aku masih sadar

 

Adalah hal yang mengagumkan jika kita mendapati diri kita sedang hanyut tenggelam terapung diantara lautan gelombang ujian. Setidaknya, segera katakan; ‘Alhamdulillah aku masih sadar’ lalu berdo’alah untuk menentramkan hati bahwa ini adalah ujian dan bukan bagian dari musibah sebagai azab untuk kelalaian kita dari menyembah-Nya.

Ujian akan diberikan kepada hamba yang layak diuji agar ia semakin teruji, bukan kepada murid-murid yang tidak takut atau bahkan tidak percaya pada ujian akhir dimana setiap manusia diuji amalnya. Ujian selalu datang dalam bentuk yang pasti; pasti kita tidak kita duga. Sering ia datang dalam bentuk yang paling kita cintai.

Kita tidak akan diuji dengan harta jika kita sudah meninggalkannya, kita tidak akan diuji dengan penyakit jika kita sudah menutup semua celah kesakitan dijiwa dan raganya, kita tidak akan diuji dengan keluarga jika kita telah menjual semuanya untuk Allah, namun kita akan tetap diuji untuk mengukur kadar kemurnian niat dalam amal-amal kita selamanya..

Jangan bosan dan berhenti. Karena engkau tidak akan bisa lari dari kedatangannya, meski engkau berdiri ditengah keramaian atau sembunyi ditebing kesunyian. Bahkan engkau harus bangga, karena ujian itu hanya diberikan kepada orang-orang layak untuk diuji. Maka perhatikanlah karakter musibahmu; ujian atau azab?

Ingat-ingatlah tentang jalanan panjang yang sudah dilalui, sudah seimbangkah semangat berbekal untuk dunia dan akhiratnya? Jika engkau masih cendrung kepada dunia, maka ingat Allah akan mengujimu dengan sesuatu yang membuat engkau trauma dengan dunia dan engkau akan mendapati bahwa dunia yang engkau upayakan itu sia-sia seluruhnya!

Seluruhnya!

~ Ust Nuruddin Al Indunissy