Menu Close

Putri Dari Khayangan?

Assalamu’alaikum ustadz.

Nama Saya Iky, Ikhwan min gorontalo. ana mau tanya ustad tentang kejadian yang ana alami kemarin saat meruqyah seorang siswi, dimana siswi ini kata teman2nya seperti ada yang menjaganya. maka ana coba cari siswi tersebut kebetulan ana mengabdi di salah satu SMA di gorontalo.

Setelah ketemu siswinya ana coba dialog dengan tentang masalah Tauhid yang tidak lepas dari masalah kesyirikan, namun kata siswi ini dia bukanlah pelaku syirik dan dia hanya berteman dengan mahluk tersebut, akhirnya ana ajak dia untuk membuktikan bahwa yang berteman dengannya itu adalah mahluk yang tidak baik dan beliaupun setuju.

Namun ada sesuatu yang ana rasa ganjil ustad ketika meruqyahnya seolah2 dia ga merasakan kepanasan bahkan kata mahluk itu dia merasa adem mendengar bacaan quran. kemudian ana coba dengan membaca 3 qul ana tiupkan ke telapak tangan dan apa yang terjadi, dia malah mengambil sesuatu di tangan saya tepatnya di telapak tangan saya katanya dia menyukainya dan dia bilah warnanya putih bercahaya yang padahal ana membaca ketelapak tangan itu berniat untuk membakar makhluk itu yang katanya dia bukan jin. sampe2 ana sumpah dengan bunyi sumpah seperti ini “Demi Allah Aku bersumpah, Jika aku berkata bohong maka Adzab Allah akan membinasakanku!!” dia pun mengucapkan dengan lantang sumpah itu dan tidak merasa apa2, ana sumpah berulang2 tetap saja dia mengaku bukan jin, yang katanya dia putri dari kahyangan bahkan dia hafal beberapa surat al quran dan lancar membaca ta’awudz dan zikir lainnya dan ana pun menyuruhnya untuk keluar dan diapun keluar namun dia tak mau meninggalkan siswi itu dan siswi itu pun sepertinya senang dengannya.

Yang ana mau tanya ustad ini adalah sosok makhluk apa?? Mohon maaf jika tulisan ana tidak teratur ustadz.

Jawaban:

Alaikumsalam warohmatullah..
Bismillah Asholatu wassalamu ‘ala Rasulillah. Hanya ada dua mahluk dialam ghaib yang dipisahkan qur’an dan sunnah, bangsa malaikat dan jin. Jin, ada yang beriman ada yang ingkar. Yang ingkar ini disebut syaitan, sebutan syaitan ini juga dinisbatkan kepada manusia dan binatang yang ingkar. Jin yang baik atau beragama islam yang lurus, mereka tinggal di bangsa mereka, di tempat mereka dengan kebudayaan dan ritual ibadah mereka mengikuti sunnah dan al Qur’an. Tentu saja, jin yang baik tdk akan tinggal ditubuh manusia karena hal tersebut menyakiti dan mengganngu manusia.

Jin yang baik itu tidak akan menghalangi fisabilillah (jalan menuju Allah) apalagi mengajak kepada kesyirikan. Keberadaan jin dalam tubuh manusia, semisal anak indigo ini disebabkan kesyirikan yang pernah dilakukan orangtua atau leluhurnya (baik itu memiliki ilmu tenaga dalam, kebathinan dan persekutuan lain dengan syaitan) hingga sepeninggal orang-tuanya, jin ini menjerumuskan juga anak cucunya. Jadi tujuannya tidak lain adalah menyesatkannya, menjadikannya tukang ramal bahkan tak jarang mengobati. Bukan menjadi teman…

Ikhwah fiddin rahimakumullah, Allah sudah menjelaskan bahwa syaitan itu musuh dan Allah menyuruh kita untuk memusuhinya!

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala”. [Al Fatir 6]

Lalu bagaimanakah mungkin syaitan yang telah mengikrarkan permusuhannya ini dengan manusia saat ini berteman dengan manusia? Mereka tidak menemani, namun menyesatkan. Mereka menawarkan jasa dengan memberitahu hal-hal ghaib yang semu. Lalu perlahan menyeretnya kedalam jurang kesyirikan..

