Menu Close

Kajian Ilmiah Ruqyah Syariyyah [Chapter 1]

Kajian Ilmiah Ruqyah SyariyyahMekanisme Ilmiah Sihir

Oleh: Nuruddin Al Indunissy

Berdasarkan sebuah penilitian ilmiah

[Al Qur’an, The Healing Book] yang ditulis oleh dr. Abdul Daem Al Kaheel, Turki [beliau penulis lebih dari 30 buku ilmiah tentang the miracle of Al Qur’an] menyatakan bahwa ada sebuah kekuatan yang tidak diketahui [berupa gelombang frekwensi getaran yang mampu menembus kedalam Sel – Inti Sel – Kromosom – DNA, bahkan hingga keruangan genetis manusia yang merupakan ruangan penyimpanan data (informasi utama) dan merusak atau mengubahnya. Dan mereka mengatakan butuh 20 tahun lagi penelitian untuk mengetahui “kekuatan” ini, namun mereka yakin hal itu adalah suara dan lawan atau sesuatu yang bisa menghancurkannya adalah suara juga.

Ayuhal mukminin!

Mereka tidak akan pernah menemukan kekuatan tersebut begitupun solusinya, ketikapun mereka menemukannya mereka tidak akan kuasa mengatakan kepada dunia karena hal tersebut akan membunuh teori kedokteran mereka yang nyata-nyata tidak mengakui keberadaan pengaruh dari alam ghaib. Kekuatan yang dimaksudkan adalah “kekuatan sihir” atau “magical power” yang ditimbulkan oleh anarkisme syaitan.

Lihat garis merah yang menembus sel – inti sel – kromosom – DNA – Gen – Ruangan Genetis pada gambar, itu adalah gambaran kekuatan sihir yang mampu merasuk dan mengubah sifat dan karakteristik (firtrah manusia). Dalam hal ini tentu atas izin Allah [disebabkan oleh kesalahan manusia yang lalkai dari dzikir dan ketiadaan suara al Qur’an yang menenangkan disana] dan sesungguhnya tidak sihir ini tidak merubah namun membelenggu, karena Allah telah menetapkan bahwasannya tidak ada perubahan pada fitrah (“Tidak ada perubahan pada fitrah Allah…”. QS. Ar Rum: 30).

Mereka menyatakan kami butuh 20 tahun penelitian, dan saya, kami, kita sebagai orang beriman tentu tidak harus 20 tahun lagi. Manusia hanya butuh beriman kepada Allah yang telah berfirman dalam surah Al Israa bahwasannya “Al Qur’an itu adalah obat dan rahmat” [QS. Al Isra 82], tidak ada “suara” yang paling agung dari kalamullah!

Ingat ketika Muadz bin Jabal ra membacakan al Mukminun 114 kepada seorang yang dikuasai syaitan, lalu serta merta syaitan itu lari dan seorang sahabat yang mengetahui hal ini mengadukan kepada Rasulullah saw dan beliau membenarkannya. Bahkan Rasulullah saw berkata, “seandainya ayat itu dibacakan pada sebuah gunung, maka ia akan musnah!!!”

Pantaslah syaikhul Islam Ibnu Taimiah berkata, “Tidak ada satupun penyakit yang akan bertahan ketika dihadapkan pada Al Qur’an”

Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda;

مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

“Allah tidak akan menurunkan penyakit melainkan menurunkan obatnya juga.” [Dikutif dari Shahih Bukhari 5246, dari Abu Hurairah ra]

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Setiap penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, maka akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah ‘azza wajalla.” [Shahih Muslim 4084, dari Jabir ra]

Pertanyaannya adalah sebesar apakah syaitan ini sehingga tidak bisa hancur saat dibacakan al Qur’an? Seberapa kuatkan penyakit-penyakit jaman sekarang hingga tidak lebur dengan ayat-ayat yang dahsyat ini? Apakah nilai al Qur’an sudah berkurang?

Ikhwah fiddin rahimahullah..

Alam semesta ini tercipta dengan suara [Allah berfirman kepadanya, ‘Kun Faya Kun”. Kemudian terjadilah] dan nanti akan dihancurkan pula dengan suara [tiupan malaikat Mingkail]. Tidak berhenti disini, jika kita analisa al Qur’an pun betuknya suara. Ia difirmankan Allah kepada malaikat Jibril [dalam bentuk suara/kalamullah], lalu jibril membacakan kepada Rasulullah saw dalam bentuk suara, lalu Rasulullah saw membacakan kepada sahabat sahabiahnya dalam bentuk suara juga, dan hingga saat ini al Qur’an masih dalam bentuk suara yang terjaga yang dijaga oleh Al Hafidz [Allah yang maha menjaga]. Jadi Al Qur’an ini kalamullah [voice of God] yang agung!

لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ

“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah” [QS Al Hasyr 21]

Lalu kenapa al Qur’an yang dahsyat ini tidak mampu menghancurkan seekor bakteri, penyakit, virus, jin – or whatever lah – yang padahal mereka adalah mahluk juga?

Jawabannya ada pada Al Qur’an juga, mari kita lihat surah Al Isra 45

وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ حِجَابًا مَسْتُورًا

“Dan apabila kamu [Muhammad] membaca Al Qur’an niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tidak terlihat”.

Hijaban mastura, ketika Al Qur’an dibacakan kepada orang-orang yang tidak beriman atau belum beriman kepada kehidupan akhirat secara kaffah, kepada mereka yang belum merasa butuh akhirat, kepada mereka yang belum paham akan kemenangan yang besar, kepada jasad yang ingkar kepada kehidupan akhirat maka Allah akan buatkan dinding yang tidak terlihat.

“Hijaban Mastura” saya gambarkan sebagai 7 garis warna abu diatas yang memblokir atau menghalang suara al Qur’an untuk masuk dan merasuk kedalam sel dan memusnahkan sihir-sihir yang membelenggu jiwa manusia.

Apakah jiwa, dimanakah letak sel ini?

Kembali kepada teks-teks ilmiah barat, mereka mengatakan bahwa didalam jantung [qalbu] manusia itu ada jantung lagi [ada jantung fisik ada jantung spiritual]. Didalam jantung manusia, ada satu unit sel yang tidak berguna untuk sel itu sendiri juga tidak berguna untuk organ jantung namun ia berguna untuk seluruh organ tubuh manusia dan ia memiliki “koneksi khusus” dengan otak.

Sampai Bertemu Di Chapter 2..

Sampai bertemu di Kajian Ilmiah Ruqyah Syariyyah lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.