Menu Close

THE MIRACLE OF TAUHID [RHQ CHAPTER 3-2]

Dalam pikiran mba mungkin dia akan meninggal, ummi menangis terus, ulama itu terus meludahi dia air doa itu sampai muntahnya berhenti, disekitaran terdengar gema takbir, setelah selesai ulama itu pun membuka tali tangannya dan membaringkan Aisyah, menatap, mengusap wajah dan kepalanya. Lalu Abuya menyuruh membersihkan kotoran itu, sambil tegang dan bengong saya melihat badan wajah Aisyah dalam keadaan tak sadar.

Diam-diam aku mendengar percakapan ulama itu dan Abuya, katanya; “Baru kali ini melihat orang kuat dengan gangguan Jin setangguh itu, wanita lagi, karna kebanyakan banyak yang tak mampu melawanya bahkan jadi gila”. Ulama itu lalu bertanya apa yang terjadi? Abuya pun menjawab dengan seadanya, tapi ulama itu malah senyum.

Selanjutnya aku gak tau apa yang di bicarakan, setelah hampir 2 jam lebih kami pun pulang membawa dia dengan niat mau di bawa ke rumahsakit, karena gak sadar, tapi kata ulama bawa aja ke rumah. Nanti dia bangun dengan sendirinya dan ulama itu memberikan air do’a kepada Abuya yang dimasukan kertas.

Ustad dalam hidup saya gak pernah saya menyaksikan kayak ginian. Aku yakin dosa ku tak di maafkan karena perbuatan ku ini”.NAI: Yang dimuntahkan itu jin yang telah mati. Alhamdulillah, semoga Allah memaafkanmu.

NS: Jadi cairan merah keitaman itu Jin? Bukan racunnya? Aamiin ustad saya sudah memohon ampun di sana, tapi  hingga saat ini saya masih deg-degan, karena dia belum sadar juga?

NAI: Alhamdulillah  berbaiksangkalah sama Rahmat Allah. Cairan itu bersekutu antara jin dan racun, wallahu’alam. Tapi lihat, insya Allah Aisyah akan membaik. Bahkan sembuh total dengan Izin Allah.

NS: Mudah mudahan, Aamin. Ustad kalau bener dia membaik, mba bener-benr bersyukur. Gimana cara agar dia cepat sadar yah? Ummi juga malah menangisinya.

NAI: Bacakan Syahadat dan Al Fatihah pada air, lau cipratkan ke wajahnya.

NS: Ustad, dia udah sadar sekarang. Tapi malah bengong kaya orang linglung. Kami di suruh keluar dari kamarnya. Dan saya dengar dia lagi nangis kenapa yah?

NAI: Jin itu masih ada disekitar sana.

NS: Ustad, dia bertanya; “Apa yang terjadi pada diriku semalam? Kenapa badan memar-memar seperti ini?” Apa yang harus saya jawab ustad. Apa saya jawab jujur?

June 26, 2012NAI: Jawab jujur, ceritakan juga seluruhnya apa yang terjadi di Al Haram kemarin. Katakanlah; “Berbahagialah, jarang orang yang langsung “ditangani” oleh mutawa Al Haram.

NS: Ustad saya pulang, ini lagi transit di Oman. Gak ada waktu tuk menceritakan itu, yang mba liat keadaannya makin parah. Ngamuk terus,kemarin pas saya masuk dia lagi nyekek diri sendiri pake tali, aku bantu malah balik nyekek. Makanya sama abuya di ikat ke dua tangan dan kakinya, di situlah aku hanya mencium keningnya dalam keadaan ngamuk, tak sempat meminta maap lagi.

June 25, 2012: Aisyah Nursyifa
NAI : Gmana sekarang, lemes, takut, sakit, pusing?

AN: Hari ini lemes banget, rasa takut kurang, seluruh badan sakit banget, pusing banget. Tapi merasa segar dari kemarin Alhamdulilah. Akhi, aku gagal bermunajat di haram. Karena rasa ngilu dan pusing kambuh sehingga tak tau apa yang terjadi. Mungkin memang keajaiban belum datang menyapaku.

NAI: Nanti nesha cerita, insya Allah. Ana lagi sibuk teh. Ini lagi dijalan menuju Purbalingga.

AN: Kang NAI, ternyata mba nesha pulang malam kemarin. Waktu saya gak sadar, kata ummi, pas masuk kamar saya mau pamit karena ada panggilan mendadak. Tapi saya malah mau mencekiknya, jujur saya sedih tak sempat minta maaf, karena saya tak sadar. Dia cuma menitipkan selembar kertas yang tulisannya; “Aku masih mengharapkan maafmu sepenuh hati, mba pulang akan mencari penawar itu walau nyawa mba taruhannya” Padahal saya sudah memaapkannya dan tak berharap pada penawar itu.

NAI: Masha Allah, kalian memang orang-orang luarbiasa. Kepulangannya memang saya desak, saya yang setengah memaksanya untuk mencari penawar. Dan dia mungkin berfikir untuk pulang. Apapun nanti yang terjadi, ketika engkau sembuh itu adalah keajaiban.

AN: Kenapa kang NAI memaksanya? Kenapa pula dia tak menunggu saya normal, kata Abuya jam 12 nanti ada mutawa dari Al haram semuanya 20 orang, mau meruqyah. Tapi kan saya udah tenang, iyah aku percaya keajaiban ternyata nampak di depanku.

