Bismillah Asholatu wa Salamu Ala Rosulillah. Kesembuhan adalah bagian dari rezeki ruhani dari Allah, dan rezeki adalah bagian dari rahmat-Nya. Sementara rahmat Allah tidak bisa kita peroleh dengan cuma-cuma, ia hanya akan turun setelah ampunannya turun. Maka mohon ampun-lah kepada Allah, seandainya hingga hari ini hati masih sempit dengan berbagai kesulitan.

Saya sangat yakin, jiwa-jiwa yang masih bertahan hingga hari ini adalah yang terpilih. Semua sudah bosan dan lelah dengan penjajahan mahluk-mahluk terkutuk itu. Hanya saja kita semua tidak akan menang tanpa mengikut jejak manusia terbaik yang pernah mengalahkan Iblis, pinpinan mereka. Manusia itu adalah Muhammad sholallahu alaiyhi wa sallam. Tidak ada cara lain untuk mengikutinya kecuali dengan mengikuti sunnahnya…

Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam, pernah sebulan mengangkat tangan dan berdo’a terus-menerus bersama para sahabat dibarisan shalatnya untuk kehancuran musuh. Dan Allah goyahkan pendirian mereka, Allah hancurleburkan kesatuan mereka. Dan do’a itu diabadikan dengan sebutan “Qunut Nazilah”.

Qunut nazilah dilakukan dalam kondisi tertentu, semisal kita sedang kena musibah yang besar —dan sihir ini termasuk musibah besar— dan tidak dilakukan secara terus menerus. Jika musibah sudah berlalu, atau musuh sudah hancur maka qunut ini dihentikan.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu: “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berdoa Qunut selama sebulan penuh, beliau mendoakan keburukan terhadap Ri’lan dan Dzakwan serta ‘Ushayyah yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya” [HR. Bukhari-Muslim, dengan lafadz Muslim]

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu: “Rasulullah Shallallahu’alaihi  Wasallam terkadang berdoa Qunut (ketika ada musibah) pada shalat Maghrib dan shalat Shubuh” [HR. Bukhari]

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: “Selama sebulan penuh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam setelah membaca سمع اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ pada raka’at terakhir dari shalat Isya beliau membaca doa Qunut:

اللَّهُمَّ أَنْجِ عَيَّاشَ بْنَ أَبِي رَبِيعَةَ اللَّهُمَّ أَنْجِ الْوَلِيدَ بْنَ الْوَلِيدِ اللَّهُمَّ أَنْجِ سَلَمَةَ بْنَ هِشَامٍ اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى مُضَرَ اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا عَلَيْهِمْ سِنِينَ كَسِنِي يُوسُفَ

Ya Allah, tolonglah ‘Ayyash bin Abi Rabi’ah. Ya Allah, tolonglah Walid bin Al Walid. Ya Allah, tolonglah Salamah bin Hisyam. Ya Allah, tolonglah orang-orang lemah dari kaum mu’minin. Ya, Allah sempitkanlah jalan-Mu atas orang-orang yang durhaka. Ya Allah, jadikanlah tahun-tahun yang mereka lewati seperti tahun-tahun yang dilewati Yusuf “ [HR. Bukhari]

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu’anhuma: “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berdoa Qunut dengan selama sebulan dan dilakukan berturut-turut pada shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan shalat Shubuh pada setiap raka’at terakhir setelah membaca سمع اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ beliau mendoakan kehancuran bagi Bani Sulaim, Ri’lin, Dzakwan dan Ushayyah. Kemudian orang-orang dibelakangnya mengamini” . Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dengan sanad jayyid. An Nawawi berkata: “Diriwayatkan Abu Dawud dengan sanad hasan dan shahih” [Al Majmu’, 482/3]. Ibnul Qoyyim berkata: “Hadits ini shahih” [Zaadul Ma’ad, 208/1].

Dari hadits-hadits diatas disimpulkan bahwa nabi pernah qunut, baik untuk mendoakan kehancuran pada suatu kaum atau pribadi…

Dari hadits-hadits lain yang menerangkan tentang qunut ini, diketahui bahwa imam-lah yang melakukan dan ma’mum mengaminkannya.

Adapun qunut nazila yang kita maksudkan bukan untuk mengutuk pasukan musuh secara berjama’ah, namun lebih kepada do’a kutukan kepada pasukan sihir yang selama ini menyerang kita secara ghaib [tidak terlihat].

