Menu Close

Berkasih Sayang Dengan Syaitan

Ketika orang alim mendzalimi orang awam dan ia tidak mampu membalasnya, maka ia mengadu kepada Dzat yang maha tahu. Namun ketika orang alim merasa terdzalimi ia akan balik mendzalimi dengan ilmunya, inilah yang membinasakan. Sebuah front pertempuran terbuka dan syaitan berpesta merayakan kemengan besarnya..

Ikhwatal imaan, hamba-hamba Allah yang dirahmati..
Syaitan itu laksana kegelapan malam yang tak akan pernah sirna di muka bumi ini, ia datang silih berganti laksana ombak yang bersusulan di samudera. Syaitan itu tidak bisa dibunuh, sebagaimana air yang tidak mungkin dipecah belah. Syaitan adalah hakikat dan sifat “ingkar” pada jin dan manusia, ia akan senantiasa bahu membahu menjatuhkan ruh-ruh yang suci itu keneraka.
Adapun sebagian syaitan dari bangsa jin itu mati, kecuali rajanya kejahatan yaitu iblis yang diberi kekal hingga hari kiamat. Atas izin Allah kejahatan syaitan pada salah satu manusia bisa saja sirna dan berganti syaitan lain..

Semisal manusia kena sihir, lalu diteraphy dengan ayat-ayat al Qur’an dan memberlakukan beberapa hukum sunnah kepadanya dan ia sirna atau mati. Lalu berganti dengan syaitan lain, yang lebih halus. Syaitan sihir mati ditandai dengan hilangnya sihir atau kesakitan, dan bergantinya pribadi yang baru atau yang dalam kehidupan manusia disebut dengan fase perubahan. Manusia yang kena ujian atau musibah sihir akan sembuh setelah dilakukan penetrasi sihir ke qalbunya, hingga qalbunya menguat kembali dan berhembus angin perubahan yang kemudian mengubah seluruh struktur jasadnya.

Apakah syaitannya mati dan dikuburkan?
Hanya Allah yang tahu dalam hal ini. Namun, ketika kami menteorikan “menyembelih syaitan” dalam beberapa Praktik ruqyah syar’iyyah yang terus menerus kami trainingkan bukan berarti praktisi kami tukang jagal syaitan yang membabi buta!!

Tentu jin dzalim yang kami “bunuhi” eksistensinya ini telah melalui proses dakwah yang luarbiasa, hingga hanya syaitan-syaitan bebal saja yang tersisa. Kami biasanya melakukan eksekusi di ruqyah massal ke-3, dan tahap ini terjadi di hari ke 2 akhir. Adapun pasien yang datang tanpa melewati proses pelatihan tidak kami layani.

Demi Allah kami akan dengan bahagia membunuhi musuh-musuh Allah itu dimanapun ia berada seandainya kami mampu, karena memerangi musuh itu diperintahkan dalam al Qur’an dan hukumnya wajib.

Berjalanlah ke negeri-negeri tetangga saudaraku, lihatlah muslimin muslimah yang dirampok kebahagiaannya di dunia ini bahkan hampir saja penderitaan itu bersambung keakhirat. Jika anda hanya mengandalkan metode dakwah dan basa-basi, maka lihatlah 2 atau 3 tahun kedepan tentang apa yang engkau lakukan itu dan tentang apa yang kami temukan dalam bentuk delik hikmah dilapangan..

Bersahabatlah, berkasihsayanglah bercumbulah bersama bangsa jin. Maka antum semua bebas dari kejahatan dan fitnah-fitnahnya.

SEKALI PERANG TETAP PERANG!
MEMBUNUH ATAU TERBUNUH!
Jangan berfikir ketika jin bersyahadat lalu teraphy itu sukses, lihatlah lagi dengan jeli 2 atau 3 hari kemudian. Jangan berfikir bahwa jin yang memperkosa muslimah-muslimah dinegeri ini jin baik dan rajin menabung, lihatlah lagi dan temukan dilapangan!

Mereka itu musuh-musuh Allah yang nyata!
Seorang mukmin, dalam qalbunya akan tertanam kebencian terhadap syaitan dan seluruh tipudayanya. Bukan kasih sayang kepada syaitan!

Kebencian kepada kebathilan itu mendorongnya untuk terus mencari cara untuk menyalakan api permusuhan, hingga malam-malam itu menjadi terang. Meskipun malam dan kegelapan akan tetap ada, namun setidaknya…

Namun setidaknya, lilin-lilin kecil yang disebar itu memerangi qalbu mereka yang butuh. Menjadi cahaya menuju rabb-nya. Menjadi harapan dan kebangkitan..memupuk keyakinan yang selama ini melemah di qalbunya akan kekuasaan Allah.

Semoga Allah meridhoi setiap amal baik kita, dan membersihkan qalbu kita dari hasad yang membinasakan.

Salam Bahagia
Dari Pagi di Kota Medan Yang Hangat

1 thought on “Berkasih Sayang Dengan Syaitan

  1. Dadik Junaedi

    Assalamu alaikum Ustadz, ijin share artikelnya ya
    jazakallahu khoir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.