NAI: Alhamdulillah…saya bukan memaksa tapi menekan, karena dia bilang nenek itu sudah mati jadi penawar itu tidak ada, saya fikir jika nenek itu mati JIN nya pun pada kabur. Tapi kan jinnya masih pada ganas!?

Avanza hitam yang saya tumpangi melesat meninggalkan kota Bandung, melintasi Sumedang di kemalaman. Bis telus melaju disepanjang pantai utara jawa, melintasi Cirebon, Brebes dan Tegal lalu belok arah ke selatan menuju Purbalingga. Itu adalah perjalanan pertama saya menembus ke jawa tengah dalam misi Roadshow “Rehab” Hati, Jakarta – Surabaya untuk ikut mengantarkan buku pesanan Rehab Hati langsung kepemesan istimewa. Hufh..

Malam itu seperti tersenyum, ada kebahagiaan dalam lelah itu. Baterai laptop saya habis dan tidak berbuat banyak lagi untuk menenangkan Aisyah. Malam terus larut hingga tak ku ketahui lagi, dimanakah kami saat itu. Saya terlelap, diantara hutan pohon jati yang pekat, disepanjang jalan menuju selatan itu sepertinya tidak ada lampu dan rambu-rambu jalan. Saat itu saya dikejutkan dengan hape yang bergetar di saku. Disana ada nomor yang tak asing lagi ditelingaku. Syifa… dan saya mengangkatnya dengan salam. Namun..

June 25, 2012, +966504768xxx
AN : “Kang nai.. mereka datang lagi. Aku dicekik.. Hiih.. pergi.. pergiii…”. Dari ujung telpn, terdengar AN seperti sedang dikerumuni mahluk-mahluk menakutkan. Suara tenggorokannya kaku berseliweran dengan nafas yang tersenggal. Dan darahku kembali mendidih.

NAI : “Allahurobbuna kariim.. Kalian benar-benar dzalim! Kalian benar-benar telah membangkang kepada Allah dan menantang para malaikat penjaga tanah Haram. Kalian telah menentang panah-panah api langit yang melindungi Masjidil Haram dari Kekafiran! Demi allah! Pergi! Pergi kalian semua! Atau saya bacakan kembali Ayat-Ayat pengusiran untuk membakar kalian semua!”

AN : “Hhrrrg… Hrrrgghh”. Suara syifa berubah menggeram, seperti leopard ditengah malam bertemu mangsa. Saya membenarkan posisi duduk dan memberi isyarat kedepan, untuk mengecilkan suara musik yang terdengar hingga kebelakang mobil].

NAI : “Audzubikalimatillah… Audzubikalimatillahit tammati mingkulli syarrima kholak!. Ya mahsarol Jin. Demi Allah.. Saya tidak takut dengan kalian. Saya tidak takut dengan balatentara kalian. Dan ingat, cepat pergi dan jangan ganggu Hamba Allah ini”.

AN : “Haa.. Panass. Hentikan. Hentikan”. Saya tidak mengindahkan lolongan kesakitan itu dan melanjutkan membacakan surah Al Fatihah, Al Baqarah 255 dan dilanjut dengan Al Ikhlas, Al Falaq dan Anas. Saat membaca Annas, tiba-tiba ada suara yang mengikuti bacaan saya. Dan itu adalah suara Aisyah yang saya kenal. Alhamdulillah..

Mobil itu terus melaju meninggalkan hutan jati, menuju Purbalingga. Subuh hari itu kami tiba di mesjid Agung Purbalingga dan disambut sahabat Rehab disana. Meski mata hampir memerah, tapi subhanAllah! Suasana dataran jawa tengah memang baru kali ini aku jejaki. “Ternyata tanah disini masih hijau”. Bisikku

Pagi itu kami menikmati udara Purbalingga, bercengkrama dan bertatap muka dengan sahabat yang selama ini kenal di facebook sebelum akhirnya saya istirahat dan membuka kembali laptop untuk membalasi email yang masuk hingga ketiduran sejadinya.Siangnya sempat keliling Purbalingga dan malamnya selepas Isya, meluncur ke Banjarnegara. Malam itu sekitar jam 9.30pm. Sahabat saya menyodorkan HP dan berkata; “A, syifa mau bicara sama aa”. Saya mengambilnya dan langsung keluar dari rumah.

June 26, 2012, +966504768xxx
AN :“Ini kang NAI kan?”. Terdengar suaranya menggigil, meyakinkan jika saya sedang berbicara dengannya. Saya tidak banyak bicara lagi dan langsung masuk ke mobil dan mengunci semua pintunya.

NAI : “A’udzubikallimatillah… ! A’udzubikalimatillahit tammati mingkulli syarrimaa kholaq!. Ya Mahsyarol Jin. Hey Mal’un!! Hey kalian semua, jin-jin kafir laknatullah alaiyh yang ada didalam raga Aisyah. Keluar kalian semuanya! Ukhruj ya aduwallah! Ukhruj ya aduwallah! Keluarlah kalian wahai musuh-musuh Allah!”

Setelah itu saya mulai mengulang 2 kalimah syahadat yang sangat ditakuti mereka, dilanjut dengan Al Fatihah. Dan, segala Puji Bagi Allah! Sebelum Alfatihah selesai, jin itu sudah kabur.

