tentang Cinta | CH7

serial catatan tentang cinta chapter 7 ini 
Adalah serial relaksasi hati yang akan menimbulkan effect ketenangan namun “hati-hati” jangan dibaca ditempat umum atau tempat kerja, karena menimbulkan effect ngantuk yang luar biasa. [jika sedang ditempat umum, maka jangan dibaca sekarang dan baca saat sendiri dikamar]

ini adalah tentang hatimu
iyah, jika kita lihat dengan mata telanjang.
disetiap permukaan hati itu lembut, namun jika kita dekati maka kita akan melihatnya kasar dihuni bebukitan dan gunung-gunung, sungai-sungai dan rerumputan hijau sebagian putih tak tersinari.

jika engkau dekati
maka disana terlihat ada palung, teramat dalam….
dalam sekali, didalam palung itu ada goa gelap, goa yang luas sekali entah dimana ujungnya, namun disalah satu sudutnya ada cahaya, dekatilah perlahan cahaya itu….

dekati, dekati, semakin dekat…
semakin dekat. dan lihatlah! lihatlah disana ada telaga….
dari telaga itu mengalir sungai kecil, jangan injak airnya biarka ikan-ikannya tenang…dan airnya beriak, jangan menyentuhnya.. biarkan airnya utuh dengarkan saja gemericiknya. dengarkan…dengarkan saja, dengarkan dan catat dihatimu setiap gemericik itu. lalu turuti, patuhi dan ikuti lalu lakukan.

tatap dalam-dalam rangkaian kata yang kualirkan dari telaga hatiku ini, tatap dalam dalam dan dengarkan. dengarkan. .

semakin kmu menatapnya, semakin kamu bahagia.
semakin kamu bahagia, semakin kamu betah. semakin betah, semakin nyaman.. semakin tenang, semakin rindu, semakin penasaran apakah akhir dari serangkaian yang begitu indah ini.

lalu kamu berharap itu adalah sebuah ketenangan, dimana kamar tempat kamu berdiam sendiri itu sekarang mulai bercahaya. kamarmu, ya kamarmu. bukan tempat dimana saat ini kamu terduduk atau berjalan..

sekarang rasakan dua dinding-sepi hatimu mulai bergetar, di dinding itu ada bunga warna warni kebiruan. namun sebenarnya itu bukan bunga, tapi putaran kincir angin berwarna hijau kebiruan berputar-putar, berputar-putar… ah sejuknya.

kesejukan itu…
kesejukan itu mulai merebak ketepian hatimu, semakin merebak dan merasuki tubuhmu… hingga setiap pembuluh darahnya melonggar, meregang menenang, dan subhanallah….

sekarang otot-ototmu semakin longgar, semakin longgar semakin longgar dan ah.. benarkah ini terjadi? coba, coba rasakan lagi. jika tidak terasa sama sejali mungkin cara bernafasmu yang salah. coba, coba ikuti 5 detik saja.

tarik nafas dari hidung… tahan 2 detik, dalam 3 ketukan..
ya, lepaskan. tunggu dulu, lepaskan dari mulut selama 10 ketukan. ingat sepuluh ketukan, lepaskan…

lepaskan saja,
hempaskan.. hempaskan semuanya.
hempaskan semua belenggu dihatimu,
biarkan cahaya yang berputar itu semilir membersihkan flek-flek hitam yang menutupi hatimu. tarik nafas lagi dan yakinkan semua flek hitam itu hilang. itu adalah sifatmu yang dulu, sifatmu yang dulu bebal tak mau memaafkan. sekarang cahaya hidayah tengah meliputimu, dan engkau mampu memaafkan siapapun dengan gagah perkasa dan kekokohan niat untuk menjadi hamba yang mulia dengan memaafkan.

tarik nafas seperti tadi,
tarik, tahan dan lepas. hempaskan…

sekarang rasakan ruangan hatimu lebih luas.
lebih luas, lebih luas lebih nyaman lebih tenang lebih indah lebih bahagia.

ada sesuatu memancar dari hatimu
pancaran hangat namun segar, itu adalah cahaya putih hangat yang menyebar keseluruh tubuhmu

ya..
benar sekali, itu adalah cahaya ilahiyyah dalam gemericik fitrah.
baik sekarang hatimu telah menenang. namun, demi Allah, REHAB HATI ini belum selesai. karena masih ada titik-titik yang perlu direhab akar engkau benar-benar bahagia dan mengakses cahaya langit untuk engkau tebarkan di muka bumi ini. cahaya cinta tanpa batas, agar semesta ramai bertasbih memuji rabb nya.

catat….
titik itu adalah tersebar diseluruh tubuhmu, semisal sepanjang syaraf dan sumsum tulang belakang yang penuh syahwat, syaraf dan otot tenggorokan yang senang mencaci manusia, otot wajah yang susah tersenyum, otot-otot di lambungmu, dadamu, perutmu, pahamu, betis, pergelangan kaki, tangan dan jari-jarinya… dan matanya, iah matamu. syaraf-syaraf dimatamu.

Sebentar jangan ngantuk dulu.
Matamu itu bebas, tak ada sesuatu yang menggantung disetiap alisnya. disana tidak ada batu yang semakin memberatkan matamu, menarik matamu kebawah, tak ada… tidak ada.

sebentar jangan ngantuk, catat dulu..
catat dulu informasi ini; insya Allah kita akan bertemu lagi di buku Rehab Hati Session 2, dengan tema “Therapi Qurani Rehab Hati”, tahun 2013 nanti.

iyah sudah tercatat rapi..
Baiklah sekarang biarkan matamu untuk rileks..
tariklah nafas agak dalam, penuhi dadamu dengan udara segar.. lalu hembuskan..

rasakan udara sejuk menebar bening dimatamu, sejuk sekali. semakin sejuk, semilir menenang hingga syaraf-syaraf mana tenang, dan pembuluh darah disekitar mata dimanjakan. sebentar, tahan jangan sampai lelap meski kamu merasakan mata itu begitu berat, semakin berat— semakin berat. ah, jangan tidur.

cari tempat terbaik untuk istirahat, dan istirahatkanlah.
insya Allah ketika bangun nanti, engkau akan lebih tenang dan bahagia. lebih butuh lagi kepada rabbmu, lebih butuh lebih patuh.

baik, sekarang istirahatlah
istirahat satu jam saja.
tidurlah..

bayangkan seseorang yang paling menyayangimu ada disana, didekatmu memeluk hatimu dan. tidurlah. jangan lihat lagi siapa penulis catatan aneh ini. tidurlah..

Nuruddin Al Indunissy