Arsip Tanya Jawab Soal Ruqyah @Bimbingan RehabHati Special Ramadhan di Group Ruqyah Covid19 dan Bimbingan Ruqyah Mandiri Terapi Al Baqarah.

001
BISAKAH JIN KEMBALI?

Nama : ME, Jakarta
Pertanyaan (Singkat):
Ustadz apakah seseorang yg telah mencapai kesembuhan ada kemungkinan penyakitnya kumat atau jinnya kembali mengganggu suatu saat? Jazakallahu khayran

Jawaban:
Bismillah. Bukan hanya mungkin, namun pasti. Hanya dalam bentuk lain. Maka dari itulah Rasulullah sholallahu alaiyhi wa sallam sarankan untuk membentengi qolbu kita dari pengaruh syaitan dengan Dzikir, Shalat, Tilawah dan terus meningkatkan ilmu yang akan menguatkan hati.

002
RUQYAH ANAK BANDEL

Nama : SU, Jakarta
Pertanyaan (Singkat):
Ustadz bagaimana cara meruqyah anak yang keras suka melawan ibu nya. Apakah ada cara khusus agar anak menjadi lembut dan tidak lagi melawan. Terima kasih ustd. Jazakallahu khayran

Jawaban:
Kaidah ruqyahnya, jika anak ada indikasi gangguan syaitan maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memetakan jejak gangguan syaitan dari ibunda dan ayahnya.

Karena anak jarang terkena sihir, kecuali sebab kedzaliman atau hasad terhadap salah satu atau kedua orangtuanya.

Anak-anak tidak akan diganggu syaitan kecuali kelalaian orangtuanya yang tidak mengajarinya dzikir perlindungan atau sebab khusus semisal Jin Nasab.

Jadi ruqyahlah ayah ibunya terlebih dahulu. Atau ruqyahlah bertiga.

Kaidah kedua, anak adalah cerminan orang tuanya. Keburukan atau kebaikan yang ditemukan padanya adalah buah dari didikan orangtuanya, baik langsung atau tidak langsung (keteladanan).

Maka dari itu, titik pertama yang harus diperbaiki adalah orangtuanya. Agar menjadi teladan bagi anaknya dan kemudian ia berubah.

Kaidah berikutnya, secara psikologis anak adalah usia 2-9 tahun. Sebuah masa emas pendidikan dirumah bersama ayah dan ibu.

Jika ia sudah mencapai remaja, 11-17 atau 18-19 tahun ia mulai memasuki masa pendewasaan. Bukan dikategorikan anak-anak lagi, maka ruqyahnya sama dengan manusia dewasa.

Terakhir, jika perubahan sikap itu tiba-tiba terjadi. Ia melakukan hal buruk yang terus menerus, dan hal itu tidak ada pada dirinya sebelumnya maka lakukanlah ruqyah ringan padanya.

Misalkan dengan membacakan surah al Fatihah, 10 ayat ruqyah pada surah al baqarah (1-4, 163-164, 255-257, 284-286), al ikhlas dan al Muawizattain (al Falaq dan An Nass)

003
RUQYAH DIHARI SABTU?

Nama : HA, Indramyu
Pertanyaan : assalamualaikum ustad, apakh pngobatan ruqyah, dihari sabtu itu ad larangannya,mohon penjelasannya..

Jawaban;
Tidak ada pa. Ruqyah adalah do’a yang aktif, jadi tidak ada kaidah khusus, kecuali adab, waktu dan tempat serta syarat-syarat yang menunjang ijabahnya do’a.

Jadi lakukanlah ditempat yang baik dan waktu yang mustajab, semisal sepertiga malam, selepas shalat. Juga disarankan diwaktu dhuha saat fikiran kita masih segar.

004
KONTRAKSI PALSU

Nama : AD
Pertanyaan (Singkat):
Assalamualaikum ustadz saya mau tanya, kakak saya hamil dan beberapa kali mengalami kontraksi palsu, apakah ada indikasi gangguan dr jin dan apa boleh saya meruqyahnya, (saya takut meruqyahnya berdampak pada bayi dalam kandungannya). Jazakallahu Khayran

Jawaban:
Alhamdulillah. Banyak sekali terdapat kasus hambatan dalam proses kelahiran, semisal pecah ketuban, hb rendah, terbelit ari-ari, pinggul kecil, bahkan yang sudha vonis untuk dibedah yang kemudian lahir normal setelah diruqyah.

Proses terapi al Quran tidak akan membahayakan bayi atau ibunya sedikitpun, bahkan menenangkan kondisi psikis ibunya dan memberkahi anaknya yang sudah mendengar dengan sempurna dari alam rahim sana.

Terkecuali, jika sang ibu dalam kondisi positif ada indikasi sihir dan gangguan jin dan biasa reaksi keras saat diruqyah kita harus perhatikan kondisi kandungannya secara fisik.

Dalam kondisi ini, ruqyah bisa dilakukan kepada Air, madu, zaitun atau yg terbaik untuknya dan diminumkannya.

Lalu bacakan disampingnya surah al fatihah, al baqarah, al imron, ar rahman dll. Dengan niat untuk terapi saja tanpa niat meruqyah (mengusir syaitannya).

005
PENGEN TAPI TAKUT

Nama : FA
Pertanyaan (Singkat):
Assalamualaikum..ustadz maaf…saya tahajud insyaallah iya. dhuha insyaallah iya aktif setiap hari…puasa senin kamis…tapi jika bertemu calon saya…saya tidak kuat untuk menahan hawa nafsu … Untuk melakukan maksiat…bahkan beristigfar dan bertasbih mengistiqamahkan 1hari 100x …..saya ingin nikah tapi terhalang modal..mendapatkan pekerjaan sulit akibat dosa saya…bagaimana penangan untuk diri saya? Jazakallahu Khayran

Jawban;
Subhanallah, Allah mencintai pemuda yang takut dosa dan kemudian menahannya. Semoga Allah hindarkan antm dan kita semua dari terulangnya dosa.

Pertama, jika benar ibadah-ibadah yang disebutkan itu dilakukan dengan khusyuk, ikhlas dan memenuhi rukunnya maka hal ini menunjukan bahwa syahwat masih lebih besar daripada buah taqwanya.

Maka, tambah lebih khusyuk lagi, lebih banyak lagi. Untuk mengimbangi gejolak nafsunya, disarankan untuk perbanyak aktifitas ibadah pada jasadnya. Buat kesibukan dalam rangka beribadah kepada Allah.

Berikutnya, ruqyahlah simak audio Ruqyah mandiri. Dan baca surah al baqarah satu hari satu putaran.

Selanjutnya menikahlah, jangan takut dan minder dengan kemiskinan. “Menikahlah maka kamu akan kaya” kata Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam.

Jika kemudian, merasa bahwa kesulitan ini karena dosa maka hanya ada satu jalan akhi; bertaubatlah, kembali kepada Allah dan iringi dengan amal-amal sholeh.

Sampai bertemu di konsultasi berikutnya. Dipersilahkan jika ingin bertanya di komentar, akan dijawab saat kondisi memungkinkan.

Baarokallahufikkum
Nuruddin Al Indunissy

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.