Menu Close

BENTENG HATI

Jika kita analogikan, benteng adalah sebuah tempat perlindungan dari serangan-serangan musuh. Semakin kuat dan kokoh benteng yang kita bangun maka jelas kita akan lebih aman berada di dalamnya dan sebaliknya apabila benteng itu lemah maka tidak hayal lagi siapa yang ada didalamnya dia akan hancur.

Bayangkanlah jika antum memiliki rumah megah, namun tidak memakai rangka kontruksi beton yang kuat. Maka dapat dipastikan rumah itu akan runtuh saat ada guncangan, dan semua isinya hancur lebur sebagaimanapun mewah isi dan tatanannya.

Begitulah hati seorang manusia, saudaraku!
Subhanallah, hati manusia itu lemah… namun Allah menguatkan dengan perlindungan-Nya yang sempurna jika sang hamba memohon perlindungan.

Hati itu ibarat rumah bagi akal manusia, dan tauhid itu adalah bentengnya, shalat adalah rangka kontruksi betonnya, sabar dan tawakal adalah penghiasnya, silaturahim adalah sistem pengamannya, iman adalah CCTVnya, dzikrullah adalah signal dan saluran energi untuk mengakses tenaga langit, dan Al Qur’an adalah cahaya penerang saat listrik dan semua cahaya di rumah itu mati.

Sementara dosa, kemaksiyyatan, uang haram dan bid’ah adalah perusaknya! Kesyirikan adalah nuklir yang akan menghancurkan gerbang benteng-benteng yang susah payah kita bangun.

Disinilah kita paham, ketika shalat kita, amaliah kita, sedekah kita, hafalan al Qur’an kita dan seluruh amaliah baik itu kemudian menjadi sampah yang mengisi rumah yang megah namun rapuh. Seluruh amaliah itu hanyalah hiasan yang mengisi rumah, ia akan berantakan saat benteng itu jebol. Dan maling-maling laknatullah itu mengacak-ngacak seisi rumah.

Lalu benteng apakah yang aman itu?

Allah subhannahu wa ta’ala berfirman dalam sebuah Hadits Qudsy: “An laa ilaha illalloh fahuwa hizbii waman dakholal hizbi aminan abadan…”.

Artinya: Sesungguhnya kalimat ‘Laa Ilaha Illalloh’ adalah benteng-Ku, barangsiapa yang masuk kedalam bentengku maka dia akan aman selamanya!”.

TAUHID ADALAH INTI DARI DIEN INI.
Ia adalah benteng yang akan melindungi seorang muslim setelah ia beriman dan menghambakan dirinya kepada allah seperti tujuan ia diciptakan.

Renungkanlah jika engkau bersandar di dinding yang rapuh, maka suatu saat engkau akan jatuh bersamanya. Maka, sandarkanlah jiwaragamu kepada benteng yang kokoh, pelindung yang kekal dan tidak pernah tidur dan terus menerus menjaga dan mengawasi Hamba-Nya yang yakin. Dialah Yang Maha Gagah Perkasa Allah Azza wa Jalla.

Namun ketahuilah, sebuah hakikat dari pesan indah dari Rasul yang mulia yang telah bersabda: “Ketika kalian keluar rumah bacakan ‘Bismillahi tawakaltu Ilallah, la hawla walaa quwwata illa billah” maka Allah akan menurunkan malaikat untuk melindungimu dan syaitan akan menjauhimu”…

Ketika kita memohon perlindungan kepada Allah maka DIA akan mengutus malaikat untuk menjaga kita. Namun, saat kita berbuat durhaka maka malaikat itu kecewa dan pergi. Lalu syaitanlah yang menemani kita, membenarkan kita dan kemudian menggelincirkan kita.

Kita butuh kepada Allah, meminta perlindungannya tapi juga membangkang kepada-Nya?

Kita mengaku beriman tapi juntai ketika guncangan dan ujian itu menimpa. Kita beriman tapi mengeluh ktika di uji dengan kesulitan dan musibah-musibah?

Jika bukan dengan guncangan itu, lalu dengan apakah lagi kita akan ingat kepada-Nya?

Padahal Rasulullah sholallahualaiyhi wa sallam telah mengisyaratkan dengan sabdanya: “Jika Allah mencintai hamba-Nya maka ia akan ditimpakan musibah agar Dia mendengar rintihannya..” [HR Imam Ath Thabrani]

Sungguh Allah menjerat kita dengan rantai ujian itu karena kesempurnaan kasih sayang-Nya untuk kita. Tidak hanya jangka pendek di dunia ini, namun juga jangka panjang di hari yang Kekal nanti.

Allah Subhannahu Wa Ta’ala berfirman:
“Seorang hamba memiliki suatu derajat di Syurga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya maka Allah menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat itu”. [Hadits Qudsy Riwayat Ath Thabrani]

Karena Kemenangan Besar itu Bernama Akhirat.

[Rehab Hati Qurani, Chapter 2 | Mengakses Cahaya Langit, subChapter Aktivasi Benteng Ghaib]

Segera Terbit dan Meramaikan buku-buku Tauhid di Nusantara. Insya Allah soon..

Salam Tauhid.
Nuruddin Al Indunissy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.