CHAPTER 2

TUTORIAL RUQYAH SYARIYYAH

Muqodimah Ruqyah | Tazkiyyah & Konseling | Teraphy Al Qur’an | Tehnik Ruqyah | Closing & Ruqyah Mandiri.


 

Konsep Training Rehab Hati Qurani. (Sinergi Pelatihan dan Penyembuhan dengan Konsep Tazkiyyah dan Teraphy Al Qur’an).

Pelatihan Rehab Hati Qur'ani

RehabHati Qur’ani merupakan tehnik penyembuhan dengan mensinergikan pelatihan RehabHati dan Teraphy AlQur’an. Dimana didalamnya terdapat 5 konsep dasar, yaitu Tazkiyyah, Hakikat Penyembuhan (Teoritikal, Logika Ilmiah dan Dalil), Demontrasi Penyembuhan, Simulasi & Praktik, Teraphy AlQur’an, Diskusi Interaktif dan Pelatihan Self Healing.

Dalam konsepsi dan teori rehab hati, peserta dilatih untuk memahami hakikat kesembuhan al Qur’an, mengenal sebab dan ciri gangguan Jin, teori dan dalil teraphy Al Qur’an, demontrasi teraphy Al Qur’an, simulasi dan praktik, teraphy massal, diskusi & pelatihan aplikatif “50 Tehnik Ruqyah Mandiri” atau self healing untuk pemulihan dan penyembuhan dirumah pasca pelatihan.

Konsep Kesembuhan Rehab Hati Qur'ani 2Peserta dilatih untuk yakin dan mampu menyembuhkan dirinya sendiri dirumah selepas pelatihan, dengan menitik beratkan pada penanaman keyakinan pada diri dan Rabbnya. Dengan konsep training 2 hari (2x 8jam) ini, peserta yang sakit insyaAllah sembuh dan bahkan mampu menyembuhkan yang lainnya (biidznillah). Di level 2 (1x8jam) berikutnya, peserta yang sudah mengaplikasikan teori ini akan dilatih menjadi Praktisi Ruqyah yang Handal dan Bertauhid, mencintai sunnah dan al Qur’an juga memusuhi syaitan. Di level 3, Praktisi yang sudah terlatih dan berpengalaman akan dilatih menjadi Trainer Ruqyah yang siap melatih umat menjadi Praktisi bersama garda tauhid lain di komunitas Qur’anic Healing Indonesia dan Dunia.

Pelatihan RehabHati bisa disederhanakan menjadi 1 hari atau bahkan 1 jam dengan komposisi 70/30. Dimana 70% Tausiyyah dan Tazkiyyah serta 30% Teraphy Al Qur’an. Kesuksesan pelatihan harus didukung setidaknya 50 peserta dan soundsystem yang baik, kondisi ruangan nyaman dan fasilitas Audio-Visual yang professional.

Pelatihan ini bisa diaplikasikan dengan penyesuaian di Sekolah Menengah Atas, Kampus, Perusahaan, Rumah Sakit, Lembaga Pemerintahan dan umum semisal di masjid dan Rumah. Kesuksesan pelatihan sangat didukung oleh kemauan dan kebutuhan pribadi dari masing-masing peserta pelatihan.

Jadi RehabHati bukan klinik pengobatan yang siapa saja bisa datang. RehabHati juga bukan Ruqyah Massal seperti yang dijumpai selama ini. RehabHati Qur’ani adalah sebuah Sinergi Pelatihan dan Teraphy dengan Tazkiyyah dan Teraphy Al Qur’an! Konsepnya adalah training intensif selama 2 X 8 Jam. Jika waktunya tidak cukup atau hanya 1, 2 jam saja maka materi tidak tersampaikan dan yang terjadi hanya fitnah kepada al Qur’an.

RehabHati Qur’ani tidak hanya bermisi penyembuhan (mengambil sebab kesembuhan dg al Qur’an) tetapi melakukan perombakan pemikiran dan Perubahan Menyeluruh pada orientasi hidup seseorang. Menjemput kesembuhan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Mengubah pasien menjadi Praktisi ruqyah syariyyah yang bertauhid dan memusuhi syaitan. Mengajak manusia mencintai sunnah dan membenci bid’ah!

