atau “Keluarlah dari tubuh anak saya wahai musuh Allah!”, “Ukhruj ya Aduwallah!” atau menguca kalimah yang menggetarkan mereka semisal; “Ya Hayyu Ya Qayyum!” Rasulullah mengucapkan kata itu saat situasi genting atau sangat butuh bantuan.

5. Setelah menenang atau terkendali, bacakan surah Al Anaam 103, Al Mukminun ayat 97-98, Al Hasyr Ayat 21, dan Yasiin Ayat 9 di ubun-ubunnya, lalu tiupkan dengan penuh kelembutan hingga meresap kedalam ubun-ubunya. Tiup juga telinganya dengan meniatkan untuk menutup pendengarannya dari mahluk halus, tiup dadanya untuk menghilangkan was-wasnya sambil membaca surah An Nass, tiup juga matanya dengan niat menutup penglihatannya dari mahluk ghaib dengan mengulangi bacaan surah Yasiin Ayat 9.

Insya Allah penyakit was-wasnya, penglihatannya, gangguan bisikannya dan penyakitnya musnah seketika! Ini ditandai dengan dadanya yang tenang, bisa ditanyakan langsung ke anak kita. Ini adalah hal mudah, yang sulit adalah step selanjutnya.

6. DIDIK DIA DENGAN BENAR DAN TAUHID SEJAK DINI.
Tentu saja, untuk mencetak anak bertauhid harus dimulai dengan ayah ibu dan guru yang bertauhid, pilihlah sekolah atau madrasah terbaik, juga lingkungan yang kondusif untuk masa depan anak kita semua.

4. Ruqyah Remaja dan Dewasa Indigo.
Ruqyah Anak Indigo sama seperti ruqyah aktif berbagai penyakit gangguan Jin. Hanya saja, untuk anak indigo harus diruqyah bersama ayah dan ibunya. Karena salah satu penyebabnya adalah adanya jin keturunan, dendam jin keturunan, perjanjian dengan jin ayah-ibu atau kakek-neneknya.

Jangan biarkan anak kita dalam kondisi indigo, atau merasa keren dan ia dianggap sakti padahal anak kita sakit karena ruhani kita yang sakit. Seorang anak bisa juga menjadi indigo karena kenakalannya yang diusukai jin, atau karena sebab tertentu semisal jatuh dari pohon yang dihuni jin, menginjak jin, akibat kesurupan dan penangannannya tidak tuntas, akibat ilmu ayah ibunya dll.

Jika tidak jelas bisa ditanyakan di comentar, atau main ke Rumah Rehab di Depok.

“Ingat, Allah memberikan kegelisahan dihati kita agar kita berubah. Dan tidak ada perubahan yang nyaman, namun karena ketidaknyamanan itulah kita dituntut untuk berubah. Ingat, Allah membuatkan jasad kita sakit agar kita tahu bahwa ruhani kita sakit, hingga kita berupaya mengobatinya. Ingat, sakitnya jasad ini tidak akan kita bawa ke akhirat, namun sakitnya ruhani kita akan dibawa keakhirat dan dihisab! Dan, sungguh lebih baik Allah murka kepada kita saat kita masih hidup di Dunia, daripada disebuah masa dimana penyealan sudah tidak berguna lagi”.

Atau tidak usah bertanya, benarkah islam saya, namun tanyakanlah kepada diri kita:

– Sudahkah kita shalat lima waktu tepat waktu?

– Dzikir subhanallah, alhamdulillah, lailahaillallah, allahuakbar 33 selepas shalat?

– Sudahkah kita membaca Hasbunallah wa nikmal wakiil nikmal maula wa nikman nasir 7 sehabis shalat?

– Lailahaillallahu wahdahu la syarikalahu lahulmulku walahul hamdu wa huwa ala kulli sayyiing qaadiir 100stiap hari?

– Meneggakkan 2 rakaat qiyamullail, minimal 2kali 1minggu?

– 10 surat al baqarah (1-5, 163-164, 255, 285-286) saat permulaan malam atau sebelum tidur?

– Surah al fatihah, al ikhlas, al falak, an nas dan ayat qursi setiap selesai shalat?

– Dhawamul wudhu setiap waktu hingga terlelap?

– Tidak mengeluh, terus berdzikir dan bersyukur?

– Ingat Allah saat marah, sedih dan takut?

– Tidak takut jin lagi dan semua hal selain Allah!!?

– Baca asma Allah, saat makan,keluar rumah, masuk mesjid, buka baju, masuk kamar mandi, berhubungan suami istri dan saat makan?

– Melepaskan diri dari ritual bid’ah, jeratan riba dan memurnikan tauhid dalam hati, lisan dan perbuatan?

– Menuntut diri sebelum menuntut orang lain dan Allah?

– Tidak kecewa dan menuduh Allah?

– Teraphy sedekah, senyum, dan tidak takabur lagi atas keshalehan dan kezuhudan diri?

Jika semua sudah, sudahkah diajarkan kepada anak kita, dan sudahkan dia melakukannya, adakah hasrat dalam diri kita untuk mendidik dia?

Jawaban paling jujur ada dalam hati kita, semoga Allah memperindah ruhani kita ramadhan ini. Jangan lupa, besok ada pelatihan ruqyah, rehab, dan buka bersama nai di Rumah Rehab @Depok.

REHAB HATI FOR FAMILY
Jika permasalahan sudah akut, dan keluarga sulit di rehab, Alhamdulillah saya ada program “Rehab Hati For Family”, insya Allah saya dan team datang kerumah untuk melakukan rehab langsung bersama keluarga besarnya. Program ini gratis, namun harus janjian 1 atau 2 bulan sebelumnya karena jadwal padat. Cek informasinya di www.nai-foundation.com

Salam Tauhid,
Nuruddin Al Indunissy
Rumah Rehab Depok

4 thoughts on “RUQYAH ANAK INDIGO & HYPERACTIVE

  1. Anonymous

    Boleh tahu no. HP kang NAI? Saya coba menghubungi seperti yang tercantum di blog quranic healing ternyata tidak bisa. Ada no. lain yang bisa dihubungi? Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.