Menu Close

kelakar kering..

tak usahlah bertafakur ditengah malam, jika matamu memang kalah mengantuk.

tak usahlah duduk duduk dipojokan masjid dan menangis mengadu, jika memang dirimu tak mampu. duduklah ditepian tebing terjalnya kehidupan yang hampir saja menjerumuskanmu itu..



ataukah saat ini engkau telah terjatuh dilembahnya?

tak apa, jangan marah. duduklah disana dan fikirkanlah..

tanyakanlah kepada nuranimu..

benarkah dirimu telah bersih dari kotoran dosa?

hingga begitu angkuhnya merasa pantas untuk marah dengan musibah ini?

benarkah diri ini telah siap terbangun di alam mahsyar tanpa hisab karena begitu bersihnya?

ingat kembali tentang pelbagai keharaman keharaman yang pernah atau masih kita lakukan, tentang kewajiban kewajiban yang pernah kita lalaikan…

bukankah setiap dosa itu pasti dibalasi?

sungguh TUHANmu ingin mengurangi bebanmu diakhirat..

betapa kasih sayang Nya yang telah meringankan api neraka dengan cicilan musibah ini..

yakinkanlah musibah ini cicilan dosa, hanya cicilan azab..

sakitnya tidak akan melebihi kematian..

yah, ini cicilan wahai hatiku ..

semua keluh kesah yang membasahi hati itupun dicatatkan sebagai pengurang dosa.

jangan bodoh, jangan ingin mati..

mati bukan akhir penderitaan..

ia hanyalah awal penderitaan abadi jika dirimu tidak siap

lihatlah dirimu saat ini?

bukankah ini dunia?

apa yang kamu khawatirkan tentang dunia?

dunia ini hanya persinggahan,

persinggahan bernama dunia…

yah, sadarilah..

dirimu masih di dunia,..

bersyukurlah disana tidak ada tanah yang menghimpitmu..

atau gelap yang membutakanmu..

ini bukan kuburan..

udara masih gratis disekitarmu..

ini adalah dunia.. dunia..

matahari masih disana meski awan menutupinya

maka diantara gelapnya suasana, disana ada cahaya..

membimbing senyum diwajahmu,..

tersenyumlah meski sakit..

merintihlah..mengadulah kepada Nya

rintihan kita memanggil Nya adalah dzikir..

dzikir adalah mengingat NYA,

mengingat RABB yang sering kita lupakan..

padahal Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada hal yang disesali penghuni syurga kecuali satu jam di dunia yang mereka lewati tanpa mengingat Allah..”

ingatlah sabda Rasulullah saw:”Jika Allah mencintai hamba Nya maka ia akan ditimpakan musibah agar IA mendengar rintihannya.. (dengan mengingat Nya)”

tidak ada kekhawatiran tentang dunia ini saudaraku..

kesabaran itu harus dilatih, dan pelatihan ini tiada akhir..

hamparan dunia ini adalah medannya untuk menguji kesabaran agar kita menjadi benar benar teruji dan menjadi muslim yang berkualitas.

selalu ada kegaduhan diwal cerita tak terduga yang menghampiri kita.

tapi diujung kesabaran itu sesungguhnya ada nikmat..

ditengahnya ada cahaya harapan, rentan waktu penantian…

menanti nanti pertolongan Nya telah dicatat para malaikat sebagai satu ibadahmu disisi Nya ..

inilah hal yang mendekatkan diri kita kepada Nya.

jika tidak dengan guncangan musibah musibah itu,

lalu dengan apa lagi diri ini akan mengingat Nya ?

lihatlah dua merpati yang sedang dibelai cinta..

bukankah mereka juga ingin selalu dekat dan berdekatan?

begitulah para salihin menyikapi musibah saudaraku..

mereka menjadikan musibah demi musibah itu sebuah medan..

sebuah ajang untuk bermesraan dengan Nya dalam rintihan..

mereka terhanyut beralaskan rintihan menuju lautan ridha Nya..

memang sungai kehidupan ini tidaklah lurus…

ia berliku, dan tak terduga..

kadang berbatu, kadang terjun menurun

kadang tenang kadang rusuh bergemuruh..

kadang gemericik kadang mendebarkan

tapi bagi jiwa yang mengetahui bahwa liku liku itu adalah iradah Nya..

mereka tak akan mengeluh..

mereka yakin bahwa semuanya akan berakhir dipantai nan indah…

pelabuhan terakhir yang telah dijanjikan Nya sebagai balasan bagi mereka yang bersabar.

sering memang, terasa begitu melelahkan..

penantian itu memang berat..

hingga Rasulullah saw bersabda,

bahwa penantian seorang muslim menanti nanti kelapangan itu telah dicatat sebagai ibadah..

ibadah yang sempurna disisi Nya..

intiplah rahasianya..

pasti ada hikmahnya..

rasakanlah..

segera setelah musibah itu mereda..

disana bahumu semakin kokoh..

kakimu semakin tegak berdiri..

tapi wajahmu tetap menunduk.

dan hatimu tetap basah..

bertasbih bersama semesta..

lalu pancaran kebahagiaan memancar dari hatimu..

itu adalah hadiah bagi mereka yang lulus.

yang sering berdiam menanti akhir yang indah..

terus bersabar meski sukar…

seperti kelakar..

entahlah. .

ini mungkin nasihat untukku sendiri

yang masih saja tertatih tatih,..

terjatuh dan berdiri, mencoba menambal keropos keropos iman..

bersusah payah mengokohkan dinding keikhlasan yang terus melepuh seiring berkurangnya usia..

maafkan aku ya RABB..

kupastikan semua berjalan dengan rencana Mu

rencana MU yang sempurna..

maha sempurna..

&_”

somewhere in jeddah..

nai✿ܓ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.