Fitnah & Hikmah Dalam Ruqyah

Ust. Saefudin Al Hamiq, 1 dari tiga raqi yang diisukan fitnah wanita yang dahsyat beberapa hari terakhir ini. Beliau adalah salah alumni pelatihan RehabHati di Rumah Rehab Depok dan Cimahi, beliau juga Event Organizer dan bahkan yang mengundang saya ke Cimahi dan mengadakan RehabHati cimahi beberapa waktu lalu.

 

Beliau kemudian membuat komunitas Ruqyah Syariyah Sendiri karena memang sudah ahli di Ath Thib an Nabawi (praktisi thibbunnabawi atau kedokteran ala nabi) sejak lama. Beliau juga gabung dengan Komunitas Cinta Ruqyah (KCR) dan sering tampil di Khasanah Ruqyah Trans7 yang saat ini ratingnya sedang naik. Beliau berpakaian serba hitam dengan ikat dikepala, khas “dukun jawa” begitu kata orang yang mendengki beliau menafsirkannya.

 

Tentunya, terkenal itu musibah bagi hamba Allah yang faham akan ilmu. Namun, demikian banyak orang mencarinya. Dan barangkali termasuk “kita” didalamnya. Setelah beliau dikenal, tentu saja bukan jemaahnya (fans) saja yang mengenal namun juga musuh. Setelah beliau blusukan hingga event-event professional, di bandung hingga ke hongkong. Tentunya dari hari ke hari banyak tawanan syaitan yang ia bebaskan atau segelintir tawanan yang hampir saja ia bebaskan.

 

Akhir kisah, kemarin saat saya turun dari pesawat di Gorontalo, ust. Perdana Akhmad menginformasikan/mengajukan 3 nama (raqi) yang kena fitnah wanita dan kemudian kami di RehabHati (groups khusus WhatssApp trainers) membahasnya secara internal. Agar tidak menghasilkan fitnah lain, meskipun ini tetap saja berstatus ghibah. Hal ini harus dilakukan karena terkait ghibah/fitnah salah satu alumni atau praktisi kami juga. Alhamdulillah satu trainer resmi RehabHati yang kena fitnah wanita itu sudah bersih, disumpah atas nama Allah dan beliau menjelaskan kronologis dan sejarah masalalu yang kemudian saya menyimpulkan itu fitnah belaka. Tinggal satu nama, beliau memang alumni rehabhati aktif hanya saja tidak ikut TFT artinya bukan trainer kami (secara resmi/licensed). Dan terakhir adalah satu nama lagi, yaitu inisial AS atau Aef Saefudin (Ust. Saepudin Al Hamiq).

 

Diam-diam, disela kesibukan (mengisi training Nasional RehabHati QuranicHealing di Gorontalo bersama Ust. Perdana Akmad, ust. Abu Azhar, ust. Malik Lakamutu, Ust. Laode Sahara dan asatidz lain di Aula Bupati Gorontalo Sabtu 15-16/Feb/2015 ini ) saya menelusuri kasus ini secara silent. Salah satunya dengan melihat status beliau dan komentar jemaahnya yang pro dan kontra. Alhamdulillah Allah memberikan titik terang…

Fitnah dan Hikmah Ruqyah 1

Beliau (ust. Sauepudin Al Hamiq) seakan menunjukan sikap putus asa atau futur (melemahnya semangat dalam dakwah) dalam status facebooknya yang ia upload di Hongkong dimana saat itu ia berada. Dan tersirat niat berhenti meruqyah? (Lihat gambar 1)

 

Jelas syaitan akan tertawa karena itu yang mereka harapkan. Surat demi surat, ayat demi ayat, huruf demi huruf yang dibacakan raqi itu bagaikan balatentara api yang menyakitkan bagi syaitan!!!

 

Setiap motivasi, semangat dan kata-kata itu bagaikan sihir putih yang menyeruak bak cahaya bagi jiwa yang sedang tenggelam-hanyut dalam kegelapan menuju sebuah kematian dijurang kehinaan yang curam dan gelap!!!

 

Dan bodohnya, ada syaitan bodoh yang juga tertawa dibalik kesedihan ustadz ini. Beliau, jin laknat, yang membuat skenario fitnah untuk ustadz ini juga ikut tertawa di kolom komentar status facebook beliau. Ini sungguh kebodohan jin itu, hingga semuanya terbongkar. Jelas terlihat bahwa yang membuat fitnah wanita itu ternyata syaitan yang ada dalam diri wanita tersebut!

 

Lihat gambar screenshot dibawah (versi bahasa sunda) dan translaterasinya dalam verse bahasa indonesia.