AN : “Alhamdulillah..“. Terdengar suara syifa menenang. Seperti terlepas dari gencatan batu besar yang menindihnya.

AN : “Makasih kang nai.. makasiih..”

NAI : “Masih ada gak?.”

AN : “Udah pada pergi kang..”. Saya kembali meyakinkan jika jin-jin itu telah pergi, saya menyuruh Aisyah untuk membaca Syahadat dan Al Fatihah. Alhamdulillah, ia membacanya dengan tartil. Itu adalah tanda jika ia telah bebas dari gangguan Jin.

AN : “Kang Nai, kata Ummi, nanti malam akan ada rombongan peruqyah dari Masjidil Haram. Semuanya 20 Orang”.

NAI : “Lho, kan malam ini udah sembuh. Alhamdulillah?.”

AN :Syifa:”Aku ga tau apa-apa. Tadi umi ngasih tahu, suruh siap-siap”.Saya hanya tertawa kecil. Setelah itu telpon terputus, mungkin pulsanya habis. Aku tersenyum lega, sepertinya para Hafidz Qur’an dari Al Haram mau menuntaskan Jin itu setelah mendengar khabar bahwa Jin pembangkang itu masih saja datang ke makkah dan menunaikan misi nenek sihir dari Madura itu, Hari berikutnya pembicaraan berlanjut di pesan Facebook lagi, bis terus melaju menuju Jogjakarta.

June 27, 2013: Aisyah Nursyifa
AN: Kang nai. ternyata jin itu sosok nya sangat menakutkan, dan kayaknya berbagi tugas. Tapi Alhamdulilah setelah ruqyah tadi, menjadi tenang dan segar dan gak ada lagi yang menindih dada saya, yang nusuk saya, yang cekik saya, mudah mudahan kabur asli. InsyaAlloh saya tidak akan mengganggu Kang NAI lagi, antum lagi ditengah kesibukan. Jadi kemarin malam dan tadi saya ruqyah di depan orang kang? Gak kebayang malunya saya.

NAI: Tadi ga ada yang tau koq, lagi ngobrol didalam rumah. Ana keluar dan masuk mobil kosong, dan hanya ada teman dan dia tidur. Silahkan telphone kapan saja jika memang sangat butuh bantuan dan tidak bisa dituntaskan sendiri, ana sedang garap ruqyah ini, jadi jangan ragu-ragu. Kemarin (pas yang pertama) jin-nya sempat nyerang juga ke sentul.

AN: Astagfirullohaladzim gara-gara saya jadi kena batunya, mohon maaf sekali atas kelancangan saya. Tapi kalian tak apa-apa kan karena serangan jin itu? Saya liat di leher saya ada bekas tali kemerah-merahan kang?

NAI: Maksudnya nyerang tubuh saya teteh, gapapa koq subuh itu sampe jam 10 saja saya lemes. Tapi gapapa koq, saya malah bahagia bisa ikut merasakan, meski sangat sedikit.

AN: Ya Alloh apa yang saya lakukan… Mohon maaf yah, alhamdulilah kalo tidak apa-apa mah. Kemarin pas ke uchi di bandung, tidak ngomong apa-apa kan? Tolong jangan ada yang dikasih tau, selain team RH di kantor.

NAI: Ga teh, waktu ketemu teh uchi mah biasa-biasa aja, kita malah ngomongin bisnis lumpia basah. Hehe

NAI: Teteh, ini pesan dari Nesha: “Ustad saya pulang. Lagi transit di oman. Gak ada waktu tuk menceritakan itu. Yang mba liat keadaannya makin parah. Ngamuk terus, kemarin pas saya masuk dia lagi nyekek diri sendiri pake tali, aku bantu malah balik nyekek. Makanya sama abuya di ikat ke dua tangan dan kakinya, di situlah aku hanya mencium kening nya dalam keadaan ngamuk, tak sempat meminta maap lagi,”

AN: MasyaAlloh mba.. Kenapa sama saya gak ngasih kabar? Kenapa kedekatan kita meski berakhir pada waktu saya gak ingat? Jujur saya sangat kehilangan, dari pertama kita kenal dua tahun lalu sampai kapan pun aku gak ada rasa benci. Yang terjadi lupakan lah, karena semua ini banyak hikmahnya.

Kang nai, bila hapenya gak galau mah saya mu nelephone lagi. Mau cerita tentang kisah lucu ruqyah tadi malam. Ada titipan “salamualaik” dari Syekh Mahmud Abdul Ghofur al Khohtoni. Beliau Mutowa Peminpin Ruqyah dari Al Masjid Al Haram. Beliau sempat bertanya tentang info kang NAI, dan maaf yang saya tau saya bongkar semuanya.

NAI: Alaikumsalam warohmatullah.. SubhanAllah!

NAI: Lucu gimana? Teh Aisyah ga mental di ruqiyah ya ? ^_^

AN: Intinya begitu, sampai mereka pada bengong dan kebingungan. Abuya pun tak percaya sama aku dan bertanya, “Apa aku berpura-pura?” katanya. Yang mereka bikin malu, mungkin karena aku sudah di ikat tangan dan kakinya. Sungguh pengalaman mengasyikan, sungguh keajaiban yang dasyat! MasyaAlloh!

