Menu Close

“Seluas Harapan, Seindah Tatapan”

Katanya banyak jalan menuju roma, koq?
Iyah dari dulu juga banyak; mau jalan kaki, lari, berenang atau terbang? ^_^

Dari dulu juga kota roma itu disana, dan gak pernah pindah;
hanya saja, ada orang yang merencanakan untuk menggapainya ada yang tidak. dan malangnya kebanyakan orang berjalan tanpa rencana, hingga ia berhenti ditempat yang tidak dia ketahui.

Subhanallah..
Allah itu baik yah, hanya kita saja yang malas bahkan tidak yakin jika kita sampai sana. Anehnya lagi, kita yang sudah yakin saja bakal sampai di negeri akhirat jarang memikirkannya.

Pantas saja kita sering mengeluh, karena kita tidak tahu arah.
Pantas saja kita kecewa karena harapan kita sempit sedangkan Allah maha luas. Kita menanam satu pohon lalu menatapnya indah, menantinya hingga ia berbuah dan sayang sekali Allah itu maha penyayang. Dia memberikan buah itu tidak hanya kepada kita, tapi juga burung-burung pencuri dan pejalan kaki..

Kita kecewa karena harapan kita sempit.
Coba berharap lebih luas lagi, lebih luas. Lebih luas lagi..
Semailah banyak benih-benih dijalanan yang engkau lalui, lalu biarkan ia berbuah ranum dan indah. Biarkan buahnya dipetik siapa saja dan luaskan harapan, luaskan harapan kepada Allah yang maha luas. Jangan hanya berharap buah dari satu pohon yang kita tanam, karena Allah memiliki banyak pohon disemesta ini.

^_^
“Bentangkan harapan dan perpanjang saja sujudnya, keterbatasan boleh membatasi langkah-langkah kita tapi tidak luasnya hati kita”. Perhebat saja niatnya, perkokoh saja do’anya dan bukalah banyak pintu-pintu ikhtiar, lalu biarkan Allah mengalirkan berbagai kemudahan melalui pintu yang Dia kehendaki.

Bukalah banyak pintu sebagai Alasan bagi Allah Yang Maha Pemurah untuk mencurahkan rezeki dan kemudahan-Nya. kemudahan tanpa batas!

Yah harapan itu tanpa batas, awan dihati kitalah yang membatasinya. Pantas saja putus asa itu dosa, bahkan Ibn Qayyim Al Jauziyyah menyebutnya lebih parah dari kematian. Jika kematian itu terputusnya ruh dengan jasad, maka putus asa adalah gambaran terputusnya ruh dengan Tuhan yang maha tinggi!

Om Farouq RR bilang, “jika Allah menutup semuaa pintu-pintu rumah tempatmu berharap maka tenanglah dan teruslah berharap, mungkin diluar sana sedang ada badai keras hingga dirimu ditahan dirumah dulu”.

Salam Bahagia
REHAB HATI – NAI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.