 

 

Terjemahan Coment 1:

Hahaha… manusia goblog dan jampi-jampi goblog. Tetap saja saya menang!!! Kamu mau berhenti, gak akan baca-baca lagi? Gak mau nyembuhin si indri lagi? Hahaha… taktik saya menang… saya menang!!! Terimakasih yang terhatur untuk teman yang juga menginginkan kehancuran kamu, sekarang kita sama-sama hancur. Kamu hancur itu semua taktik saya. Si Indri masih bisa saya dikendalikan. Sekarang si indri milik saya. Hahaha sekarang kamu manusia goblok gak bakal baca lagi jampi goblok. Yang seperti ini namanya kemenangan besaaaar. Sembah saya kalau kamu mau bahagia. Sembah saya. Teman kamu juga saya ciduk (saya pengaruhi hingga) mitnah kamu? Hahaha.. itu semuanya diatur. Saya dendam kesumat sama kamu. Berani-beraninya mau membebaskan kecintaan sang ratu (jin) segala. Melawan saya saja kamu gak mampu. Cuiihhh. Pasukan saya sudah siap, lihat saja nalam ini. Peranggg!!! Saya bukan jin ecek-ecek. Saya adalah ratu. Kamu manusia koplok. Pergi kamu selamanya. Berhenti kamu baca jampi-jampi. Ngapain atuh lah.. Dukun saja menyembah saya. Kenapa kamu malah membangkang??

 

 

Terjemahan:

Coment 2: Awas kalau kamu kabur, saya akan cari kemana saja kamu lari.

 

Coment 3: Mana teman kamu yang menginginkan kegancuran kamu, mana dia mana? Saya akan berikan harta kepadanya. Mana teman kamu yang percaya tipu muslihat saya mana? Mana? Kemari nak kemarilah. Saya akan beri harta…

 

Coment 4: kamu kan jauh si indri gak bisa kamu tolong. Hahahaha. Saya menang. Si indri milik saya. Kasihsayang ratu sudah kembali…

“Sepertinya di facebook ada account yang menyuruh istighfar namun account ini telah memblokir saya sehingga saya tidak melihatnya namun jin dalam tubuh indri melihatnya karena indri tdk diblokir akun tersebut. Dan jin itu membalas komentarnya”.

 

Coment 5: Siapa kamu menyuruh saya istighfar? Astaghfirullah hahahaha hanya baca gituan mah saya bisa koplok..

 

 

Coment 6: Saya tahu, si goblog saefudin harus dihancurkan seperti ini. Difitnah. Gak ada kerjaan aja atuh manusia itu (korban fitnah syaitan, pent.) memfitnah kamu… bukan saya yang salah… saya hanya mengatur taktik dan bisik-bisik halus dibatinnya… gobloknya manusia itu mau saja menuruti perkataannya, padahal kamu tau bahwa indri itu belum sembuh malah tetap dipercaya. Padahal saya yang bicara (melalui mulutnya) nih saya, saya yang bicara. Saya nih saya, saya Ratu Centring.

 

Coment 7: Hey udin goblok. Kalau kamu mau selamat sembah saya. Sujud sama saya. Jangan belagak berani sembuhin indri.

 

Coment 8: sudah ya, saya mau balik. Saya sudah bahagia. Kamu sekarang berhenti cuap-cuap (memjampi).

 

Coment 9: Hahahahaha… darah dibayar darah. Penghianat dibayar khianat. Ingat tuh panglima naga. Penghianat. Dusta. Sekarang dihianati.

 

Allahuakbar!!!

Hingga selesai membaca komentar diatas, jamaah al fisbukiyyah yang faham dunia ruqyah akan melihat pertolongan Allah yang diberikan kepada ustdz. Saepudin Al Hamiq (ketua ABI/Asosiasi Bekam Indonesia DPD jabar) ini. Dimana syaitan terlewat bahagia dan menunjukan jatidirinya melalui komentar di facebook melalui jari-jari pasien itu sendiri.

 

Hikmah & Fitnah

 

1. Menjadi peruqyah itu seperti bermain dipantai, menyelam menikmati keindahan terumbu karang dan ikan-ikan dipinggirnya. Menyelam di pantai adalah dunia yang lain dibalik kejenuhan kota dan kesibukan kerja para penuhan dunia. Sedangkan menjadi penonton atau komentator raqi adalah sama seperti penikmat pantai yang hanya bermain-main dipinggiran, tidak berani menyelam meski sekedar snorkling.

 

Namun, jika hanya sekedar raqi biasa maka sama saja seperti para penyelam dipinggiran pantai!!!

Ia tidak akan pernah menemukan mutiara hikmah dari ruqyah ini. Sedangkan mutiara itu letaknya dilautan dalam dimana gelombang itu menjadi kasar dan ikan-ikan geram tak segan menerkam!!!

