Menu Close

THE MIRACLE OF TAUHID [RHQ CHAPTER 3-3]

Jam 10 pun aku pergi ke Jedah, dalam mobil itu tiba-tiba keringat bercucuran di badan ku, dari setiap pori-pori kulitku keluar darah, tapi aku merasa dingin segar! Mereka sempat hawatir karena wajahku aku lembab dengan darah, dari semua pori kulit, termasuk kepala. Setibanya di Rumah Sakit di Jedah aku langsung di tangani dokter itu bahkan di masukan ke ICU. Tapi aku tidak merasakan sakit sedikit pun. Yang aku ingat, disana datang beberapa doketer dan suster ke ruangan itu dengan membawa mesin setrum. Nah di situ saya gak sadar apa yang terjadi. Tapi aneh, setrum yang menyakitkan itu tak terasa apa-apa.

Baru jam 3 pagi aku sadar, Umi, Abuya dan ke 5 Dokter itu sudah ada di hadapan saya sambil senyum.  Lalu mereka bertanya satu-satu, nama ku siapa, ayah-ibu, nama Tuhan, nama Agama. Dan saya jawab semuanya dengan lancar. Lalu ada dokter wanita langsung memeluku dan mencium keningku. Katanya “Inti mumtaz, Inti ta’afat. Mabruk alaik ya bintiy…”.

Saya masih bengong dan umi pun bilang “Kamu sembuh total nak. Kamu tidak gila, bahkan penyakit mu sembuh perlahan-lahan”,Di situ aku tak kuat menahan air mata sunggh ini keajaiban luarrr biassa kang, dan aku terus sujud syukur, semua Dokter pun keheranan bertanya-tanya apa yabg terjadi. Mereka bertanya padaku, apa yang ku lakukan di rumah? Minum obat apa dan berobat kemana?

Saya hanya jawab; “Aku hanya di bacakan beberapa ayat suci Al qur’an oleh seseorang, tapi ketauhidanya kuat”. Dokter pun semua mengucapkan do’a dan mengucapkan selamat atas kesembuhan ini. Baru disitulah saya yaqin bahwa pertolongan Alloh akan ada. Dia dekat, sedekat kita mendekatinya. Dan itu sangat ku rasakan kedekatan-Nya, aku tak merasa sakit ketika di setrum!

Saya bahagia, sangat bahagia. Bingung mau ngucapin apa karena ini syareatnya atas pertolongan kang NAI kemarin, haqiqatnya Dia lah Allah Yang Maha Menjaga dan maha Menolong. Alloh Azza wa Jalla.

NAI: Allahuakbar! Lalu bagaimana dengan jin-jin itu? Demi Allah, waktu ruqyah terakhir kemarin saya bentak dan suruh pergi.

AN: Aku gak tau jin itu masih ada atau gak, yang aku rasakan sejak kemarin sadar aku merasa segar bahkan ingatanku full. Kok aku gak merasa di bentak, kapan?

AN: Kang nai bilang yah sama adikku, dia sms gini; “Alloh tidak akan menunggu hari esok untuk menurunkan keajaiban pada hambanya yang sabar”. Padahal aku tak bilang siapa-siapa, selain akhi sendiri. Aku hanya takut mereka khawatir.

NAI: Memang mengabarkan kebaikan untuk adikmu sendiri tidak baik hmm? Yang saya bentak itu bukan teteh, tapi musuh-musuh Allah itu. Para jin-jin kerdil itu.

AN: Bukan begitu akhi, trimakasih aja mudah-mudahan ini bener-bener keajaiban. Ini hari ke 2, penyakit lupaku tidak kambuh. Cuman keringat darah sampai sekarang belum berhenti. Ada perasaan khawatir dalam diri, penglihatan mata pun ngawur.

July 6, 2012: Nesha Sulistiya
NS: Ustad maap 2 hari ini ipad saya ngaco, terus no HP yang bener mana nih yang mau di isi, apa ustad tau perkembangan kabar dia?

NAI: Alhamdulillah, dia udah sembuh setelah berdoa di Alharam di malam nisfu syaban.

NS: Kok jawaban ustad tidak sama dengan yang saya terima dari ummi? Ustad tau dari mana? Kata ummi mah hasil tes nya dia 100 % tidak gila. Cuma penyakit yang ada di tubuhnya perlahan-lahan menyebar mendekati busuknya daging.

Keringat darah pun semakin banyak, kami, kata umi membohonginya supaya pikiran nya tenang, tekanan darah nya supaya normal, karena itu sangat membantu tuk kesembuhannya. Begitu kata ummi ustad.

NAI: Masha Allah ^_^

NS: Kalau tidak salah ucapan itu biasa di pake orang saudi ketika rasa kagum, kenapa ngucapin itu ustad? Senyum lagi? Aku mah justru malah tak tenang hati dan pikiran,rasa sesal pun masih ada,

July 7, 2012
NAI: Saya 2 tahun lebih tinggal di kota riyadh ukhti, tentu saja saya tahu dan bias membedakan pemakaian kata “SubhanAllah” dan MasyaAllah. Masha Allah itu diucapkan untuk mengucapkan kekaguman. Jujur ana kagum sama kalian berdua. Bahkan iri..

NS: Orang sekotor saya tak pantas di kagumi. Ingin belajar jadi manusia baik ternyata susah. Jujur aku iri pada wanita yang pake jilbab, tapi aku belum bisa. Apalagi ketika masalah pertama lum selesai datang lagi yang baru, ketika semunya dah siap kenapa di acara pernikahan putriku lakinya tak datang, yang akhirnya putriku setres berat, apa ini hukuman buat ku dari Alloh

NAI: Bukan hukuman, itu adalah sambutan dari Allah ukhti. Ujian itu adalah sentuhan dari Allah langsung kepada kita, agar kita ingat kepada-Nya.

NS: Sambutan agar aku ini lebih taat lagi gitu? Apa yang harus ku lakukan?

NAI: Iya, sambutan dari Allah untuk menguji keseriusanmu di jalan barumu ini, apakah ukhti tetap menganggap Allah baik? Apakah ukhti akan tetap di jalan taubat ini?

NS: Masa lalu saya suram, ustad. Hanya harapan dan do’a agar Alloh mengampuni saya, saya akan terus belajar walau tetap tak paham.

NAI: Pertama, pake jilbab dulu. Karena dosa tidak memakai hijab itu akan tetap dihitung dari masa kemasa disepanjang usiamu saat auratmu terlihat, itu aja dulu. Terus waktu adzan usahakan sholat.

NS: IngsaAlloh ku usahakan, walau gerah kayaknya. Solat pasti, tapi gak bisa khusu’.

NAI: Ingat gerah di dunia itu tidak seberapa dengan panas neraka, gerah itu hanya siang hari dan malamnya sejuk, akhirat itu tidak ada siang malam. Karena disana tidak ada matahari lagi, bahkan dihari mahsyar nanti tidak ada pepohonan, yang ada hanya hamparan memerah seperti roti panggang.