Kerjasama jin dan manusia itu dilarang sebagaimana firman Allah dalam surah al Jin ayat 6:

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الإنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan”. (QS. Al Jin [72]: 6)

Didalam surah itu juga dibeberkan rahasia jin melalui perkataan jin itu sendiri yang Allah beritahukan kepada Nabi kita sholallahu alaiyhi wa sallam dalam Wahyu tentang mereka yang mendengarkan al Qur’an dan beriman juga taat kepada Allah, juga tentang mereka yang ingkar. Seperti manusia ada yang taat ada yang ingkar.

Nah, sekarang. Mungkinkah jin yang taat kepada Allah taat juga kepada manusia? Tidak, sekali-kali tidak. Jin yang taat kepada Allah tidak akan mau bekerja sama dengan manusia karena dia taat kepada Allah?!

Lalu siapa khayangan ini?
Lalu siapakah alien, virus?

Apa al Qur’an samasekali tidak mengenal mereka dan ada diluar kekuasaan Allah?
Tentu sja tidak, sekali-kali tidak demikian. Allah maha mengetahui apa-apa yang ia ciptakan, karena segala sesuatu itu hadir melalui penciptaan!

Yang mengaku putri dari khayangan itu adalah syaitan semata-mata. Kenapa dia tidak kepanasan? Tidak terbakar atau tidak kena effect bacaan al Qur’an atau seakan tdk tembus do’a kita?

Jawabannya adalah sebuah ayat dalam Al Qur’an, surah al Israa 45:

وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ حِجَابًا مَسْتُورًا

Artinya: “Barangsiapa al Qur’an dibacakan kepada seorang yang belum beriman kepada kehidupan akhirat, maka Allah buatkan dinding penutup yang tdk terlihat” (QS. Surah Al A’raaf [17]: 45)

Allah sumbat telinganya hingga ia seakan tidak mendengar apa-apa. Secara tinjauan logika saja, orang yang belum butuh kepada ruqyah tidak akan bersungguh-sungguh dalam menyimak ayat-ayat ruqyah. Dan keraguan didadanya akan menghalang ayat-ayat yang suci ini masuk ke qalbunya

Jangan meruqyah orang yang tidak membutuhkannya, karena yang akan terjadi adalah fitnah. Sebagaimana firman Allahu aja wa jalla dalam al Qur’an surah Al Isra ayat 82;

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلا خَسَارًا
“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian”.

Bagi orang yang beriman al Qur’an itu rahmat, penyembuh, penyejuk dan berita agung namun bagi orang dzalim al Qur’an ini tidak akan bermanfaat malah akan menambah fitnah dan kerugian. Begitupun kepada mereka yang kagum kepada jin. Dua ayat dalam surah Al Hajj ini patut kita renungkan dalam-dalam…

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَانٍ مَرِيدٍ
“Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap setan yang sangat jahat [3]”

كُتِبَ عَلَيْهِ أَنَّهُ مَنْ تَوَلاهُ فَأَنَّهُ يُضِلُّهُ وَيَهْدِيهِ إِلَى عَذَابِ السَّعِيرِ
“telah ditetapkan bahwa barang siapa yang berkawan dengan syaitan, tentu dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka [4]”.

Syaitan itu tidak menemani, melainkan menyesatkan.
Bukankah ada jin baik? Benar, jin baik tidak akan menjadi syaitan dan tinggal dalam tubuh manusia. Namun jin yang ingkar mereka adalah pendusta besar, sebagaimana dukun-dukun dikalangan manusia, diantara mereka ada yang beragama islam namun menjadi pemuja syaitan.

Lalu bagaimana memerangi dan membuktikannya kepada anak-anak indigo yang sebenarnya mereka ini islam hanya saja disesatkan syaitan?

Saran saya, pertama adalah terangkan kepadanya tentang yang haq dan yang bathil. Tentang hakikat jin dan kesyirikan ketika kita bergantung kepadanya sejelas, jelasnya hingga dia menerima dan paham. Setelah paham, ajaklah ia untuk berserah diri kepada Allah dengan sebuah ikrar sederhana.

Bimbing anak itu mengucapkannya;

Ikrar ke -1.
“Bismillahirrahmaanirrahim, dengan memohon perlindungan, kekuatan dan pertolongan kepadaMu ya Rabb.. tunjukanlah yang haq itu haq dan yang bathil itu bathil. Saya adalah hambamu dan bukan hamba syaitan, seandainya dalam jasad ini ada syaitan yang menggangguku, menipuku, membuat makkar, menghalangi ketaatanku kepadamu maka keluarkanlah ya rabb!”