 

Peruqyah cengeng yang masih mengurusi ghibah, kolektor curhat ahwat curhater, pencela para raqi dan tidak mau berkembang atau sibuk mengurusi hatinya yang sakit lantaran iti tidak akan pernah menemukan mutiara itu. Ia hanya melihat bahwa dunia ruqyah itu seperti pantaii. Pakai kacamata kayak di pantai…

 

Jika engkau jujur ingin mendedikasikan diri dalam dunia ar ruqyah as syariiyah ini maka letakan baju mu dan tenggelamkan dirimu dilautan dalam. Jangan hanya main dipantai dan bercengkrama dengan para komentator lalu selfie dengan baywatch dan narsis dikamera. Tenggelamkan dirimu di dasar lautan. Perhatikan setiap mata-mata yang nanar dengan kesedihan dan duka yang dalam. Lihatlah dimatanya ada kematian….

Berkumpulah bersama orang sakit lalu berikan motivasi yang tegap dan menguatkan jiwanya. Giring ia pada ajaran sunnah yang hakiki, agar ia menemukan rabb nya yang hilang!!

 

2. Fitnah adalah sarapan pagi atau cemilan siang bagi para raqi bertauhid. Ia akan dibenci syaitan jin dan syaitan manusia bahkan para raqi itu sendiri. Jadi jika ingin maju maka melajulah..

 

3. Setelah engkau faham dalil yang tegap dari al Quran dan Sunnah mengenai ruqyah maka berjalanlah, bekerjalah, beramallah! Jangan sibukan cari dalil namun sibukan diri untuk mencari senjata. Dan amunisinya adalah ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’la dan RasulNya sholallahu alaiyhi wa sallam

 

4. Jangan libatkan diri antm dalam dunia ghibah atau fitnah. Meskipun itu adalah bala-bala haneut yang memang nikmat untuk disantap dipagi hari di Androidmu yang keren itu. Perbanyaklah amal, jangan perbanyak omong kosong. Karena kita tidak pernah tau amal mana yang Allah terima di Mizan nanti.

 

5. Syaitan itu seperti raksasa di dunia maya namun jika ia ketemu maka ketahuilah ia hanyalah siput yang pemalu.

 

6. Jin itu lucu. Ia mahluk kecil, imut-imut dan perusuh. Jika engkau terkena fitnahnya maka tertawalah agar ia mengecil dan ucapkan terimakasih karena dengan fitnah itu Allah akan tinggikan derajat kita. Dengan ghubah mereka Allah akan sedot pahala ibadah mereka untuk kita sebagi “reward” kesibukan kita dalam beramal kepada Allah hingga tdk lagi sempat memperhatikan nilai dari manusia.

 

7. Jika engkau mencari nilai dari manusia, maka ujungnya adalah kekecewaan. Maka carilah ridho Allah, dan sepanjang harimu adalah pantai yang pasirnya adalah mutiara gili trawangan…

 

8. Jika engkau telah deklarasikan diri untuk jadi raqi maka jangan takut mati, bahkan sebaiknya mati dijalan ini. Karena jelas syaita itu musuh dan Allah telah memerintahkan kita untk mengambilnya sebagai musuh!

 

9. Tidak usah sok jadi da’i jagoan mendakwahi jin. Dakwahi saja manusianya, kuatkan jiwanya dan usir jin nya.

 

10. Jika ada manusia menyakitimu dengan lidah atau jarinya maka ketahuialah semua manusia itu baik dan yang jelek itu syaitannya, maka maafkanlah manusinya diam-diam atau trang-trangan, maafkanlah dalam sesak atau lapang agar syaitannya kecewa. Kelak engkau akan dapatkan mutiara hikmahnya.

 

11. Jangan Putus Asa 🙂

 

12. Hati hati dengan ahwat curhaters, karena bisa jadi syaitan sedang menguasai jarinya.

 

13. Jin pun tahu dunia medsos. Bisa jadi keributan di media sosial itu ulah syaitan (baik jin atau manusia).

 

Terakhir, mutiara hikmah yang membahagiakan itu hanya ada dilautan dalam. Dilautan dalam…

Maka bersiaplah ayuhal mujahid!!

 

Hari ini engkau lihat syaitan dikalangan jin itu telah bersatu padu dengan “manusia-manusia syaitan” dan mereka telah mendeklarasikan diri untuk memerangi ahlusunnnah! Jika engkau merasa ahlussunnah yang mencintai sunnah maka mari rapatkan barisan dan perangi mereka semuanya…

Ikan-ikan dilautan dalam sana sekarang sudah muncul kepinggira pantai disekitarmu, disekitar kita. Mari sambut dengan takbir yang membahana.

 

AHADUN AHAAAD![/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]