NS: Apa yang di maksud berjilbab harus semua? Bukan kerudung aja kan? tapi pakaian juga, kayak nya aku harus terbiasa pakai baju longgar.

NAI: Jika berat, pakai kerudung aja dulu. Tapi niatkan untuk memakai jilbab suatu saat kelak, agar sisa umur itu tidak lewat begitu saja.

NS: Saya janji akan mengabulkan apa kemauan ustad karena menolong saya, ustad mau apa?

NAI: Saya tidak berharap apa-apa. Senang mengenal kalian, dari kalian saya bisa belajar. Harapan saya, bersabarlalah saatnya nanti kesulitan atau ujian menerpa bahumu yang mulai kelelahan dengan usia.

NS: Betapa mulia kemauan anda ustad, tapi justru kemauan anda hal yang sangat sukar saya kabulkan.

July 8, 2012
NS: Mohon do’anya ustad, ternyata ke 6 anaku kelakuan rusak. Mereka dimusuhi masyarakat. Ustad, kenal dengan “kg NAI” yang disebut-sebut Aisyah? Terus apa benar dia sehat?

NAI: kg nai = Kang NAI = >> NAI: Nuruddin Al Indunissy 😀

NS: Ya Ampun jadi itu ustad sendiri. Cuma di singkat, betapa begonya saya ini. Aku mau tanya apa dia inbok ustad, satu jam lalu aku coba telephone dan di angkat, tapi ngomongnya gak jelas, dan dia pun menangis, apa benar dia sehat?

NAI: Wallahu Ta’ala ‘Alam. Ana ga tau

NS: Aku tanyakan langsung pada ummi, ternyata dia udah dua hari nyeri tenggorokan, dan dari tadi siang bicara pun sakit, kenapa ia bohong?

NS: Ustad tadi aku kirim pulsa untuk telpon Aisyah, tolong tanyain kabarnya? Jujur aja aku belum tenang kalau dia belum sembuh total, karena sakit tenggorokan itu tanda reaksi racun itu, yang lama-lama dia gak bisa bicara.

NAI: Dia tadi telpon koq, terdengar senyumnya. Alhamdulillah. Tapi sepertinya sambil nahan sakit tenggorokan. Allahurobbunakariim.. Jahat sekali racun itu, udah bikin busuk, bikin gila dan bikin ga bisa bicara dengan menghancurkan rongga tenggorokannya hingga membusuk?

NS: Yah gimana lagi atuh, untung ini mah masih hidup jadi bisa di obatin. Dulu ibu saya mah reaksi pertama bulan 1 perut dan muntah darah, bulan ke 2 pertama lupa-lupa dan sering melamun, di situ tenggorokan sakit bengkak perlahan-lahan daging nya busuk. Makanya bulan ke 5 meninggal. Tapi Aisyah udah setahun ini masih hidup.

NAI: Allah musta’an…

NS: Terus apa dia tadi tak ngaco ngobrol nya? Ngomongin saya gak? Dan apa bengkak tenggorokan nya?

NAI: Jin-jinnya udah tidak ada, hanya saja effect tenggorokannya semakin buruk. Enggak ngomongin antum koq

NS: Haduh gimana yah, tapi kenapa setiap di tanya saya sehat sembuh. Mungkin hanya keajaiban Alloh lah yng membuat dia sembuh. Aku tak bisa apa-apa lagi selain berdo’a ustad.

NAI: Iyah, berdo’alah. Karena JIN JIN itu sudah diusir 2 hari kemarin. Kayaknya tidak bisa kembali lagi karena udah dipagar dan disakiti.

NS: Jangan mudah di bohongi oleh jin itu. Setau saya jin itu akan keluar kalau dengan ahlinya. Bahkan pura-pura sembuh. Dulu ada kiyai banten mengobati ibu saya. Eh malah malik masuk jin nya ke kiyai, dan seharian kiyai itu lemas.

NAI: Jin itu menyerang kyai yang mengobatinya karena benteng tauhid kiyai itu lemah. Iyah, mereka memang kebanyakan pendusta.

“Jika ruh keyakinan itu telah mengerucut dan membentuk prisma tauhid yang mengerucut ke langit, maka disana tidak ada lagi rintangan. Anda akan enggan melirik kanan atau kiri yang gelap, karena yang anda lihat adalah cahaya di depan sana. Disana ada cahaya yang tidak pernah mati, kekal dan Abadi”.

Tauhid yang Kokoh & Disiplan Iman adalah modal Sejati bagi seorang Mukmin. Selanjutnya hanya ada dua pilihan, Melangkah dan Menciptakan Keajaiban atau terus Diam. Keteguhan hati adalah modal luarbiasa yang akan mendorong kita terbang meninggi, meloncati setiap rintangan dan menembus batas batas ketidakmungkinan. NAI

July 6, 2012: Aisyah Nursyifa
NAI: Ukhti, gimana kabarnya hari ini?

AN: Alhamdulilah membaik. Cuma tenggorakanku semakin sakit dan susah menelan. Kang NAI ini kayak dokter pribadi saya aja?

NAI: Aku hanya ingin memastikan engkau tetap bersyukur. Apapun itu.

AN: InsyaAlloh tenang aja, hidup itu untuk di nikmati dan di syukuri. Kan nasehat di catatanmu itulah yang membuatku gigih; “Rasa sakitnya dunia belum seberapa bila di bandingkan sakitnya kematian, dan kematian itu bukanlaha akhir. Namun pintu-pintu yang membukakan keabadian, sebuah negeri yang bernama Akhirat”. Terimakasih juga selama ini telah menaburi benih-benih ketauhidan kepada saya, walau saya belum bisa seperti kang nai, keyaqinan saya masih teramat lemah.

NAI: Demi Allah! Hanya Tauhid itulah yang akan membuat manusia beralasan untuk masuk syurga dalam keridhaan-NYA.

AN: Aamiin ya robbal alamiin. Akhi, boleh tanya sesuatu lagi? Apa benar mba Nesha pernah membunuh mertuanya?

NAI: Iya

AN: Astagfirulloh, naudzubilah! Gimana ceritanya? Pantesan dia di kejar-kejar kebimbangan terus.

AN: MasyaAlloh tiap hari pasti ada kejutan yang menyenangkan. Setelah 2 kali tes syaraf, nanti malam mau penyedotan darah. Ada-ada aja acaranya dokter. Besok kejutan apalagi yah? Pasti ku sambut dengan bahagia!AN: MasyaAlloh si mba Nesha ini sekarang rajin komen yah di status aku. Bener, ana ta’jub!

NAI: Dari awal cerita ini pun, beliau memang datang untuk minta bimbingan taubat. Makanya ana sambut, apapun masalalu dia. Bahkan kemarin-kemarin ketika ia mulai sedikit memahami dan mantap dijalan taubah itu ia sempat bertanya; “Ustad mau minta apa?” Dan saat itu saya jawab; “Saya hanya ingin kamu sabar dalam taubat ini, karena jalanan terus menanjak dan tidak mudah”

AN: Masa sih? Bener-bener hebat mungkin itu yang di namakan taubatan nasuha. Kenapa permintaannya itu gak dijawab, gak minta sesuatu yang berharga gitu? Itu kehebatan kang NAI merubah hati seseorang menjadi istiqomah di jalan Alloh?