Mengenai hukum qunut nazila sendirian, para ulama berbeda pendapat dan yang paling rajih dibolehkan. Jika ragu dilakukan saat shalat, yaitu setelah ruku dan i’tidal terakhir maka baca setelah shalat.

Selanjutnya, mengenai teks pun tidak ada dalil yang menetapkannya karena (sebagaimana Nabi lakukan) sesuai kebutuhan. Namun disarankan dalam bahasa arab, karena do’a-do’a dalam shalat harus dalam bahasa arab.

Berikut salahsatu contoh teks qunut nazila untuk memukul mundur musuh-musuh Allah yang tersembunyi tersebut dengan do’a, baik dalam shalat wajib yang lima atau dalam do’a sesudah shalat sunnah dimalam hari [gambar/teks bahasa arab-nya terlampir].

doaqunutnazilah-2

“Ya Allah, sesungguhnya kami letakkan Engkau di batang leher musuh-musuh kami, dan kami berlindung denganMU dari kejahatan mereka. Ya Allah, hancur leburkanlah kumpulan-kumpulan mereka! Kacau-bilaukan persatuan mereka! Cerai-beraikan pakatan mereka! Goncangkan pendirian mereka! Hantarkan ke atas mereka anjing-anjing Kamu! Wahai Rabb Yang Gagah Perkasa, Wahai Rabb Yang Bersifat Murka, Wahai Rabb Yang Maha Menyiksa, Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah. Wahai Rabb yang menurunkan Al-Quran, wahai Rabb yang menggerakkan awanan, wahai Rabb yang menewaskan bala tentera Ahzab, kalahkanlah mereka, menangkanlah kami ke atas mereka…”

Hafalkan do’a ini, dan bacakan dengan mengangkat dua tangan sebagai Do’a Qunut untuk kehancuran balatentara syaitan-syaitan sihir atau syaitan dikalangan bangsa jin yang selama ini mengganggunya.

Lakukan Qunut ini dalam shalat lima waktunya, setelah rukuk dan i’tidal dirakaat terakhir. Jika dalam shalat, maka bacakan hanya dalam bahasa arab dan tidak menambahkan bacaan lain semisal mengiringi dengan artinya atau menambah kalimah pengkhususan untuk syaitan sihir dll. Baca artinya dalam hati dan niatkan untuk menghancurkan balatentara sihir.

Jika ragu untuk melakukannya, karena belum hafal atau takut mengganggu kekhusyukan shalatnya maka lakukan qunut ini dalam do’a setelah selesai shalat dimalam hari [setelah shalat tahajud/qiyamullail]. Lakukan selama minimal 40 hari.

Dari testimonial yang sudah masuk redaksi saya, kehancuran musuh-musuh Allah baik dari kalangan tukang sihir, orang yang minta disihirkan atau syaitan penyihirnya terjadi dalam waktu 9 hari hingga 2 minggu pertama. Bentuk kehancuran yang terjadi beragam, ada yang ditampakan buhul sihir, kematian hewan mediator sihir atau sihir yang kembali kepada pengirimnya.

Adapun tentang berdo’a kepada Allah, agar dikembalikan sihir yang kita derita kepada penyihirnya tidak menyelisihi syairi’at atau halal karena Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam pernah melakukannya ketika pamanya, Hamzah radiyallahu anhu terbunuh [syahid] dalam perang uhud dan turunnya ayat an Nahl 126.

وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ (126)

“Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar”. (16: 126)

Jadi, sebagai pihak yang terdzalimi tukang-tukang sihir yang telah bersekutu dengan jin dikalangan syaitan maka melakukan do’a qunut nazila untuk mengembalikan sihir kepada pengirimnya tidak menyelisihi syari’at. Wallahu’alam bishowab.

Semoga menjadi senjata untuk melumpuhkan musuh-musuh Allah dan menjadi ilmu yang berkah untuk menggapai keridho’an Allah.

Artikel ini adalah klarifikasi dan diharapkan menghapus/me-nashkh artikel sebelumnya tentang qunut nazila dan metode mengembalikan sihir kepada pengirimnya. Semoga Allah mengampuni kesalahan saya dan ummat Islam yang sudah melakukannya.

 

Nuruddin Al Indunissy

Founder RehabHati