Jika anda hanya mencari kesembuhan jasad tanpa mau berubah atau memperhatikan kesembuhan qalbu (ruhani) maka anda salah tempat. Karena al Qur’an itu obat yang baik bagi jiwa yang baik dan qalbu yang hidup. Bukan untuk jiwa yang tersesat di dunia dan belum ingin kembali. Al Qur’an hanya akan jadi obat buat jiwa yang baik atau yang ingin menjadi baik.

Proses atau sebab kesembuhan meliputi tazkiyyah, teraphy al Qur’an, teraphy mandiri dan hijrah. Tazkiyyah yang meliputi pemurnian akidah dan tauhid, pengembalian fitrah hati, mengubah orientasi hidup, rekontruksi hati, membangkitkan keyakinan, taubatannasuha dan semangat hijrah dari jahiliyah ke sunnah ini mempengaruhi lebih dari 70% dari kesembuhan.

Proses berikutnya adalah teraphy al Qur’an atau lebih dikenal dengan ruqyah syariyyah menduduki prosentasi kurang dari 10 %, dalam tahap ini jiwa manusia akan diguncang untuk meruntuhkan belenggu-belenggu sihir didalamnya.

Setelah teraphy, langkah selanjutnya adalah istiqamah dalam ruqyah mandiri hingga betul-betul terbebas dari gangguan psikis dan sel-sel tubuh mulai melakukan regenerasi menuju kesembuhan.

Proses selanjutnya adalah opsional, atau ini adalah pilihan. Bagi mereka yang ingin sembuh secara permanent maka tidak ada jalan lain kecuali ia harus hijrah atau melakukan perubahan besar dalam hidupnya, hijrah dari masa-masa jahiliyyah yang gelap ke masa sunnah yang penuh cahaya.

Proses ini memakan waktu yang berbeda, tergantung kesungguhan dan pemahaman masing-masing. Ada yang 30 menit, 3 jam, 3 hari, 3 bulan, 3 tahun bahkan puluhan tahun bahkan tidak sembuh-sembuh hingga ia bosan diruqyah dan peruqyahnya pun bosan melihat wajahnya.

Baiklah, kita akan menyimak hal-hal apa saja yang dilakukan sebelum meruqyah.


 

  1. Muqodimah Ruqyah.

Sebelum melakukan ruqyah, pastikan bahwa pasien bahwa kondisi pasien sudah siap diruqyah.  Setidaknya ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengawali teraphy ini.

Pengkondisian Tempat

Hal-hal utama yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan Ruqyah Syar’iyyah adalah kondisi tempat, jasmani dan ruhani pasien juga praktisi Ruqyah itu sendiri.

PERSIAPAN TEMPAT:

ü  Tempat bersih, sejuk dan tenang. Agar getaran suara Al Qur’an meresap kedalam Qalbu pasien.  Jika dirumah, matikan TV dan semua suara music dan kebisingan lain.

ü  Membersihkan tempat dari semua benda keramat, jimat-jimat penangkal sihir, patung dan lukisan-lukisan bernyawa termasuk photo.

ü  Bacakan ayat Kursi untuk membentengi lokasi dan mohon perlindungan kepada Allah, juga memberi pewangi ruangan.

PERSIAPAN BAGI PASIEN:

Salah satu faktor kegagalan dalam ruqyah syar’iyyah adalah kesiapan ruhani pasien, dalam hal ini kondisi jasmani dan ruhani pasien akan saling mempengaruhi. Berikut adalah hal-hal yang harus dilakukan sebelum melakukan teraphy:

ü  Siapkan jiwa pasien; bimbing jiwanya agar kuat dengan melepaskan semua bentuk dendam dan kekecewaan dimasalalunya.

ü  Anjurkan untuk berwudhu agar jasmani dan ruhaninya rileks.

ü  Perintahkan untuk membebaskan diri dan rumah dari benda keramat dan jimat-jimat penangkal dan kembali kepada Allah.