NAI: Itu kehebatan Allah, semata karena Allah menutupi aib saya hingga terlihat mulia. Padahal hakikatnya kemulian Allah.

AN: Masha Allah, kang NAI. Kang NAI, ada titipan salam untuk kang Nai dari Mutowa Al Masjid Al Haram yang tadi siang menjenguku.

NAI: Masha Allah.. Alaikumsalam warohmatullah

AN: Dari tadi malam suara ini sempat terseng-senggal. Makanya abuya pangil Mutowa. Terus kayak biasa di ruqyah tapi tak ada reaksi. Tapi pas tangan beliau di sentuhkan ke leher saya tiba-tiba panas tak tertahan dan keluarlah beberapa gumpalan darah hitam. Alhamdulilah Sekarang agak enakan. Beliau pun langsung nanya kamu di ruqyah lagi yah sama gurumu? Saya jawab iya, dan dia bilang jarang orang bisa mengusir jin via Handphone. Tapi gurumu memang hebat (Sambil nunjukin jempol).

NAI: Masha AllahPagi itu 5.30am Waktu Indonesia Barat (Jam 2.50am Makkah Al Mukaramah), saya baru bangun kesiangan dan dikagetkan suara telphone yang kemudian diketahui itu dari Aisyah.

AN: “Kang nai, tolongin aku. Aku sudah satu jam di injak.. kakinya gede, ijo, banyak bulunya..”

NAI : “Allahuakbar! Audzubikallimati tammati mingkulli syarrimakholaq! Pergi kamu. Pergi… Pergi kalian musuh musuh Allah.. !”

AN :”Hwa….aaa..aa.” Ahamdulillah dengan satu bentakan itu jin itu, menjerit. Lolongannya menjauh dan hilang. Kembali suara Aisyah yang asli keluar.

AN : ”Astaghfirullah… Hh.. Hh.. ”

NAI: ”Luarbiasa jin-jin ini, beraninya hanya sama wanita. Pergi kamu, pergi!”.

AN : “Ini saya. Ini saya”.

NAI: ”Saya siapa? Jawab!”

AN : “ Saya. Ini saya. Masa ga tau?”.

NAI : ”Ini yang telpon kamu siapa?”

AN : ”Ini saya!”. Saya mulai paham, kalau itu adalah jin yang lain. Kemudian saya bersyahadat dan memulai melantunkan Alfatihah hingga selesai, dan mulai membaca awal ayat Al Baqarah.. sambil membiarkan Jin itu menjerit-jerit dan akhirnya mereda]

NAI : ”Alhamdulillah… ukhti Syifa? Siapa yang ngobrol sama antum?”

AN : “Iyah, kang nai”.

AN : ”Ini saya!”.

NAI : ”Tenggorokannya masih sakit engga?”

AN : ” Iyah, seharian ini hanya minum susu”.

NAI : ”Teteh percaya ga, jika Allah itu bisa menyembuhkan apa saja?”

AN : ” SubhanAllah! Tentu aku percaya”.

NAI : ”Sekarang ikuti saya. Dekatkan tangannya ke bibir, pegang hapenya dengan tangan kiri”

AN: ”Iyah”. Setelah itu saya menuntunnya untuk membaca Al Fatihah, dari ayat satu hingga selesai. Setelah kemudian saya menyuruhnya untuk meniupkan ke telapak tangan itu.

NAI: ”Teh, bangun niat dalam dada bahwa Allah itu maha menyembuhkan. Termasuk menyembuhkan tenggorokan teteh itu, atas izinNya. Sekarang tangan teteh telah berenergi, dan energi itu akan membakar JIN YANG SAAT ini bersembunyi dalam vita suara teteh. Sekarang DEKATKAN!”

AN: ”Aduh…aduh. Panas kang, panaaaasss”.

NAI: ”Iya pasti, sangat panas. Dan biarkan!”

AN: ”Okho… okho. Uuuargh.. Hhh.. Hh… “

NAI: ”Muntahkan! Muntahkan!”

AN: ”Sudah kang.. warnanya hitam”.

NAI: ”Itu jinnya. Masih ada yang sakit?!”

AN: ”Engga. Sudah”

NAI: ”Belum. Masih ada. Coba geser tangannya kebawah, letakan di dada”. Syifa diam, tidak ada reasi apa-apa. Terus saya tanya untuk menyakinkan, atau untuk melihat apakah dia dalam pengaruh jin atau tidak.

NAI:”Teh udah?”

AN: ”Iyah terus kemana lagi?”

NAI: ”Geser ke bawah. Ke perut, paha, kaki..”

AN: ”Kakiku kejang kang… Ha…aa. Aduh..aduh”

NAI: ”Tepuk!”

AN: ”Haw… Aduh.. Sakit”

NAI: ”Pukul! Lahawla wala Quwwata Ila Billah!”. Saya terus memerintahkan untuk memukulnya sampai rasa sakitnya itu hilang.

AN: ”Kenapa kang nai tau di kaki saya ada jin?”

NAI: ”Salah satu effect racun itu, membuat korbannya sperti terkena stroke (kakinya tidak bisa digerakkan, setelah kakinya terus tubuhnya) lalu mati perlahan dan membusuk. Itulah kejahatan jin itu”. Setelah itu hape mati lagi.

July, 11 2012.
Malam itu konsultasi Rehab Hati yang saya buka di no pribadi saya sedang berlangsung, dan biasanya selalu saja ada nomor masuk tanpa sms terlebih dahulu. Dan biasanya saya biarkan, karena prosesi Rehab Hati langsung dari telephone terganggu. Hanya saja nomor itu terus menerobos masuk. Akhirnya saya hentikan sejenak dan melihat nomor itu. Syifa… ini nomor Saudi Arabia. Dan saat itu juga saya memohon izin untuk menunda Konsultasi Rehab Hati.

AN : “Aku di iket di gua kang. Tolongin aku, aku disiksa.. tolongin aku, mulut aku diikat tali”.

NAI: “Allahuakbarrrrr! Ukhruj yaa aduwallah…!”. Suara saya menggeram kegeraman dengan ulah jin-jin laknat itu. “Darimana kalian hah! Kalian benar-benar telah menganiyaya hamba Allah ini. Keluar kalian. Keluar sekarang juga. Keluar musuh musuh Allah..”

AN: “Hrrggh… Hua… Diam.Diam! Saya akan bawa anak ini”.

NAI: Demi allah.. Kalian tidak akan pernah bisa! Cepat keluar atau saya bakar kalian semua atas Izin Allah! Cepat! Cepat! Cepat!!

AN: “Saya tidak akan pergi sebelum membunuh anak ini”.

NAI: “Hey! Siapa kalian berani mendahului kekuasaan Allah! Allah telah menugaskan malaikat Ijra’il untuk mencabut nyawa, dan itu rahasia Allah..”. Dari ujung telephon terdengar lolongan panjang menjauh, lalu mendekat lagi ketelinga saya dan mulai membentak saya.