NAI: Itu hanya hadiah kecil dari Allah, engkau udah punya segunung pahala disana. Dan ridha-Nya tengah mendekapmu saat ini, rasakanlah, nikmatilah. Dan, salam bahagia ukhtina. AN: Sungguh saya benar menikmatinya, akhi. Jika seandainya, nyawa ini melayang ketika aku tak sadar, apa keridhoan-Nya telah kudapatkan?

June 28, 2012: Aisyah Nuryifa
NAI: Sebelum tidur, selagi engkau sadar maka baca Al Qur’an dan dzikirlah.. Jangan ada keluhan dan kekecewaan kepada Allah yang terbawa lelap. Adapun ridho-Nya adalah rahasia, tentu Allah ridho jika kita ridho kepada-Nya.

AN: InsyaAlloh kalau saya sadar mah selalu terucap, walau dalam hati. Tapi ketika kambuh, gak tau kenapa pikiran saya lupa semuanya. Badan ini serasa ada yang mengerakan, tapi dari kemarin di bacain do’a Alhamdulilah tenang sekali, Pikiran pun terang, hati tentram, mudah-mudahan gak kambuh lagi. Oh iya ada kaka saya nelphone?NAI: Kakakmu yang di Brunai Darrussalam sudah selesai juga, alhamdulillah hatinya dilenmbutkan-Nya. Tentunya atas izin Allah, hari ini gmana?

AN: MasyaAlloh pantessaan dia nelephone bahasanya lembut. Kang NAI hebat, hatur nuhun nya? Alhamdulilah ada kemajuan, tapi bila suatu saat tak apa kan minta tolong? Jujur saya malu

NAI: Kapanpun jika ana bisa, insya Allah siap..

AN: Saya mau nanya, apa yang meninggal bisa menjenguk kita? Atau ruh kita ketemu dengan ruh nya?

NAI: Mimpi didatangi orang yang sudah meninggal itu salah satu ciri-ciri gangguan jin. Namun ingat, yang meninggal tidak bisa melakukan apapun untuk yang hidup. Perlu diketahui bahwa mimpi, itu bisa beberapa kemungkinan. “Mimpi yang baik itu dari Allah dan mimpi buruk itu dari syaitan” begitu kata Rasulullah. Kemungkinan lain adalah apa yang sering atau yang sedang kita fikirkan hingga terbawa mimpi.

AN: Semaleman saya gak tidur antara sadar dan tidak. Tiba-tiba  ada ibu dan bapak saya membuka pintu kamar seolah saya melihat langsung, dan ada kakek berjubah putih. Tapi saya tak bisa ngomong, hanya air mata yang keluar. Kake itu bilang, “Ketika dia menyerang baca ayat qursi sambil nahan napas 7 kali, kalau ibu dan ayah cuma bilang kalau kamu sabar pasti sembuh sambil kecup kening”. Apa arti dari semua itu?

NAI: Saya luruskan saja; Baca ayat qursi sambil tahan nafas itu artinya baca ayat qursy dengan benar, ayat qursy itu satu ayat jadi dibaca semuanya sekaligus. Jika bisa, jika tidak pun tak apa-apa, mungkin itu pertolongan dari ALLAH agar teteh sabar dan semakin kuat dan percaya dengan ayat ayat quran. Gimana malam ini masih tenang?AN: Setiap habis solat, saya baca pagar-pagar itu. Begini kalau tidak salah dan lupa, pertama baca Al fatihah tiupkan ke telapak tangan balurkan. Baca al ikhlaas, al falaq dan annas tiupkan masing-masing, terus ayat kursi. Gitu ya kang? Tadi ketika habis solat asar sempat menggigil ketika mau bangun sujud terakhir sempat tak bisa bangun mungkin ada setengah jam, beraaaattt ada yang nindih kayak batu besar. Tapi saya coba takbir dan takbir sekerasnya, apa solat saya syah kang nai? Saya ulang lagi tetep yang sujud terakhir sama.

NAI: Gapapa semampunya saja, setiap kali mau shalat baca ta’awudz dan keraskan takbirnya. Mengenai pagar, mudah koq. Baca basmallah, istighfar, taawudz, shalawat dan hamdallah lalu mohon kekuatan kepada Allah dengan ucapan “Hasbunallah wanikmal wakiil, nikmal maula wa nikmann nasiir”. Selanjutnya baca Al Fatihah, Ayat Kursy, Al Falaq, An Nas, tiupkan ke tangan dan usapkan keseluruh tubuh. Lalu minta perlindungan kepada Allah dengan menyebut asmaNya, semisal “Ya Allah ya Mukmin ya Muhaimmin, wahai engkau yang maha menjaga dan mengamankan hamba-Nya, lindungilah aku dengan penjagaanmu yang sempurna”

AN: “Oh iya makasih, kang nai kok saya merinding melihat akun kang nai. Ini saya ngetik sambil gemetaran. Mau nelpon pesen pulsa dari pagi belum nyampai. Kok saya tetep masih egois yah masih berharap umur ini akan kuat 2 tahun lagi. Padahal dengan kondisi yang sekarang ini mungkin tinggal menunggu menit detik kali?

NAI: “Allahuakbar! Laa ilaa ha illallah! Muhammadarasuulullah! Keluarlah wahai musuh Allah..takutlah sama Allah al mukmin al muhaimmin!” Ucap saya dengan nada tinggi, dengan niat menghilangkan gangguan jin yang mencoba menghalangi Aisyah dengan keraguan dan lemah hati.