ü  Ajak pasien bertaubat, dengan beristighfar atau mengajaknya shalat taubat.

ü  Bimbing pasien untu berdo’a memohon perlindungan dan kekuatan kepada Allah.

ü  Arahkan agar pasien relaks dan menyimak dengan khusyuk ayat-ayat ruqyah yang akan dibacakan.

PERSIAPAN BAGI PERUQYAH

ü  Berwudhu

ü  Jika masalahnya berat, lakukan sholat mutlak 4 rakaat untuk memohon pertolongan Allah

ü  Baca doa-doa pembentengan diri dan bentengi lokasi (dengan Ayat Kursi) .

ü  Mempersiapkan peralatan/sarana untuk meruqyah

ü  Mengidentifikasi Penyakit, Membedakan Sihir atau Medis, dan menyimpulkan Jenis Teraphy & Menteraphy.

Mengawali Ruqyah

Hal-Hal yang perlu dilakukan sebelum memulai ruqyah atau melakukan ruqyah mandiri ada beberapa hal. Intinya kita harus mmpersiapkan tempat, ruhani dan jasmani kita serta memperhatikan adab-adab dalam berdo’a atau adab bagaimana saat kita meminta kepada Allah. Semua benda-benda yang mengandung kesyirikan harus dimusnahkan terlebih dahulu.

Berikut ini adalah tatacara untuk memulai Ruqyah Mandiri atau Meruqyah orang lain (jika kondisi darurat, maka cukup lakukan point 3 saja):

1. Berwudhu untuk mensucikan jasmanikita, untuk lebih sempurna mandilah agar hati sejuk dan lembut.

2. Shalat Mutlak (Baik 2 atau 4 rakaat) untuk memohon pertolongan kepada Allah) baik di sujud terakhir atau selepas shalat.

3. Mengucapkan Ta’awudz, Basmallah, Beristighfar dan Shalawat Nabi.

– Taawudz bisa dengan membaca salah satu lafal berikut; “Audzubillahiminassayitoonirrajiim”, atau “Audzubikalimatillahi tammati tammati minkulli syariima kholak” atau ‘Audzubillahikalimatillahit tammati tammah, mingkulli sayyitoni wahammah, wamingkulli ‘ainu lammah” atau “’Audzubillahisami’il aliimi minassayitooniraajiim”

– Basmallah, memulai do’a dengan menyebut Asma-Nya yang maha Agung.

– Istighfar, bisa membaca; “Astaghfirullahal adziim, alladi laa ilaha illa huwal hayyul qayyum waatubu ilaih” atau “Laa ilaaha illa anta, subhanaka inni kungtum minadzalimiin”. Atau bisa diganti dengan shalat taubat, jika belum pernah bertaubat dari kesyirikan.

– Shalawat, lakukan seperti biasa; semisal, “Allahuma shalli ala Muhammad wa ala ali Muhammad”

4. Memohon kekuatan kepada Allah, bisa dilakukan dengan membaca salah satu do’a sebagai berikut:

– La Hawla walaa Quwwata Illa Billahil aliyhil Adziim.

– Hasbunallah wanikmal wakiil nikmal maula wanikman nasiir.

– Bismilahiladi layadhuru maasmihi sayiung fil ardhi wala fissama wahua samiun aliim.

5. Mulailah melakukan ruqyah.


 

  1. Tazkiyyah & Konseling

Setelah selesai persiapan ruqyah, maka langkah selanjutnya adalah dengan menggali lebih dalam informasi dari pasien. Konseling ini bertujuan untuk menggali sedalam-dalamnya informasi yang akan membantu kita untuk menemani/membimbing pasien menuju kesembuhan yang diridhai.

Awali dengan memposisikan diri sebagai dokter spiritual yang dibutuhkan pasien, ber-emphatilah kepada pasien anda. Sambut jiwanya dengan mendengar semua keluhan dan latarbelakang atau sebab-sebab dia sakit yang dia ketahui.

Kemudian tanyakan kepada pasien secara pribadi dimana titk atau tempat-tempat sakit ditubuhnya dan kapan saja rasa sakit itu menyerang sebagai informasi untuk solusi atau cara pengobatannya.