AN: “Diam. Diam! Suara kamu membuatku sakit!”

NAI: “Iyah, memang sakit dan rasakanlah gelombang petir yang akan membantai kalian. Siapa kamu. Jawab!? Jika kalian tidak juga mendengar peringatan ini. Maka getaran suara ini akan berubah menjadi balatentara cahaya halilintar yang menghanguskan kalian. Ingat! Allah akan mengabulkan do’a Hamba-Nya yang Yakin! Demi Allah.. Demi Allah! Lepaskan anak ini. Lepaskan..”

AN : “Saya harus bawa anak ini. Saya harus bawa..sekarang.. Aaaargh…”Setelah memberi peringatan itu, saya mulai membaca Al Fatihah dengan lembut, Al Baqarah 1-5 dengan lembut, dan Al Baqarah 102, 255, 285-286 dengan suara keras. Dilanjut dengan Al Falaq, lalu dilantunkan Adzan. Di saat adzaan itu terdengar lolongan panjang menjauh.

AN: Iya..iya..aampuuuunnn.. Iya, saya pulang. Saya pulang kemadura. Ampuun…Ampuun..”Selepas itu udara bogor kembali hening, sempat khawatir dengan tetangga dengan teriakan saya.

July 10, 2012: Nesha Sulistiyya
NS: Afwan, ustad mau tanya apa tau perkembangan kesehatanya? Aku inbok dia dari malam gak ada balasan.

NAI: Semalam dia diganggu lagi (dadanya di injak kaki besar) dan alhamdulillah jinnya sudah di usir lagi

NS: Astagfirulloh tuh kan kata saya hati-hati, hanya ingin memberi tahu dari beberapa korban temen ana ustad. Kadang-kadang setelah menginjak dada, nanti kadang jin mengikat ke 2 lutut bahkan kakinya sakit dan susah gerak yang akhirnya lumpuh, itu cerita temen ana dulu, ustad mba mohon kapan pun dia kambuh atau di serang tolong bantu dia, berapa pun biaya yang habis ustad keluarkan tuk nelpon dia saya ganti.

NS: Saya baru inget, tolong katakan pada dia di bawah tempat tidurnya ada kertas yang di lipat persegi dan di bungkus rapat plastik, cepat ambil dan bakar, dulu aku yang naruh, itu jimat pemberian nenek.

NAI: Kenapa baru bilang sekarang!? Ya Allah..

NS: Asli, saya lupa ustad.

July 12, 2012: Aisyah Nursyifa
AN: Kang NAI mau tanya, apa tadi ruqyah kang NAI mengumandangkan adzan?

NAI: Iah, baru ingat ya?

AN: Bukan baru ingat, tapi apa yang ana dengar dan liat nyata yah. Tadi pas solat isya ketika ana coba ruqyah sendiri, walau badan bergetar ada suara nyaring terdengar jelas. Katanya gini; “Gara gara suara adzan itu, anak buahku mampus, tunggu dan rasakan kami akan kembali”

NAI: Jawab saja tantangannya. Saya sudah tantang semua tadi malam, malah disuruh datang ke Sentul Bogor! Jangan pernah takut dengan ancaman itu, meski jin itu puluhan ribu. Malaikat Allah lebih banyak, dan tentu saja Allah lebih kuat dari apapun.

AN: Astagfirullohaladzim. Semakin di jawab semakin nyaring, aku gak mau di sebut orang gila teriak-teriak di kamar. Cuma solat dan ngaji pun merasakan panas, ku coba minum air dengan garam yang dibacakan Al Fatihah sama kang nai itu, malah semakin panas. Apa itu tanda jin nya masih ada apa bekasnya?

NAI: Mungkin masih banyak. Oh ya, ukhti, buka kasur dan cari kertas disana, lalu ambil, bacakan Ayat Kursi dan tiup lalu teriakan takbir padanya dan bakar. Bakar!

AN: Iya, aku merasakan jinnya banyak. Semoga mereka mati perlahan, aku tak paham cari kertas terus bakar?

NAI: Ada lipatan kertas plastik. Disitu ada tulisan arab yang disimpan nesha, itu yang disebut jimat atau apalah saya tidak tau dan tidak mau tau hal hal begituan. Ambil dan bakar sekarang!

AN: Gak ada ana cari-cari. Di bawah ranjang dan kasur? Di mana naruhnya?

NAI: Coba cari lagi

AN: Baru ketemu dan udah di bakar akhi. Tapi ketika membakar badan saya bergetar hebat dan sekarang lemah lunglai tak ada tenaga.

NAI: Allahuakbar! mungkin semua jinnya mati.

AN: Aamiin ya robb. Mudah mudahan demikian.

July 13, 2012: Nesha Sulistiya
NS: Ustad saya hanya mau tanya, bagaimana keadaan nya?

NAI: Kertas itu sudah dibakar dan dia merasa lemes, tadi shubuh diganggu lagi sama jin-jin itu.

NS: Ya Alloh, Kemarin malam aku mendatangi pimpinan pondok al Amin madura. Karena yang saya tau cucunya pernah di guna-guna tetangganya, sama seperti apa yang saya lakukan, tapi dia sembuh total. Di situ saya mengutarakan semuanya dan ingin membantu mencari penawarnya buat kesembuhan nya, kiyai itu jawab hanya mujizat Alloh lah yang akan membantunya, karena memang gak ada penawar. Coba temanmu itu jangan tidur ketika ngantuk paksakan bangun, dan jangan makan ketika lapar, amalkan lapad “layukallifullohu napsan illa wus’aha”. Air nya pake mandi. Nah gimana menurut ustad?

NAI: Itu potongan ayat Albaqarah ayat 286, sebaiknya baca lengkap saja jika mau buat air ruqyah.

July 13, 2012: Nesha Sulistiya
NS: “Ustad saya dapat kabar dari tetangga bahwa rumah nenek itu di bakar masyarakat, dan mati. Mudah-mudahan tidak mengganggu dia lagi”

NAI; Allahuakbar!

July 13, 2012: Aisyah Nursyifa
AN: Kang NAI saya mau cerita tentang kisah ruqyah tadi duhur, tapi sama mutowa yang berbeda.

NAI: Iyah. Gimana

AN: Tadi pagi setelah ana solat tiba-tiba banyak suara berderap menggertarkan, sambil mengancam membawa pasukan. Di situ aku hanya bisa takbir dan taawudz dikeraskan. Di situ hilang kesadaran, dan waktu sadar jam 11. Disana sudah ada beberapa Mutawwa dan tangan kakiku terikat keras.

AN: Tapi anehnya Mutowaa itu bawa cermin, pas di lihatkan ke mukaku yang di lihat bukan wajahku tapi wajah nenek yang menakutkan. Yg aku ingat ketika di ruqyah aku mah berada di pohon beringin. Tapi melihat para makhluk sialan itu kepanasan dan menjerit-jerit. Ada yang adzan sampai 7 kali.

NAI: Kenapa ga telpn saya atuh? Memang harus dibakar semua. Jin itu bandl-bandl

AN: Cerita saya belum selesai akhi, orang handphone ku melayang kaya-layangan. Lama mungkin hampir 3 jam mutowa membakar jin itu, dan yang saya dengar mereka menyabutkan Namanya satu persatu. Keitka saya sudah bebas, saya buka mata dan ingat semua tapi kaget pas Anak majikan kesurupan. Apa itu ketularan? Dan mutowa itu pun lemes banget, sampai gantian, yang merruqyah anak majikan Mutawwa yang lain.

NAI: Bukan menular, tapi memang ruqyah itu membutuhkan energy. Dan jin memang bisa masuk kesiapa aja yang imannya lagi lemah dan penakut.

AN: Astagfirulloh maafin saya, bener mungkin selama ini kang NAI kaya mutowa itu? Tadi yang datang meruqyah ada 7 mutawwa dan berbagi tugas, ada yang dzikir, ada yang Adzan, ada yang membaca Ruqyah, nah yang paling parah yang Meruqyah. Dia terlihat lemes banget, keringat bercucuran dan lemah lunglay tak berdaya, ia terkapar di atas shofa. Yang ruqyah hanifah mah yang lain, kang nai sendiri masyaAlloh sanggup menahannya?

NAI: Selama meruqyah teteh, yang lemes itu hanya satu kali. Gapapa teh. Saya malah seneng koq, saya langsung naik darah kalo ada Jin jahat seperti itu. Kalau kelihatan mah pengen nge-BANTAI. Hanya saja, tehniq ruqiyyah saya tidak seperti dukun yang katanya bisa melihat Jin. Saya tidak bisa melihat sama sekali, hanya merasakannya dan menyakini keberadaannya.AN: Kalau lagi sadar gini, gak lihat, terasa sejuk, tapi kalau jin itu mau datang. Ruangan kamar itu berubah, dan suasana menakutkan di situ saya lihat jelas, gak tau benar apa gak nya?

July 14, 2012
NAI: Dengarkan, ketika jin itu terlihat, artinya dia sudah menghabiskan energinya untuk memperlihatkan diri kepada kita. Jika kita takut maka dia berhasil dan bahkan akan mencekik, tapi jika kita berdiri dan menyebut asma Allah dan takbir jin itu akan lari pontang-panting. Caranya baca takbir dan ludahi, atau baca “Adzubillahikallimatillahi tammaati minssyarimaa kholak!!! lalu ludahi. Insya Allah jin kerdil itu musnah!

“Jin itu takut sama manusia seperti manusia takut sama jin”, begitu atasar Mujahid.

AN: InsyaAlloh akan saya lakukan, bila datang lagi, tapi alhamdulilah dari semalam gak datang.

NAI: Berdirilah dengan gagah wahai hamba Allah!

AN: Ia insyaAlloh sekuat mungkin ana akan melawan mereka. Mau minta solusi tentang pendapat semua sodara saya, tapi gak ada yang mengerti saya.

NAI: Iya silahkan

AN: Astagfirulloh kang NAI kok ana baru ingat bahwa tadi malam saya di ruqyah lagi. Pas liat pusa kok kurang ternyata.. maaf yang ana inget setelah minum air itu pusing gak tahan. Dan jam 1 malam baru sadar. Aduuh..merepotkan mulu, dan alhamdulilah sekarang dengar adzan dan solat pun gak merinding atau takut.

NAI: Hehe. Alhamdulillah.. Oh iya, kabar bahagia teh. Si nenek sihir pemilik racun itu rumahnya dibakar masyarakat. Jadi mudah-mudahan dia juga mati. Jika si nenek itu mati, insya Allah tidak akan ada jin lagi yang datang. Jikapun ada langsung telpn ana dan lakukan yang kemarin. Berdiri dengan gagah dan lantunkan takbir!

AN: Astagfirulloh apa itu benar? Yah mudah-mudahan mati. Tapi yang sering saya rasaakan, ketika jin itu datang kadaang saya gak bisa bicara. Cuma dalam hati. Dan meminum air kemarin juga tetep panas.

July 15, 2012NAI: Nanti klo sakit lagi kita ruqyah lagi, sekali lagi. Sepertinya setelah itu tidak akan datang lagi, insya Allah.

AN: Khi kenapa 3 jam lalu ke 2 no nya susah di hubungi? Tapi alhamdulilah ana berhasil menantang dan melawan mereka, pasukannya makin banyak dari yang kemarin akhi.

NAI: Masha Allah! Begitu seharusnya! Allahuakbar!

AN; Iya khi, aku melakukan seperti petunjuk kang nai di atas. Waktu itu lagi solaat sunah, ada suara yang sangat keras katanya; “Saya tidak puas bila masih melihat kamu hidup”. Selepas itu, saya langsung ambil sisa Air zam-zam yan dibacakan Al Fatihah dari kang Nai kemarin. Aku semburkan ke mereka dan wujudnya pada kelihatan nyata. Di situ langsung ana caci maki habis-habisan, sambil ucapkan kalimat itu, lumayan lelah yah.

NAI: Sepertinya yang saya ajarkan selama ini baru teteh pahami. Pada intinya, keberhasilan ruqyah itu tergantung 3 hal: Keyakinan pada diri sendiri, keyakinan kepada peruqyah dan keyakinan dia kepada Allah.

AN: Iyah, ahsanta akhina. Ini si mba Nesha nyuruh ana; “Jangan tidur selagi ngantuk, jangan makan selagi lapar dan amalkan surah albaqoroh”, Gimana maksudnya? Katanya amalkan billa ingin sembuh.

NAI: Maksudnya sering bangun malam dan puasa sunnah! Lalu baca setiap malam Al Baqarah, terutama Ayat 1-5, 102, 163, 164, 255, 285 dan 286. Mulai dengan Al Fatihah dan akhiri dengan Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas. Cara paling mustajab adalah bukan meruqiyah, tapi mendidik yang diruqiyah supaya berani. Jangan banyak mencaci, tunjukan saja kita tidak takut. Perhebat Dzikir dan keraskan suara Takbir! lalu ludahi dengan meniatkan untuk menghancurleburkan mereka atas izin ALLAH!

AN: Memang 2 bulan ini ana gak puasa sunah karena jadwal obat, tidur pun biasa habis subuh. Malam kalau sadar, yah digunakan tuk bermunajat. Ana hanya bilang; “Kalian makhluk terkutuk, malam itu mereka malah menampar dan menarik rambut saya! Dan disitu ana baca ayat Qursi dan akhir suroh Al Baqoroh itu” Mereka tidak mati cuma menghilang, cerita kayak gini gak di percaya ma orang saudi mah akhi.

NAI: Ludahi, semoga Atas izin Allah mereka akan terbakar!

AN: Tadi malam banyak mungkin ada 15 orang, di ludahi sebagian dan mereka mejerit-jerit! Ketika ana capek gak daya baru di putar ayat ruqyah yang di download dari kang nai. Pasti mereka datangnya waktu Ashar atau waktu mau Isya, kadang waktu mau Adzan Shubuh, kayak nya harus waspada terus.

NAI : Memang iya, coba katakan begini: “Demi Allah! Allah sedang menatap kalian! Sambil tunjuk jari ketauhidanmu ke langit! Setelah itu baca Syahadat. Ana yakin semua kabur”

AN: InsyaAlloh kalau datang lagi, ini suasana dah berubah kang..

NAI: Telephon saya sekarang.

July 15, 2012: +966504768xxx
AN : Mereka berdatangan lagi. Hiiiy…”

NAI : “Ingat! Ingat sama Allah! Berdirilah… “

AN : ”Dia besar hitam, matanya banyak! Kang nai tolong… aku dicekik!”

NAI :”Minta tolong sama Allah.. bukan sama saya! Kamu akan lemah jika tetap begitu”

AN :”Mulut saya dibekem..”

NAI : ”La Hawla wala Quwwata Illa Billah!, Audzubillahiminassayyitonirrajiim..!” Ludahi.. Ludahi sekarang! Dan takbir yang keras!

AN :Syifa:”Allaaaaaahuakbar! Pergiiiii…. Chwuaa…”

NAI: ”Bangun! Berdiri dengan gagah dan acungkan jari ketauhidanmu kelangit! Dan musnahkan mereka! Audzubikallimatillahi tammati minssyarrima khalaq! BERDIRILAH DENGAN gagah wahai hamba Allah! Berdirilah!”

AN : “Aku tidak takut dengan kalian… Pergi! Aku tidak takut dengan kalian. Harrrggh… Pergi! Pergi! Alaaahuakbar! Huhh…”. Terdengar suara Aisyah menjadi gagah, dan mengutuk mahluk-mahluk laknat itu.

NAI:”Dzikir, dzikir! Bacakan syahadat!”

AN: “Asyahadualla Ilaha IllAllah wa Asyhadu Anna Muhammadarrasulullah!”

NAI: “Alhamdulillah… Coba bacakan Al Fatihah!” Terdengar aisyah mulai baca basmalah, ayat 2, ayat 3 namun diayat 4 dia batuk berat.

NAI: ”Malikiyamiddin! Maaliki yaumiddin! Allahlah penguasa hari pembalasan! Takutlah kalian musuh Allah!”

AN: ”Hrmmm… Saya harus bunuh anak ini! Saya akan bunuh anak ini! Kamu telah membunuh banyak pasukan saya!”

NAI: ”Allahuakbar! Tidak Demi Allah! Datanglah kamu semua kesini! Kenapa harus jauh-jauh ke Makkah Hah! Datang ke tempat saya disini di pulau Jawa! Demi Allah! Saya tidak peduli busuk wajah kalian, demi Allah saya tidak peduli berapa ribu pasukan kalian! Demi Allah saya tidak takut! Demi Allah… Yang Maha Perkasa! Demi Al Jabbar! Al Mutakdir! Al Awwal Al Akhir… Al Dzahir Al Bathiin… Al Dzul Dzalaali wal Ikram!”

Setelah itu saya membacakan surah-surah yang teramat ditakuti dan membakar jin: Surah Al Baqarah 255, Ar Rahman 33-36, Al Hasyr 21-24, dan Al Anfaal 17! Selama ayat-ayat itu dibacakan, jin-jin itu terus menjerit-jerit. Detik detik berikutnya terdengar suara Aisyah mengikuti bacaan ayat yang kubaca sambil menggigil.

NAI : “Sudah pada pergi kan?”

AN: ”Belum kang, yang tadi mati. Sisanya disekeliling kamar.. hitam gede.. banyak. Tapi mereka tidak mau dekat!”.Saya mulai berfirkir keras, mencari cara untuk memusnahkan balatentara iblis yang sedang marah itu. Mereka tidak masuk ketubuh Aisyah, namun berada disekeliling Aisyah!

NAI : “Baik. Sebntar! Tenang. Antum percaya ga Allah menyaksikan semua ini?”

AN : “Percaya! Allahuakbar!”

NAI : “Itu yang saya butuhkan, ikuti saya. Atau, tidak usah.. dengarkan dan ikuti dalam Hati. Jangan dilihat!Saat itu berfikir, bahwa jin-jin ini adalah serangan dari kerajaan iblis yang marah karena beberapa pasukannya terbunuh. Dan bukan jin suruhan nenek sihir itu, dan urusan ini adalah urusan Aisyah, Saya dan Allah. Saya membenarkan posisi duduk, menghadap kiblat. Membangun niat! Mengobarkan kembali kekuatan cinta, antara jiwa saya dan Aisyah saudari saya yang teraniyaya.

NAI: Ya Allah.. ya Rahmaan ya Rahiim, curahkanlah kasih sayang-Mu untuk hamba-Mu yang tengah didzolimi jin-jin laknat ini. Ya Allah.. ya Kuddus, ya Sallam ya Mukmin yaa Muhaimiinnn, dzahirkanlah penjagaanmu wahai Rabb yang maha Menjaga dan Mengamankan Hamba-Nya. Demi Namamu Yang Agung, mahluk-mahluk-Mu dari kalangan jin ini telah berusaha menodai kesucian-Mu ya Kuddus!

Wahai Al Aziz! Al Jabbar! Al Mutakabbir! Yaa Haq! Yaa Khaliq! Ya Awwal Ya Akhirr.. Ya Dzahir ya Bathiin.. Dzahirkan kekuasaan-Mu untuk hamba-Mu yang teraniyaya ini…

Yaaa Nuuurrr… Ya dzul Dzalaali wal Ikram. Wahai engkau yang bersemayam diatas Al Arsy.. Pemilik Cahaya diatas Cahaya! La Hawwla walaa Quwwata Illa Billah! Sesungguhnya kami ini lemah dan tak ada kekuatan apapun selain pertolongan-Mu. Demi meninggikan kalimah ketauhidan atas-Mu, demi memerangi kemusyrikan dan kesyirkan atasmu wahai An Nuurr. Berikanlah cahaya pemagar untuk Hambamu yang sedang dizalimi ini. Audzubikallimatillah… mingkulli sayitooni wahammah, wa mingkulli ainu lammah. Asyhadu Allaa Ilaaha Illallah wa Asyhadu Anna Muhammadarrasulullah!

Selanjutnya saya membacakan ayat-ayat Ruqyah dengan khusyuk, bersusun dari  Al Fatihah, Al Baqarah 1-5, 102, 163-164, 255, 256, 257 dan saat membaca ayat “Allahuwaliyyulladiina aamanu yukhrijuhum minaddulumati ilannurr….(Allah pelindung orang beriman, Dia mengeluarkan dari kegelapan menuju cahaya) aisyah tiba-tiba berseru..

AN: “Akhi… teranggggg. Masya Allah.. Kamarku terangg…..”

NAI: “Terang bagaimana? Memang dari tadi, kamu merasa gelap? Istighfar!”. Saya mulai curiga, dia adalah suara jin yang berusaha menghentikan bacaan Al Qur’an saya.

AN: “Dikamarku lampunya dimatikan akhi, masha Allah tabarokAllah! Haruuummm… Apakah ini syurga.. Haruummm”Setelah itu sambungan terputus. Saat itu aku berdiri, mengeliat dan menengok Abuazhar Askary/sahabat saya di kamar sebelah, mereka masih asik dengan pekerjaannya. Dan malam hari selepas Isya Aishah kirim pesan di inbox…

July 16, 2012: Aisyah Nursyifa
AN: Keajaiaban yang luar biasa yang baru ku lihat ku nikmati sepanjang hidup saya! Sungguh menakjubkan, tak bisa di ungkapkan dengan tulisan atau cerita, serasa mustahil tapi sungguh ini nyata, nyata sekali!

NAI: Coba ceritakan, biar ana kebagian bahagianya.

AN: Bingung harus ucapin apa khi, nanti aja ana telepon bila pulsanya dah datang, deg-degan sedih campur bahagia, pokoknya ini sepesial banget kayaknya dari Alloh. Dan tak banyak orang mendapatknya.

NAI: Apa? Ceritakanlah. Saya khawatir itu dari jin. Ceritakan!

AN: Tapi apa kang nai akan percaya apa yang saya ceritakan?

NAI:  Silahkan

AN: Allahuakbar! Ketika tadi kang NAI mengaji tiba-tiba perlahan ruangan kamar saya terang ada sinar cahaya yang tiba-tiba muncul. Nah setelah tutup telephone, sinar itu semakin terang sehingga ana silau tak mampu buka mata.Terus tiba-tiba ada angin kenceng haruuuuuum sekali.

Ku coba buka mata tetep silau, yang terliat sosok putih. Mataku tertutup kembali sambil mengucapkan takbir! Lalu ada tangan yang meraba dari ujung kepala sampai kaki, 3 kali berturut-turut dingiiiin sekali tangannya seperti es. Terus badan ku terasa terkena air hujan, serasa ada yang memandikan. Gak tau air itu dari mana, tapi ini nyata karna tanganku meraba air sejuk harum itu dan membasuh mukaku.

Aku meminum air yang berjatuhan itu, dan kotoran yang ada di tenggorokan keluar. Terus katanya, baca Sholawat, Istighfar, Tahmid dan Syahadat ! Setelah aku membacanya mataku terbuka, kamar masih terang dan sejuk. Harum, badan ku bersih, kuat, segar, gak pusing, aku sujud sukur serta bertanya siapakah engkau?

Hanya ada semilir angin yang membelai wajahku, dan ruangan kamar kembali seperti biasa, hanya saja aroma harumnya sampai sekarang masih tercium. Coba apakah ini dari jin akhi?

Seisi rumah bingung dan penasaran, dari mana datang aroma wangi ini?

NAI: Allahuakbar! Insya Allah mungkin itu malaikat rahmat. Sekarang gimana?

AN: “MasyaAlloh apa benar itu malaikat? Aku di sentuh di obati malaikat rohmat akhi… Sekarang sehat segar seperti semula, mamayu enak makan”.

NA: “Insya Allah inilah yang ana sebut Keajaiban! Dan kisah ini selesai. Alhamdulillah. Pulanglah dan kabari suamimu. Semoga beliau menyayangimu. Adikmu merinduimu, saudariku”.

Hanya itu yang saya tulis di pesan facebook untuk aisyah saat itu, selebihnya air mata yang berlomba-lomba, perlahan sembab seperti ingin membelai-belai janggotku yang mulai tumbuh subur. Rabb… Aku belum mampu mencintai-Mu, tapi kubisikan lirih sekali lagi. Kucinta cara-Mu ya Rabb!.

Saya teringat kisah seorang sahabat Nabi Muhammad Saw dari kalangan Anshar yang dikisahkan Imam Hasan dalam kitab Mujabin di bukunya Ibn Qayim Al Jauziyyah; Abu Muallaq, sahabat itu adalah seorang pedagang, tekun beribadah, penyendiri, dan menjauhkan hidupnya dari keharaman.

Suatu hari Abu Muallaq pergi untuk berdagang dan ditengah jalan dihadang perampok bersenjata tajam.

Perampok itu membentaknya; “Letakkan apa yang engkau bawa! Saya akan bunuh kamu”

Pedagang itu menjawab, “Apa yang engkau inginkan dari kematianku? Kalau harta, ambilah harta tersebut”

Namun perampok itu menggertak, “Hartamu itu untukku dan aku tidak menginginkan apa-apa kecuali darahmu!”

Pedagang itu menjawab; “Kalau engkau menolak, biarkan aku shalat empat rakaat sebentar”

Penjahat itu menyetujui; “Shalatlah sesukamu!”

Pedagang itupun berwudhu lalu shalat empat rakaat. Dalam sujudnya yang terakhir ia berdoa; “Ya Allah yang maha pengasih dan penyayang, Ya Allah yang memiliki mahligai nan mulia. Wahai Engkau yang berbuat apa saja yang dikehendakinya, aku mohon kepada-Mu atas kemuliaan-Mu yang tiada bisa dipisahkan, dengan kerajaan-Mu yang tidak bisa dikurangi dan dengan cahaya-Mu yang memenuhi segala singgasana-Mu. Lindungilah aku dari bahaya perampok ini. Ya Allah yang maha penolong, tolonglah hamba”

Doa tersebut dia bacakan tiga kali. Tiba-tiba seorang penunggang kuda datang sambil memegang sebuah senjata yang diletakan diantara dua telinga tersebut. Ia melihat perampok tersebut dan menusuhknya hingga mati. Penunggang kuda itu mendatangi si pedagang seraya berkata, “Bangunlah!”.

Pedagang itu bertanya kepada sipenunggang kuda, “Siapakah engkau?”

Penunggang kuda itu menjelaskan, “Aku adalah malaikat penghuni langit ke empat. Engkau telah berdoa dengan do’amu yang pertama dan aku mendengar suara di pintu langit. Lalu engkau berdoa untuk kedua kalinya aku mendengar derap langkah penghuni langit. Lalu engkau berdo’a untuk ketiga kalinya, maka dikatakan kepadaku, ‘Do’a itu dari orang yang ada dalam keadaan bahaya.’ Aku meminta kepada Allah agar mengutusku membunuh perampok itu.”

Berkata Imam Hasan, “Maka orang yang berwudhu dan menunaikan shalat empat rakaat dan berdoa dengan do’a tersebut, pasti akan dikabulkan do’anya baik ia dalam keadaan sengsara atau tidak”

AN: Aamiin ya robbal alamiin. Keajaiban yang istimewa, tak kuat ku menahan air mata khi, tak percaya apa benar ini semua selesai? InsyaAlloh ku akan pulang segera. Suami sudah kuberi tahu, beliau masih bengong keheranan.

Apa yang harus ku ucapkan selain kata Alhamdulilaah wa Syukrilah. Kang NAI mengobati saya dari pertama, dari awal jin itu berdatangan hingga semuanya pergi bahkan sebagian mati. Hingga akhir yang istimewa ini. Apa yang harus aku berikan akhi?