AN: “Aku berhasil membaca pagar itu, aku berhasil. Alhamdulilah!” Kata Aisyah, tanpa diduga.

June 27, 2012: Nesha Sulistiya
NS: Ustad Alhamdulilah saya nyampe rumah. Ustad tau gak kabar dia? Apa ada kemajuan?

NAI: Seharian tadi baik dan tenang, bisa makan enak dan sepertinya bahagia tapi tadi malam jin-jin laknat itu datang lagi, jika bisa, usahakan untuk mencari nenek itu. Karena nenek itu masih hidup, jika nenek itu sudah mati maka jinnya pun pada lari dari tugasnya masing-masing karena jin itu suruhan.Sementara kamu aman, dan tak ada siapapun yang mengganggu teruskan usaha karena aisyah masih sakit. Sekarang saya lagi perjalanan ke Surabaya dan baru sampai di Jogjakarta.

NS: Ya ampun, ustad koq tau dia tenang dan jinnya datang lagi? InsyaAlloh besok saya mulai mencarinya. Kalau lusa saya gak dapat, mungkin saya akan terbang ke Surabaya menuju bayuwangi tuk mencari penawar itu. Usahakan kita ketemu di Surabaya aku mohon ustad.

NAI: Saya sekarang di Kota Malang dan bermalam disini.

June 28, 2012
NS: Hari ini saya ubek-ubek 2 kota gak ketemu, memang betul nenek itu belum mati dan katanya pindah dari tempat ke tempat, saya akan usahakan semampunya. Jadi jika nenek itu mati jin nya mati pula? Ada kabar hari ini?

June 30, 2012
NS: Keadaan nenek antara hidup dan mati. Tapi dia mau ngebacakan mantra supaya jinnya balik. Obat penawarnya gak ada, cuma ada obat penenang rasa sakit. Akan segera dikirim, tapi aku lupa alamatnya. Apa ada yang tau mungkin di antara kelurganya. Nenek pun kaget mendengar orangnya masih hidup. Seharusnya sejak dulu tewas.Tanggal 30 Juni 2012, modem internet laptop saya habis, jadi tidak bisa buka facebook dan komunikasi lagi. Hanya bisa menikmati lekuk-lekuk jalanan pegunungan merapi antara Magelang – Jogjakarta, perjalanan pulang dari Pasuruan – Jakarta. Baru tanggal 2 July 2012, saya tiba kembali di Jakarta dan menyelesaikan misi lain di dunia maya dan “Distance Quranic Healing” ini.

July 2, 2012: Nesha Sulistiyya
NAI: Katakan jangan macam-macam dengan saya, justeru dengan mantra itu Aisyah makin parah setelah saya coba sembuhkan. Cabut jin itu atau saya suruh menyerang balik sama kamu dan juga nenek itu.

NS: Saya rela ustad suruh jin nya menyerang saya. Asalkan ia sembuh, akan kutanggung resikonya apa yang aku perbuat. Kemarin malam aku sempat tanyakan ma umi tentang keadaan nya, dia mendingan gak ngamuk,cuma kadang kayak orang gila. Lagi di obati dokter khusus syaraf, sebisa mungkin bila ustad bisa menyembuhkan dia, sembuhkan lah, aku ganti semuanya aku janji demi Alloh.

NAI: Jika saya telpn, ke sana sangat mahal. Dan itu tidak mungkin, kemarin juga Aisyah transfer 100ribu, hanya bisa menenangkan saja. Si nenek itu sepertinya malah nambahin jin ke Aisyah, dia tambah menggigil dengan kata-kata itu.

NS: Justeru dengan menggigilnya jin nya akan keluar gak balik lagi. Berapa ratus ribu pulsa tuk nelponnya? Biar aku kirim ustad.

NAI: Jika ada coba kirim 100 aja dulu, biar ana tau kondisinya. Saya ruqyah tidak lebih dari 30 menit, hanya saja pulsa 50 ribu itu habis kurang dari 15 menit. Karena, kadang-kadang telpn putus saat ruqiyah berlangsung. Saya tidak tega membiarkannya dalam cengkraman jin, kadang saya telpn balik meski terpaksa pakai pulsa kantor.

NS: Oke. Mba nyuruh anaku ke counter dulu. Siapa tau masih ada yang buka. Aku inbok dia di fb nya, balasanya “Jangan terlalu memikirkan saya katanya apalagi mencari penawar, bertaubatlah dan do’akan aku katanya biar sembuh total”. Aku malah nangis ustad membacanya,

NAI: Iyah, begitulah hati seorang beriman. Dia bahagia, meski sebentar lagi mungkin meninggalkan dunia ini.

NS: Aku ingin bahagia bahagia seperti dia, tampa di kejar-kejar rasa bersalah, apa kuncinya?

NAI: Berusaha jujur, meski itu pahit. Bersabar meski sukar, dan teruslah berjalan menuju Allah meski banyak rintangan dan kepedihan. Dan semua itu harus dimulai dengan bertaubat.

NS: Nasehat itu terdengar mudah namun sukar tuk dijalani, ustad. InsyaAlloh saya akan baca bukunya, gak tau. Kata dia, aku dibeliin bukunya kang NAI, tapi aku sekarang pulang. Jadi gimana?

NAI: Oh iya ustad, kata Aisyah “Tenang, buku di kirim ke madura”. Dia memang baik ustad, pulsa besok aja karena udah beberapa konter tutup.

