Menu Close

Sebidang Tanah Ini

ada genangan yang sejak kemarin tertahan
tak ingin kutunjukan kepadamu dan siapapun tetesannya
karena nanar ini adalah kenikmatan yang dulu menjadi teman
di setiap bait-bait riuh tak beraturan

demi Asma-Mu yang agung
kususun satu persatu hingga ia menyatu
sungguh aku tidak tahu, apakah ini kesalahan
ataukan keserakahan seperti yang mereka kira
namun Engkau Maha Mengetahui
dan aku teduh disana
hingga ku kayuh lagi
perlahan

hingga bahtera kecil itu utuh
cukup untukku melabuhkan harap
bersahabat bercada ria
menjadi hiasan atau biasan
kuayun kayuh perlahan
dan ia membelah lautan
riak menggeletar

sebenarnya aku takut
menemuimu satu persatu
mungkin aku hina dimatamu
dan engkau kuatkan aku
lalu kita menyatu

seperti tak ada jarak dan bentangan
seperti indah bertatapan berduaan bermesraan
sesaat dan diam, ada hal yang tak pernah kukatakan
bukan takut atau keheranan
tidak..

hanya sedikit saja, disini ada enggan
enggan ku nodai kemuliaanmu dengan kehinaan

lalu kita kumpulkan perahu-perahu itu
dan kita berseru menderu-deru!
lihatlah gegap gempita menyambut

lalu sebegitu hinakah aku
ya Dzuldzjalaaali wal Ikraam….
jika mereka bersatu padu begitu kokohnya
mengembalikan kayuh-kayuhnya
diperahuku
yah diperahu ini..
di kamar ini

mereka mengayuh biduknya, senyum
mendengarku sekuat tenaga membisikan maklumat lalu
tentang gelombang kasar yang akan kita hadapi

gelombang itu memang kasar
dan kuingatkan diriku tentang tinta
tinta yang dulu pernah kugoreskan
dulu saat mereka masih berjauhan

tentang geletar ini
kukatakan pada diriku
mungkin ini bukan ujian
sekuat tenaga kuyakinkan
ini ujian… namun bukan!

ini hanya sekelumit duka
yang ditimpakan untukku
di dunia ini

atas dosaku mengajak mereka
bersatu padu mendekapkan hati
dalam satu jurang dalam dan hina ini
hingga mereka berkata-kata
hijrahlah…
hijrahlah..

hijrahlah saudaraku
tersenyumlah saudariku
titipkan salamku dihatimu
maafkan aku yang dulu mengusikmu
jangan tuntut aku dihari mahsyar nanti

jika perahuku tenggelam nanti
maka aku titipkan kepada kalian
sebidang tanah ini
jangan engkau kotori
hingga ruhku sedih
dialam sana

SALAM BAHAGIA
NAI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.