Gali sedalam-dalamnya dan beritahukan kepada pasien pentingnya kejujuran informasi ini, katakan kepadanya bahwa ini adalah bukan aib dan berjanjilah untuk menjaganya agar jiwanya tenang dan mau berikrar tentang kesalahannya.

Kemudian beri jawaban atas semua masalahnya dengan metode tausiyyah dan tazkiyyah, luangkan waktu 10 hingga 30 menit untuk menerangkan kepada pasien tentang makna Ruqyah Syariyyah dan kesembuhan sejati yang ingin Allah anugerahkan kepada hambaNya dengan membebaskan diri dari berbagai bentuk kesyirikan.

Hal-hal yang perlu ditanyakan saat konseling adalah:

ü  Apakah anda termasuk orang yang percaya kepada jimat dan pusaka?Pernah anda mengikuti sebuah perguruan tenaga dalam, kebatinan, pengisian? Jika pernah, ajak taubat dan minta kesediaannya jika ilmunya akan hancur dengan Ruqyah Syariyyah.

ü  Pernahkah anda berobat ke paranormal atau dukun? Jika pernah, ajak bertaubat. Anda harus memberi tahu ciri-ciri dukun dan dosa besar jika mendatanginya.

ü  Pernahkah anda berobat kepada kyai, ustad, habib dan ketika pulang dibekali jimat atau penangkal yang dikubur? Jika ada jimat-jimat itu harus dihancurkan terlebih dahulu. .

ü  Pernahkah melakukan amalan atau ritual bid’ah semisal wirid-wirid ribuan dan disertai puasa aneh?

Untuk dapat melakukan konseling setidaknya seorang teraphist harus mengetahui dan memberi pencerahan kepada pasien tentang Cara-cara Jin masuk ke tubuh manusia dan Ciri-Ciri Dukun agar pasien terbantu dalam menganalisa penyebab penyakitnya:


 

  1. Teraphy Al Qur’an

Al Qur’an ini adalah obat yang baik bagi jiwa yang baik dan qalbu yang hidup. Jadi, teraphy hanya bisa berlangsung setelah melewati proses pertama dan kedua; yaitu setelah jiwa pasien siap dan layak diruqyah.

Langkah berikutnya adalah membacakan ayat-ayat ruqyah ditelinganya dengan tartil, hal ini berdasarkan contoh yang pernah dilakukan oleh Rasulullah ﷺ dalam menangani pasien sihir:

Ayat-ayat ruqyah dimaksud adalah ayat-ayat yang dasar/umum/standar yang harus dibacakan dalam setiap ruqyah baik untuk gangguan jin ataupun sihir.Ayat ini dibacakan dalam setiap prosesi ruqyah dengan memegang kepala pasien atau tempat sakit dengan sentuhan ataupun dibacakan ditelinganya.

Ayat-Ayat Ruqyah ini berdasarkan hadits dari Ubay bin Kaab ra, juga diriwayatkan dari Abdurahman bin Abu Laila yang diriwayatkan Ibn Majah dalam Sunannya (2/117) juga diriwayatkan Imam Hakim: Hadits itu menceritakan seorang arab badui yang datang kepada Rasulullah ﷺ dan menceritakan bahwa saudaranya sedang sakit dan saat itu Rasulullah ﷺ bertanya; “Apa penyakit saudaramu?” Dia berkata; “Dia seperti orang gila (kesurupan)”. Dan beliau bersabda lagi; “Jemputlah dia dan bawa kemari”. Dan bapa itupun membawanya, kemudian Rasulullah ﷺ membacakan ayat-ayat berikut: Al Fatihah, Empat Ayat Awal Al Baqarah (1-4), Pertengahan Al Baqarah (163-164), Ayat Kursi (Al Baqarah 255), Tiga Ayat Akhir Al Baqarah (284-286), Al Imran 18, Al A’raaf 54-56, Al Mukminun (116-118), Al Jin 3, As Shafaat 1-10, Al Hasyr 22-24, Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nass.