July 3, 2012
NS: Kok aneh yah barusan saya coba telpn Aisyah dari wartel, kok dia gak kenal aku? Lalu di tutup, terus terusan begitu, lupa dengan suara saya kali?

NAI: Dia itu saat ini hampir gila atau kadang-kadang gila. Ini karena rasa sakit yang tidak tertahan, dan mulai mengganggu system syaraf.

NS: Ya ampun jangan sampai gila, saya minta alamat kemarin tuk obat penenang, tapi jawabanya gak usah, dari dokter juga numpuk. Betul aku merasa belum tenang kalau dia belum sembuh total.

NAI: Iya, makanya butuh bimbingan

NS: Ustad dia mungkin marah yah krn beberapa kali di tlp jawaban nya gak kenal terus, selang satu jam tetep gak kenal.

June 29, 2012: Aisyah Nursyifa
AN: Khi nai, sungguh luar biasa. Tadi malam, dari isya sampai subuh aku di Haram memohon perlindungan-Nya. Pertama berangkat menggigil terus. Karena di barengi Mutowa takut gak kuat jadi pas thowaf pun di dampi beliau. Saya mampu sadar ketika thowaf dari putaran pertama hingga ke 7. Terasa banget bahwa jiwa ini ada yang pegang, dan satu persatu melepaskan ku. Mudah mudahan ini yang di namakan Keajaiban.

NAI: Insya Allah.. do’a itu akan memagarmu. Siapa nama Mutawwa itu?

AN: Aamiin ya robbal alamiin. Nama beliau adalah Syekh Mahmud Abdul Ghofur Al Kohthoni. Terimakasih telah memberi ramuan pagar tuk saya 🙂

NAI: Ingat bukan saya yang memagar. Niatkan kembali, perbaharui niatmu, bahwa penjagaan allah lah yang maha sempurna. Agar tauhidmu kokoh.

AN: Aamiin,Tiada yang lebih sempurna penjagaannya selain Allah. Kita hanya berdo’a dan berharap terus berusaha, ia kan?……

June 30, 2012 Pasuruan.Sekitar jam 11 malam, saya terlelap dan Hanphone yang sedang di charge berdering. Dan suara Syifa terdengar lagi: AN: “Kang nai.. ini kang nai kan?”

NAI: “Iyah.. ada apa ukhti?”

AN : “Ada telpn dari nomor asing dihapeku, waktu aku angkat ada suara nenek-nenek. Aku ga tau apa yang dia katakan, bahasa indo bukan, bahasa jawa juga bukan, bukan bahasa sunda atau bahasa arab, bahasa ingris juga bukan. Tapi kepalaku pusing berat dan ucapan itu terus mendengung dengung. Itu apa akhi?”

NAI : “Allahuakbar! Benar-benar nenek itu telah bersekutu dengan iblis. Itu adalah mantra, jin-jin dia tidak bisa datang lagi karena telah ada pagar. Hingga dia langsung membacakan mantra itu ditelinga antum. Jangan diangkat dan ganti nomor hp”.

AN : “Suara itu sekarang mendengung-dengung.. H… Hiih..”. Diujung telphone, Aisyah seperti ketakutan dan batuk  berat. Sepertinya karena ucapan takbir tadi. Setelah itu hp mati, dan aku tidak berdaya. Karena benar benar tak ada pulsa saat itu. Dan aku tidur lagi.

July 2, 2012: Aisyah Nursyifa
AN: Assalamualaikum. Kang nai bila tak merasa terganggu ana mu nelphon lagi. Kapanpun kang NAI baca pesan ini tolong miscall saya.

NAI: Alaikumsalam. Silahkan, tak usah janjian dulu. Kata si nenek sihir itu, dia nelpn untuk mengusir jin yang mengganggu teteh

AN: Alhamdulilah membaik sedikit walau agak miring. Memori otak saya tak tahan lama, cepat lupa susah ingat. Ni lagi normal, mudah mudahan gk gila beneran. Sejak saat itu gak kambuh lagi. Walau kambuh bisa diobati dengan obat penenang gak kayak kemarin-kemarin. Jin nya dah gak ada kok gak perlu di usir. Alhamdulilah.

July 3, 2012
NAI: Alhamdulillah.

AN: Gak tau yah, kalau lagi sadar hati suka bertanya-tanya “Kenapa penyesalan tak datang di awal cerita, tapi pasti di ujung” Tapi aku telah menanamkan nasehatmu dalam-dalam ”Bahwa manusia itu tak akan lepas dari taqdir-Nya ”

NAI: Antm mau pulang kapan?AN: InsyaAlloh secepatnya, bila hasil tesnya bagus. Mohon do’a nya aja akhi.

NAI: Antum tidak laporan kondisi antum bebrapa hari terakhir, ada apa? Ceritanya sedang ana tulis, dengan mengubah nama teteh jadi AN dan si mba itu menjadi Nesha Sulistya. Mudah-mudahan menggugah banyak hati ya teh, insya ALLAH.

AN: Subhanalloh. Aduh…saya bingung campur malu tuk bilang. Ketika nelephone terakhir di pasuruan, suara kang nai terdengar lemah dan leumes capek. Di situ saya janji gak akan menggangu lagi.