Ikrar ke-2
Ya Rabb yang maha meyaksikan, saksikanlah!
Saya mewakili keluarga saya, leluhur dan keturunan saya mulai saat ini dan seterusnya mengingkari persekutuan, perserikatan, perjanjian dan ikatan-ikatan antara kami dan bangsa jin!

Ikrar ke-3
Ya Rabb yang maha mengambil sumpah, ambillah sumpah kami!
Mulai saat ini, kami nyatakan dengan tegas bahwasannya iblis laknatullah alaiyh beserta seluruh balatentaranya, syaitan, dikalangan jin dan manusia adalah musuh kami! musuh kami! musuh kami!”

lalu perhatikan rekasinya, jika sampai saat ikrar ini ada reaksi semacam, getaran, tangisan, muntahan, teriakan dll. Jangan panik, ucapkan hamdalah karena Allah telah tunjukan kepada kita bahwa benarlah al Qur’an itu adalah furqan.

Lalu bacakan al Qur’an dengan khusyuk dan konsisten (jangan banyak jeda) sekitar 30-45 menit dengan khusyuk dan lihat matanya. Niatkan dalam qolbu untuk menghancurkannya, mohonkan kepada Allah untuk menunjukan kebenaran. Mana yang haq mana yang bathil..

Selain ayat ruqyah yang biasa, tambahkan surah al Jin 1-9 atau keseluruhan ayat. Juga surah al Mulk 1-11 juga surah al a’raaf 44-51 dan surah Fushilat 19-36. InsyaAllah syaitan itu menyerah!

Kalau masih munafiq, bacakan surah al kafiruun 1 kali tiupkan pada garam, mohonkan kepada Allah agar menjadi racun buat jin munafik itu dan minumkanlah ke anak indigo itu. Baca juga al ikhlas 10kali akhiri dengan al falaq dan an nass.

Jika hari itu Allah belum menunjukan “ilham”-Nya, maka ulangi besok. Terus ulang hingga 3-7kali, biasanya dihari ke 3 kita sudah lihat reaksinya. Ingat, reaksinya tdk hanya muntah saja; bisa shalatnya semakin tenang, jiwanya menenang, semangat maksiat menurun, gatal-gatal, buang angin, keluar darah, demam-flu-batuk, lemas, sendawa, pusing, pingsan, emosi menurun, dll. Pelajarilah anak itu hingga ia kembali kepada Islam dan kagum kepadanya, bukan kagum kepada syaitan.

Jika hal-hal diatas belum mempan, maka kumpulkanlah ayah dan ibunya lalu ajak irar bersama setelah memahamkan hakikat ruqyah syariyyah kepada mereka.

Wallahu’alam
Bahasan tentang Indigo insyaAllah dikupas tuntas di Wesal TV kamis depan seperti biasa, ana sedang di Kendari. Klo antm ada waktu mampirlah

6 thoughts on “Putri Dari Khayangan?

  1. pakma

    Assalamualaikum…..saya ada terbaca comment yang berkaitan dengan putri dari kayangan…saya juga mengalami perkara yang sama…jika saya dikawal oleh benda tersebut..jari jemari saya akan terus menari, terutamanya tangan kiri…saya hairan…suami selalu membacakan ayat2 ruqyah kepada saya jika dia perasan saya tidak sedarkan diri…saya betul2 hairan dengan keadaan diri saya…boleh dikatakan setiap malam suami akan bacakan ruqyah selepas solat…

  2. gugun gunawan

    Asalamualaikum….ustadz…bagaimana caranya saya untuk mengikuti pelatihan…saya tinggal d bekasi.. Apakah akan di adakan di bekasi ?

  3. nazir ahmad

    Ustaz , saya ingin tanya ,gak mampir spore ta? Banyak wong gendeng butu pèrtolongan. Saya juga butu pertolong . Jiwa dan nafsu saya mcm gak consistent. Bergelombang. Pingin nangis sedih ..terutama sekali dgn anak2. Juga saya dulu banyak dosa sama almarhum ibu saya, kesal saya setelah dia udah pergi. Baru ngerti sabda rasul betapa keutamaan yg harus diberi pada ibu.wasalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.