Dalam perkembangannya, ayat-ayat ruqyah standar tadi ditambahkan atau dilengkapi oleh para ulama yang berkompetent dalam ruqyah sbb:Surah Al-fatihah, Al Baqarah: 1-5, 102-103, 163-164, 285-286. Al-Imran 18-19, Al-A’raaf 54-56, 117-122, Yunus 81-82, Taha 69, Al-Mukminin 115-118, As-Shaffat 1-10, Al-Ahqaf 29-32, Ar-Rahman 33-36, Al-Hasyr 21-24, Al-Jin 1-9, Al-Ikhlas, Al Falaq dan An-Nas.

 


 

  1. Menangani Reaksi

Jika pasien mulai bereaksi, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan panik. Tetap tenang dan jangan takut, takutlah hanya kepada Allah agar semua mahluk-Nya takut kepada kita.

Adapun tehnik-tehnik menangani saat pasien reaksi akan dibahas lengkap dalam Tehnik-Tehnik Pengembangan QuranicHealing(bab berikutnya).


 

  1. Closing

Closing adalah tahap terakhir dalam prosesi ruqyah ini, hal ini adalah hal yang sering dilupakan praktisi ruqyah. Hal ini juga yang menjadikan pembeda “Ruqyah Aktif” dan “Ruqyah Konvensional” atau ruqyah passive yang selama ini.

Tentunya ruqyah konvensional dan ruqyah aktif  memiliki kelebihan masing-masing yang memperkaya khasanah keilmuan para praktisi nusantara, jika peruqyah passive mengandalkan kesabaran maka praktisi peruqyah Aktif mengembangkan berbagai tehnik untuk kesempurnaan dan efectivitas waktu.

 

Menuntaskan Sisa-Sisa Sihir

 

Setelah prosesi selesai, katakanlah pasien muntah hebat dan merasa lemas. Setelah ini kita wajib mengecek keberadaan jin, apakah masih ada di dalam atau sudah keluar? Caranya adalah dengan melihat tanda-tandanya atau langsung melakukan scanning ulang dengan membacakan ayat tertentu. Misalnya dengan meletakan tangan kita di ubun-ubunnya dan membaca surah Hud ayat 56:

إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ مَا مِنْ دَابَّةٍ إِلا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا إِنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Artinya:”Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.”

 

Atau bacakan surah al Baqarah 148 untuk memanggil kembali jin tersebut seandainya belum keluar atau hanya keluar dan masih ada di sekitar sana. Jika telah dibacakan berulang ulang namun tidak ada reaksi, maka ucapkan Alhamdulillah dan sarankan pasien untuk sujud syukur karena jin sudah keluar. Dan Allah yang lebih tahu hal ini. Kita bertawakal kepada-Nya.

 

Setelah ini, sebetulnya masih ada hal yang harus kita kerjakan. Inilah tugas ini peruqyah, yaitu menjaga agar jin itu tidak masuk lagi setelah dia keluar. Sebelum melakukan ini, kita juga harus meyakinkan kepada pasien tentang apa yang ia rasakan. Jika pasien menjawab “segar” dan kondisi seperti normal tanpa rasa sakit (kecuali sakit bekas pijatan atau tekanan biasa di tubuh, dan juga sakit terasa lemah dibadan) maka insya Allah tahap ini selesai. Tugas kita selanjutnya adalah menasihati pasien.

 

Namun jika pasien masih merasa sedikit sakit atau getaran atau kedutan kecil di titik-titik tertentu, semisal punggung, leher, kepala, kaki, atau sekitar pergelangan tangan dan kaki maka RUQYAH INI BELUM TUNTAS! Ingat belum tuntas. Karena biasanya getaran itu akan semakin kuat dan gangguan terjadi lagi.

Hal yang harus kita lakukan adalah menghilangkan bekas-bekas sihir itu, baik dengan terapi Al Fatihah (Akan dibahas di lampiran), ataupun menariknya dengan ayat penarik, memukul dengan ayat pemukul dengan tatacara diatas.

 

MENARIK JIN

Lihat gambar, perhatikan daerah pergelangan tangan, telapak tangan dan kaki beserta pergelangannya. Biasanya, pasca ruqyah terdapat rasa panas/dingin/kesemutan/berat atau kedutan ringan didaerah tersebut.

 

Ini jangan dibiarkan dan harus langsung ditangani hingga tuntas, caranya bacakan surah al Mukminun 115 di tiupkan ketangan dan tarik keluar/ujung kaki atau tangan sambil membaca “La Haula walaa quwata illa billahil aliyhil adziim”.

 

Lakukan 2 atau tiga kali hingga sakit hilang TOTAL. Insya Allah bisa dan saya sering melakukannya. Sekali lagi jangan menganggap spele dengan sisa-sisa sakit ini, karena hal itu mengindikasikan keberadaan jin. Jika ada satu jin saja tidak keluar, mka ia akan menjadi pintu untuk masuk kembali kedalam tubuh!

 

Lakukan hingga rasa sakit benar-benar hilang dan sempurna. Demi Allah hal ini bisa saja terjadi dan saya sering melakukannya, dengan demikian sihir itu benar-benar telah musnah dan belenggunya telah hilang.

 

Bagaimana jika tidak bisa hilang?
Tugas peruqyah sebenarnya bukan menyembuhkan, ini hanya ikhtiar. Namun, tentu saja tidak ada usaha sia-sia. “Setidaknya kita menyembuhkan kesyirikannya”, begitu kata ustad Perdana yang selama ini banyak membimbing saya.

 

Hal lain, jika terbukti sihir itu sulit hilang, atau tidak tuntas maka hentikan ruqyah. Karena ini hanya akan membuat waktu kita habis, istirahat dulu atau suruh pasien pulang dan bekali dengan tehnik ruqyah mandiri. Ruqyah mandiri juga ada di lampiran buku ini.

 

Jika, atau setelah sihir itu hilang tugas kita selanjutnya adalah melakukan pemagaran. Ini tentu saja beda dengan tehnik dukun-dukun mussrik itu, pemagaran yang saya maksudkan adalah menanamkan nilai-nilai ketahuidan kepada pasien. Hingga bukan tidak mungkin, selain pasien terjaga dari sihir, ia pun bisa meruqyah keluarganya. Tidak jarang pasien yang telah diteraphy kemudian malah jadi praktisi!
Allahuakbar!

Ini karena si pasien telah merasakan sensasi kesembuhan sendiri yang membuatnya yakin akan kehebatan dan pertolongan Allah Azza wa jalla. Di akhir buku ini, akan diceritakan kisah seorang penderita kangker darah akut di Saudi Arabia yang sembuh dengan ruqyah jarak jauh dan kemudian saat ini beliau jadi praktisi yang telah meruqyah banyak warga local di Saudi.

 

Membangun Benteng Hati

Jika kita analogikan, benteng adalah sebuah tempat perlindungan dari serangan-serangan musuh. Semakin kuat dan kokoh benteng yang kita bangun maka jelas kita akan lebih aman berada di dalamnya dan sebaliknya apabila benteng itu lemah maka tidak hayal lagi siapa yang ada didalamnya dia akan hancur.

Bayangkanlah jika antum memiliki rumah megah, namun tidak memakai rangka kontruksi beton yang kuat. Maka dapat dipastikan rumah itu akan runtuh saat ada guncangan, dan semua isinya hancur lebur sebagaimanapun mewah isi dan tatanannya.

Dalam upaya pencegahan ini yang harus diperhatikan adalah kita tidak mungkin meminta perlindungan kepada Allah sementara kita membangkang kepada Allah (melakukan dosa).

Rasulullah ﷺ bersabda; “Ketika kalian keluar rumah bacakan ‘Bismillahi tawakaltu Ilallah, la hawla walaa quwwata illa billah” maka Allah akan menurunkan malaikat untuk melindungimu dan syaitan akan menjauhimu”. Jadi, syaikh Abdul Rouf ben Halima berkata jika kita keluar rumah baca doa perlindungan kepada Allah lalu dijalan memandangi wanita/laki-laki malaikat akan meninggalkan kita dan syaitan akan kembali kepada kita. Sama halnya ketika wanita mulai memperlihatkan auratnya, disana syaitan akan bersama mereka.

Jadi tolong diperhatikan dan dicatat; bahwasannya yang paling penting adalah meninggalkan DOSA terlebih dahulu dan melaksanakan kewajiban kita sebelum menuntut hak perlindungan kepada Allah. Saya pernah mendengar testimoni ada sensasi kesembuhan yang terjadi setelah “taubatannasuha” dan melaksanakan seluruh kewajibannya sebagai muslimin-muslimah.

Yang berikutnya adalah meninggalkan (bertaubat dari) semua perbuatan syirik, musyrik, bid’ah, khurafat (jimat-jimat, meminta karomah kepada kuburan dsb) dan jangan lupa menurunkan semua patung, photo & lukisan dalam rumah.
Yang lebih penting dari semuanya adalah meninggalkan (bertaubat dari) semua perbuatan syirik, musyrik, bid’ah, khurafat (jimat-jimat, meminta karomah kepada kuburan dsb) dan jangan lupa menurunkan semua patung, photo & lukisan dalam rumah.

 

Untuk membangun benteng ghaib, selain menegapkan amalan wajib dan ritual sunnah. Kita harus menghindari dosa-dosa besar yang nenghalangi turunya Rahmat Allah dalam Prosessi penyembuhan dengan Ruqyah Syar’iyyah.

  1. Melepaskan diri dari Syirik (Menyekutukan Allah SWT). 

Tentang hal ini Allah SWT berfirman:”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (An Nisaa: 48).

Dan Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga”. (Al Maidah: 72)

  1. Ikhlas.

Iblis sudah bersumpah untuk menjerumuskan seluruh manusia, kecuali orang mukhlisin (orang ikhlas). Ikhlas merupakan benteng yang tidak akan pernah bisa ditembus iblis.Coba lihat kembali surah al Hijr ayat 39-40.

  1. Komitment dengan Jemaah, Al Qur’an dan Sunnah.

Istiqamah dalam menapaki jalan sunnah, meski seperti menggenggam bara. Karena jika bara itu dilepas maka ia akan menjadi lautan neraka jahannam.

  1. Memohon perlindungan Allah .

Menempatkan Allah dihati sebagai tempat bergantung dan berlindung.

  1. Tadabbur Al Qur’an (10 Ayat Al Baqarah 1-4, 163-164, 255, 284-286), Al Falaq dan An Nass).

 

  1. Tidak Berputus Asa dari rahmat Allah SWT.

Saya teringat perkataan ibnu Qayyim Al Jauziyyah; beliau berkata, bahwa “Putus asa itu lebih jelek daripada kematian! Jika kematian hanya memisahkan jasad dengan ruh, maka putus asa memisahkan antara ruh kita dengan Allah azza wa jalla”.

Tentang putus asa ini Allah SWT berfirman:”Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.(Yusuf: 87).

7. Tidak Merasa aman dari ancaman Allah SWT.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman: “Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (Al A’raaf: 99)
Kenapa hal ini menjadi dosa besar? Yang pertama kita meremehkan Allah Subhannahu wa Ta’ala, yang berikutnya, dengan merasa aman dari Azab Allah kita akan enggan bertaubat dan terus menumpuk dosa. Padahal dengan menjalani kehidupan, hakikatnya kita sedang berjalan menuju kematian. Naudzubillah..
8. Menghindari Perbuatan Durhaka kepada kedua orang tua.
Karena Allah SWT mensifati orang yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya sebagai orang yang jabbaar syaqiy ‘orang yang sombong lagi celaka’.

Tentang hal ini Allah SWT berfirman: “Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka”. (Maryam: 32).

9. Menghindari Riba.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila”. (Al Baqarah: 275)

10. Menghindari Zina, berdoa ketika keluar rumah, masuk masjid, masuk kamar mandi dan ketika mau tidur, dzikir pagi dan sore, dhawamul wudhu, qiyamullail dan kenali musuh anda.

Konsep Kesembuhan Rehab Hati Qur'ani 2