July 4, 2012
NAI: Oh.. saat itu ana memang lagi tidur, insya Allah kapanpun ana siap. Saya berjanji untuk diri saya sendiri bahwa saya harus menuntaskan semua ini. Ada pulsa ga, saya ingin tau kondisi antum sekarang.

AN: Udah tuntas kok jangan takut. Sebelum sms kemarin itu, saya gak kuat, tiba-tiba banyak makhluk berdatangan dengan suara nenek itu. Ku coba telephone kang nai malah gak nyambung, ketika bangun saya sudah ringkus lagi di kamar. Sejak saat itu, beberapa hari ini dari pada ingatnya sering lupa ya?Kalau lagi ingat 4 jam paling kuat, di situ saya masih membaca pagar itu dan udah 3 hari ini badan saya berkeringat terus-terussan dan bau busuk, kemarin malam di bawa di tes ke jedah. Disuruh membaca, menulis, menghitung, aku turuti semuanya karena kata umi kalau menurut akan di pulangkan segera. Tapi pas kepala saya mau di setrum mesin itu, saya berontak memohon gak mau.. tetep gak ada yang dengar, dan akhirnya saya gak sadar selama 4 jam. Nah hari ini cuma agak mendingan gak ngomong sendiri. Cuma tadi 3 jam.

NAI: Subhanallah!

AN: Oh iyah Mutowwa itu ngasih amalan dzikir yang di baca setiap selesai solat. Bagaimana menurut kang nai, dzikirnya itu adalah: Bismilah, Robbi inni maghlubun pangtasir, Inna fatahna laka fatham mubina, Nasrum minalloh wafathng qorib wabasyril mu’minin. Itu semua di baca 3 kali, tiupkan ke air zam zam, terus baca: Ya huu wujuulloh, Yahuu sifatulloh, Yahuu sirrulloh. Itu di baca 100 kali tiupkan ke air, airnya pake mandi minum campurkan tuk wudhu, katanya insyaAlloh dengan izin Alloh bila aku membacanya dengan aqidah yang kuat penyakit itu akan keluar dengan sendirinya. Dan itu sudah ku lakukan 3 hari 3 malam, sejak itulah badan ini keringatan terus.

NAI. Insya ALLAH baik, tapi jin-jin itu belum keluar semua.

AN: Jin jin? Jadi saya ngaji solat itu tak mampu mengusirnya? Sia-sia belaka, akankan semua ini berakhir, aku capek… capek!

AN: Akhi.. Aneh terasa ngantuk berat, tapi mata susah terpejam.

NAI: Saudariku, Shalat itu kebutuhan. Bukan kewajiban, itulah letak kesalahannya. Antum menganggap shalat itu kewajiban yang harus digugurkan. Tidak. Kita butuh dekat dengan Allah, dekat-sedekatnya, dan disaat sujudlah saat paling dekat. Bukan shalat yang sia-sia, bukan ngaji yang sia-sia. Justru dengan shalat, derajatmu semakin naik. Dan ketika derajat hamba itu meninggi keatas langit, maka udara itu tidak diam. Disana ada badai menghembus! Meninggilah saudariku, meninggilah meski sesak.Sahalat itu do’a, saudariku. Disana kita harus mengerti apa yang kita minta, meski Allah Maha Tahu. Baca ini setelah selesai shalat.. hanya do’a biasa dari ana, baca dengan suara yang lantang: “Ya allah.. Wahai Rabb yang maha mendengar.. dengarkanlah do’a hamba-mu yang teraniyaya ini ya rabb. Duhai rabb yang maha gagah, tunjukanlah dzahir kekuasaanmu kepada hamba-mu yang lemah ini. Ya allah! Yaa bathin..ya allah yang maha ghaib, sesungguhnya semua jin yang menggangguku ini tidak akan terjadi tanpa seizinmu. Maka kabulkanlah do’a hamba-mu ini ya rabb, bebaskan aku dari rasa takut. Ya allah ya mukmin ya muhaimin, lindungi dan amankan hambamu yang lemah ini”.

AN: Ya Alloh do’a itu selalu kujeritkan sehabis solat, disetiap rintihan rasa tusukan itu, mungkin kesabaran dan keyaqinanku harus ditingkatkan lagi. Aku tak habis pikir kenapa Abuya menahanku terus di Saudi, aku harus ngomong apa akhi, tolong kasih tau?

NAI: Masha Allah.. gerombolan masalahmu mengagumkan. Allah meninggikan derajatmu, saudariku. Bersabarlah, hikmah itu memang selalu bersembunyi dibalik musibah. Hikmah tidak bersembunyi dalam tawa dan kebahagiaan

AN: Sebulan ini aku gak kerja, terus kalau minta pulang alasan nya nanti bila sudah sehat total. Lah jadi kalau aku tak sehat gak pulang, jawaban Umi; “Bersyukur kalau kamu mati di sini krn di solatin di haram,dan menjadi mujahidah. Eh ya, alhamdulilah perutku gak sakit lagi.

NAI: Ukhti, percuma sabar jika ujungnnya mengeluh. Percuma saja selama ini ana berusaha mengobati antum, jika pada akhirnya antum meninggal dalam keadaan keluh kesah. Jadi sekali lagi sabar. Jangan terlalu risau mengenai Abuya, yang menahan teteh pulang karena ingin yang terbaik untuk teteh. Jikapun niatnya tidak begitu, tentu kehendak Allah itu lebih baik.