NAI: SubhanAllah! Walhamdulillah! wa LaillahaillAllahu Allahuakbar! Satu saja harapan saya, cerita ini akan saya susun menjadi satu kisah akbar “The Miracle Of Tauhid” yang Insya Allah akan menginpirasi banyak jiwa untuk taubat dan mengokohkan Tauhid banyak jiwa. Nama anti dan semua tokoh akan diganti untuk menjaga niatmu.

July 17, 2012: Aisyah Nursyifa

AN: Aamiin ya robbal alamiin, silahkan tulis dan disusun ulang akhi, gak kebayang akhi aku nanti membaca kisahku sendiri yang ditulis sama penulis yang selama ini kuganggu waktunya. Semoga keimanan ketauhidanku semakin kuat dan istoqomah.

AN: Akhi, majikan masih gak percaya dengan kesembuhan ini. Sampai panggil Mutowa lagi, Mutowa yang dipanggil malah senyum-senyum.

NAI: Habis senyum-senyum ngapain?Sampaikan salam saya sama Syaikh Mahmud Abdul Ghofur Al Khohtoni. Ana sangat ingin bertemu dengan beliau dan belajar baca al Qur’an. Ana merindukan kota Makkah, ingin kembali lagi menatap satu persatu setiap orang shalih yang terpanggil kesana.

AN: MasyaAlloh! Akhi, ada cerita lucu saat mutowa itu datang. Beliau gak kaget dengan keharuman yang di ciumnya.dan langsung menuju kamar ana sambil lurak lirik sambil bilang ke seisi rumah bhw aroma wangi berasal dari kamarku. Nah mereka tak percaya,dan nanya ma ana pake bahur apa minyak wangi apa?terus kamu punya ilmu apa bisa sembuh total?

Tapi alhamdulilah semuanya dijawab Mutowa, dan beliau pun bertanya kepadaku saat masuk kamar: “Kamu di serang lagi, dan kamu di ruqyah lagi dengan gurumu itu ya? Sambil senyum, dan ada kejadian yang membuat mu sehatkan?

Tampa dijawab pun beliau paham, beliau pun titip salam ke akhi kemarin, sayang ana malu tuk minta no Handphone atau photonya. Pesan terakhir sang Mutowa: “Gurumu bukan orang biasa-biasa, ia membaca Al Qur’an Al Kareem dengn penuh keyaqinan, sehingga malaikat pun terjun langsung atas izin Alloh”

July 18, 2012: Aisyah Nursyifa

NAI: Masha Allah… Makasiya untuk kisahnya yang luarbiasa. Mulai saat ini, antum, insya Allah bisa meruqyah bahkan mengusir jin yang datang. Karena keyakinan antum sudah full, ainul yaqiin semoga mencapai Haqqul yaqin suatu ketika.

NAI: Minta do’anya ya teh, doa orang Makkah kan mustajab! ^_^ Masih banyak target yang harus diselesaikan.

AN: Iah jin-jin itu harus di basmi.

NAI: Tidak semudah itu ukhti, jin itu sama seperti manusia. Mereka memiliki peradaban, kerajaan, pasukan dan wilayah dilautan, gunung-gunung bahkan berseliweuran diantara manusia. Jin kaffir dibawah panji Iblis, dan pasukannya syaitan-syaitan dari kalangan Jin dan manusia. Misi mereka adalah sama, menggelincirkan manusia kedalam Kesyirikan, jika tidak mampu, mereka menggoda manusia untuk melakukan dosa besar, kemudian bid’ah… hingga jeratan terkecil; yaitu membuat manusia senang dengan hal yang mubah atau manfaatnya lebih kecil seperti facebook ini. Hingga kita semua lebih senang nonton tv atau main facebook berjam-jam, lalu memberikan waktu beberapa menit saja untuk Shalat.

…..

DEMI ALLAH. PERANG INI BELUM BERAKHIR, DAN TIADA AKHIR HINGGA NAFAS INI TERHENTI!

Salam Bahagia, untuk semua sahabat-sahabat keluarga besar Rehab Hati dan Quranic Healing (RHQH). Salam Ta’jim untuk Ustad Perdana Ahmad yang telah dengan gagah mendeklarasikan perang tanpa akhir terhadap Musuh Musuh Allah dikalangan Jin dan Syaitan dengan mencetak peruqiyah dan praktisi “Qur’anic Healing Technique” di Masjid Assalam Cibinong beberapa waktu lalu. Salam bahagia juga untuk semua Jajaran Pemegang Panji Ruqiyah Nasional Bogor, Depok, Jakarta dan sebentar lagi.. diseluruh tanah air ini. Semoga catatan ini menjadi cikal bakal hadirnya “Distance Qur’anic Healing” kedepan.

+966504768xxx“Kang Nai, koq aneh yah? Tiga hari ini, walau matahari panas aku merasakan sejuk dan keringatku harum, tidak merasakan gerah atau panas sedikitpun padahal aku sudah naik ke lantai empat. Terus kadang, yang akan terjadi hari ini sudah terlihat jelas di mimpi. Kemarin malam aku bermimpi melihat anak majikanku jatuh dari tangga, dan hari benar-benar terjadi?!”

Kisah demi kisah selanjutnya masih terus berdatangan, kisah balas dendam kerajaan jin yang tidak mampu menembus dinding cahaya putih yang mengelilingi aisyah hingga beberapa bulan kedepan, wafatnya puteri tercinta Nesha, wafatnya nesha dengan senyuman, sihir-sihir yang kembali ke anak sulung nesha yang dendam atas kematian ibunya yang kemudian menjadi gila dan masuk rumah sakit jiwa, masuk islamnya seorang budha dan di ikuti 5 keluarganya di jakarta, dan kisah-kisah dahsyat dan memukau tokoh Aisyah Nursyifa yang kemudian menjadi mujahidah peruqyah muslimah indonesia di makkah yang kemudian meruqyah kangker tulang Ummi, terusir dari rumah itu, dipenjara dan disiksa karena fitnah Abuya, hingga ke sebuah puncak di sidang mahkamah kerajaan saudi dan kemudian ditolong saudaranya Abuya dan sekarang menjadi pengajar Qur’an di rumah itu sambil Aktif terus meruqyah sambil menunggu kepulangannya ke Indonesia.

Semua tidak bisa ditumpahkan di Internet. Karena Alhamdulillah, saat saya ceritakan kembali kisah ini (23 Agustus 2013) dalam menyongsong terbitnya buku Rehab Hati Qur’ani dan Quranic Healing Technology, Ruqyah Syariyyah dan Distance Qur’anic Healing (pengobatan jarak jauh) ini sudah mulai dikenal oleh ribuan kepala dan di praktikan oleh praktisi di Indonesia. Kisah ini juga telah menginspirasi lebih dari 3500 Alumni Pelatihan RHQH diseluruh Indonesia.  Selepas ini kita akan menyelami, bagaimana Ruqyah Syariyyah ini bekerja. Bagaimana menggapai kesembuhan permanen dimulai dari Tazkiyyah Rehab Hati

Continue to Chapter 4 (di buku Rehab Hati Session 2 – RHQ NAI 2013)

SALAM TAUHID
Nuruddin Al Indunissy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.