AN: Ya itu ketakutan saya takut saya gak bisa sabar. Terus malu dengan semua ini merepotkan semua orang, mengganggu kang nai terus padahal sangat sibuk, membuat hawatir sanak sodara yang jauh, padahal aku gak mau menjadi beban mereka. Bukankah lebih baik saya di pulangkan,agar pengobatan apa pun lebih gampang, setidaknya ada keluarga di samping, kalau di sini? Aku gak mau mengeluh ah berusaha semampu mungkin, untuk bisa sabar dan itu harus bisa. Eh, ternyata cerita ini sudah di publish di facebook, ya kang? Kenapa secepat ini, Yaa Alloh..

NAI: Belum dipublish teh, karena ceritanya ana rasa belum selesai. Keajaiban yang ana yakini itu belum Dzahir. Jadi “The Miracle Of Tauhid” yang diwall ana itu hanya bentuk promosi atau rancangan catatan. Seperti kisah-kisah besar yang ana temui, di iklankan dulu agar banyak yang menanti dan baca. Tidak usah risau mengenai catatan kisah ini. Insya allah banyak hikmahnya bagi orang banyak teh, insya Allah banyak do’a untukmu, insya Allah pahalanya terus mengalir teh. Mengaliri setiap jiwa yang terinspirasi untuk taubah, untuk menjadi baik dan TAHAN dengan ujian.

AN: Kang NAI memang hebat, Aamiin insyaAlloh. Tapi jika cerita ujungnya saya meninggal tolong jangan di tulis yah please. Malam ini kata umi mau di setrum mesin lagi, saya takut saya gak mau…

NAI: Mesin apa?

AN: Seingat saya kemarin saya di dudukin di kursi, tangan dan kaki diikat. Lalu ada dokter membawa ke dua mesin terus di tempelin ke kepala dan membuat saya gak ingat apa-apa, pas sadar sangat pusing dan linglung, katanya itu pengobatan syaraf. Jin itu jahat banget kang..

NAI: SubhanAllah! Kejahatan mereka tidak hanya itu teteh, itu hanyalah kejahatan kecil. Saat Jin itu mampu menampakan diri pada manusia, maka saat itulah sebenarnya iman manusia dalam kondisi paling lemah. Justru semakin orang berilmu, jinnya semakin cerdas. Hingga iblis itu begitu halusnya! Bayangkan. Jika gangguan dzahir sejahat itu, bukankah gangguan halus akan lebih jahat dari itu? Iya, hanya saja kita tidak sadar. Makanya Rasulullah SAW berpesan bahwa; “Iblis itu adalah musuh yang nyata”, al Aduwwum mubin, Iblis dengan balatentara syaitan dan jin kafir suruhan manusia yang bersekutu dengannya. Teteh ditangani dokter syaraf, karena ingatan teteh terganggu. Lebih tepatnya diganggu jin itu. Sabar ya teh. Ingat Allah tidak membiarkanmu, Allah tidak akan merugikanmu. Sedikitpun.

AN: Tapi saya gak mau sengatannya itu, ampuun. Tiga jam lagi berangkat, takutnya dari sekarang akhi. Alhamulilah hari ini ingatan saya full, gak lupa-lupa sedikitpun. Sabar, sabar dan sabar, hanya itu yang ku bisa. Terus mencoba untuk pasrah sepasrah-pasrahnya.

NAI: Allah bersamamu ukhti

July 5, 2012
AN: Akhi.. ini benar-bener keajaiban! Dan itu menyapaku tadi malam nyata di hadapanku dan kurasakan. MasyaAlloh benar yang kang nai katakan, kunci utamanya tauhid kita. Sampai dimanakah kekokohan tauhid kita? Dan ini nyata, nyata bahwa Alloh lebih dekat dari segalanya!

NAI: Sok cerita teh

AN: Apa itu harus akhi ?

NAI: Yah.. sekedar bagi-bagi atuh, jangan hanya dukanya ana harus tau sukanya juga ^_^

AN: Tapi aku masih belum percaya, apakah ini keajaiban atau bukan? Kemarin malam, aku gak mau pergi ke Jeddah. Dan abuya terus memaksa, lalu aku mengajukan syarat kepadanya. Aku mau pergi asal di antar dulu ke Al haram. Abuya pun menyetujuinya.

Kami pun sempat sholat Isya di masjidil Haram, dan seperti biasa aku membaca amalan wirid dari Syaikh Al Khatani dan pagar serta baca ayat-syifa dari kang nai itu, dan airnya langsung ku minum. Aku memohon pada Alloh di malam penuh barokah sya’ban ini, ketika tubuhku seperti terbakar saat minum air itu, aku memohon sama Allah; “Tunjukan padaku keajaiban seperti tubuh nabi Ibrahim Alayhisallam yang tak terbakar api, dan meminta kesabaranku seperti sabarnya nabi Ayyub Alaihi Sallam.

Jam 10 pun aku pergi ke Jedah, dalam mobil itu tiba-tiba keringat bercucuran di badan ku, dari setiap pori-pori kulitku keluar darah, tapi aku merasa dingin segar!
….

BERSAMBUNG KE BAGIAN 3
Bagian terakhir: Aisyah Di Ruqyah Malaikat, dan kisah tidak terduga lain..

Salam Tauhid
Nuruddin Al Indunissy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *