Menu Close

“Ikhlas Itu Menggerakkan”

Sahabat Rehab Semuanya, Assalamualaikum warohmatullah. Semoga kebahagiaan menyelimuti hati teman-teman di forum mulia ini. Perkenankan saudaramu yg lemah ini mengangkat pena lagi.

Ini adalah tentang kisah, bagaimana meledakan properties dunia dengan matematika Allah. Lebih mirip kepada kepiawaian Ipho Santosa dalam mengolah kata atau Yusuf Mansur yg sering berkisah tentang sedekah. Namun, ini samasekali tidak ada hubungannya.

Batam 1 Juni 2013, siang itu saya mendarat kembali di pulau Batam untuk ke dua kalinya. Alhamdulillah, sebenarnya 6 tahun lalu saya hidup disana (jika dulu datang sebagai mahasiswa pariwisata, menyelesaikan tugas JobTraining di Holiday Inn Batam kalau sekarang jadi salah satu pemateri dalam sebuah event besar: Sinergitas Pelatihan Shalat Khusyuk, Rehab Hati dan Quranic Healing) itu saja bedanya.

Acara yg berfasilitas gratis itu berlangsung dengan megah, selama 2 hari hati peserta di aduk-aduk dengan sesuatu yg baru dijiwa mereka. Tercatat banyak peserta yg menangis meresapkan kata-demi-kata yg meresap kejiwa mereka. Sayang sekali, ditengah-tengah peserta ada 4Sahabat Rehab Hati dari singapura yg tdk bisa mengikuti acara ini sepenuhnya. Semata karena bahasa yg sedikit berbeda, selebihnya mereka bisa mengikuti event memukau RHQH.

Catatan lain yg istimewa adalah hadirnya Kang Abik Alfarisi yg baru muncul dan menjabat tangan saya di hari ke dua. Sayang sekali beliau tdk mengikuti acara inti RHQHnya.

Selepas acara, kami sempat diajak jalan ke Jembatan Barelang yg terkenal di batam. Juga mengunjungi kampung Vietnam dan pusat-pusat perbelanjaan dan wisata lain di batam. Termasuk wisata kuliner, terlihat ust Perdana dan Keluarga, ust Fadhil ZA dan istri sangat menikmatinya.

Disela-sela obrolan ringan melepas lelah di mobil menuju hotel tempat para pemateri singgah, pak Yanto (seorang kontraktor muslim Batam, yg menjadi Event Organizer RHQH Batam) mulai membuka pembicaraan.

“Allah itu dahsyat ya”. Katanya sambil nyetir di jok depan, ibu Reca, istri tercinta beliau melirik mata suaminya yg lurus nanar ke depan. “Luarbiasa” katanya lagi, membuat saya dan ust Perdana tertarik. Ust Fadil tersenyum mulai menangkap arah pembicaraan pak Suryanto.

“Saya baru buka email, dan mendapatkan tender cukup besar. Lapangan futsal, kisaran 6Milyard”. Hati saya bertakbir, entah saya yg awam dengan jumlah uang demikian atau memang ini nyata?

“Kapan email itu dikirim pa?” Tanya saya seperti anak kecil yang penasaran kenapa ayahnya melarangnya minum ice cream di pagi hari. Atau seperti jaksa penyidik dalm sebuah kasus besar.

“Hari jumat pagi waktu jemput antum di bandara”. Jawabnya sambil melirik, menganagguk kebelakang.

“Allahuakbar!” Jawab saya membuat seisi mobil Honda CRV yg baru diambil dari dealer ini keheranan. Saya membenarkan posisi duduk dan menarik nafas, jelas ada sesuatu yang harus saya jelaskan agar semua penumpang mobil itu ikut bertakbir.

“Pa yanto masih ingat, di pagi hari selepas RehabHati dan lalu ust Perdana berdiri memulai pelatihan QuranicHealing?” Tanya saya.

“Saat itu saya lupa memulai acara dengan do’a untuk EO yg menyelenggarakan Event ini dgn Gratis dan Ekclusive. Beruntung ust Perdana yg sehati dg saya itu mengajak peserta mengamini do’anya agar rezeki pa Yanto diberkahi dan ditambah sesuai janji-Nya”. Saya melanjutkan, tidak membiarkan seorang pun memutus pembicaraan.

“Ust Perdana mendo’akan (dan lalu diamini seluruh hati dan bibir peserta) hari sabtu pagi dan Allah mengabulkan do’a itu sehari sebelum do’a itu di ucapkan!”

Pa yanto tersenyum, begitupun ust Perdana dan ust Fadhil. Menunggu saya melanjutkan!

“Sebenarnya ada yg lebih unik dari itu, tadi malam, Demi Allah saya merasa sedikit berdosa telah memesan menu “Sop Buntut” yang mahal dari Room Service karena badan saya lemas setelah meruqyah dan tdk sempat makan malam barng ust Fadil di restoran bawah. Sebenarnya saya bisa pesan nasi goreng yg harganya hanya 38ribu di hotel itu, tapi saya pesan soup kesukaan saya yg harganya 70rbu including service charges. Saya hidup 5tahun di dunia perhotelan, dan sangat tahu harga makanan di hotel yg mahal. Harga itu sebenarnya tidak seberapa jika dibanding Lobster di kota Riyadh yang mencapai 800ribuan per/portion. Ini hanya 100ribu, semoga Allah mengganti uang yg akan dibayar pa Yanto ini. Saya menelpon bu Reca minta izin untuk memesan makan malam dari Room Service yg jelas lebih mahal dari Restoran dibawah. Dan ibu reca berkata ‘Sangat boleh ustad, silahkan’. Akhirnya saya pesan, dan saya sangat menikmatinya. Malam itu ust Syafi’i, MC yg juga exclusive di undang langsung dari batam untuk memandu acara RHQH batam sudah pulang. Jadi saya makan sendirian ditemani udara batam yang hangat dari lantai 4 hotel PIH menghadap langsung ke singapura dihadapan”.

Seisi mobil, masih mendengarkan dan saya melanjutkan.

“Subhanallah! Saya berfikir tentang uang 100ribu ternyata Allah merencanakan 6milyard!”. Lanjut saya.

“Sebenarnya ada peristiwa memukau lain” kata pa yanto, memotong. “Mobil ini harusnya turun dari dealer 2bulan kedepan, tapi entahlah dealer mengantar untuk kami lebih awal” katanya lagi.

“Allah tau, pemateri yg bapa undang adalah 3 orang beserta keluarganya. Jadi, mobil honda jazz putih bapa tidak cukup, makanya Allah menganugerahkan satu mobil lagi”. Lanjut saya sok tahu, sebenarnya ketika saya bicara “pemateri dan keluarganya” tdai hati saya berbisik; “Kecuali saya! Kecuali saya!”.

Ust Perdana sepertinya udah tertidur pulas. Dan ust Fadil ZA mulai mengeluarkan taringnya mengisahlan kisah spektakulernya tentang the miracle of shalat khusyuk, namun kisah itu tdk saya tulis disini karena terlalu panjang.

Namun keajaiban Allah yg turun tidak berhenti disini, besok malam terakhirnya sebelum saya terbang ke Medan untuk mengisi materi RHQH Tebing Tinggi 6&9 juni nya, pak Yanto lagi-lagi mencetuskan harapannya yg terpendam selama berbulan-bulan.

Beliau bertanya tentang masa depan RehabHati yg disinggung Abu Azhar Asykari di RHQH Jakarta beberapa bulan lalu saat beliau menjadi pesertanya. Dan saya menjelaskan ulang; “Memang pendirian RehabHati Foundation atau Yayasan RehabHati itu sudah dekat, namun saya terhalang kendala dana karena baru ada satu donatur yg menitifkan hartanya berupa Cek senilai 5Juta dari Palembang, sementara butuh sekitar 15juta untuk mendirikan sebuah Yayasan lengkap dengan Copyright RehabHati”. Pa yanto menyimak sambil menyantap makan malamnya. Makan malm itu sebenarnya agak telat, karena saat itu sudah hampir jam 1 malam selepas agenda khusus “RehabHati for Family” untuk keluarga besar beliau.

“Bagaimana kalau saya ingin ikut serta menanamkan harta say untuk investasi jangka panjang (akhirat)?. Untuk tahap awal saya transfer 25juta. Jika kurang insyaAllah menyusul”. Katanya mengejutkan saya. Saya hanya bertakbir.

Dan berbisik ke wajah pa yanto, seoalah-olah uang 25 juta itu sudah direkening saya; “Pa yanto tau gak, ketika RHQ di kediri kemarin saya dapat amplop cukup mengejutkan. Bahkan tercatat amplop paling besar meskipun saya segan untuk menyebutkannya disini. Yang jelas, 50% dari keseluruhan amplop yg saya terima dari kediri dan malang itu saya bagikan untuk keluarga di sukabumi. Dan subhanallah, Allah melipatgandakannya malam ini”. Pa yanto tersenyum.

“Saya sangat percaya itu”. Katanya membuat saya kagum menatap wajah jutawan dermawan ini, beliau adalah satu dari 3 muslim sukses berusia 30an yg pernah saya temui. Dan saya belajar darinya.

Besok sorenya, diperjalanan ke bandara HangNadim Batam saya menerima berita mengejutkan lagi. Pa yanto menerima PO sebesar 800jutaan, padahal uang 25juta yg ia niatkan untuk membantu pendirian RehabHati Foundation itu belum d transfer. Namun Rahmat Allah telah turun.

Dan tadi Malam, di Kota Bogor saya menerima Sms dari Batam bahwa uang sudah ditransfer dari 3nomor rekening karena batas maksimal transfer adalah 10juta.

Allahuakbar! Sebenarnya banyak kisah lain yg sedang dan saya yakin akan terus terjadi mengiring visi besar “Satu Hati Satu Visi Menuju Generasi Muda Indonesia 2020” ini. Termasuk, udangan di Merauke 23 Agustus nanti dan undangan untuk mengisi RehabHati Qurani dan shalat khusyuk untuk 2000peserta yg akan dilakukan bertahap di september nanti. Undangan-undangan itu begitu saja datang selepas saya merencanakan RHQ Gratis dan Excusive 7 july mendatang di Jakarta.

Sahabatku di Group Syajarotu Tuba yg Allah muliakan, tahukah antum dari mana kisah ini bermula? Darimana kisah pelatihan RehabHati Quranic Healing ini bermula hingga gratis ini?

Salah satunya adalah 1pelatihan gratis RHQH pertama di kantor RH Bandung yg nenggerakan kang Ami Rzal dulu untuk mengumpulkan teman-teman yg terkesan dan merasakan manfaat RehabHati di group “Syajarotu Tuba” ini selain sahabat-sahabat Rehab di kampung nai atau di group Fb keluarga besar RHQH.

Sahabat Rehab tentu ingat tentang rupiah-rupiah yg terkumpul beberapa bulan lalu yg kemudian dibelikan InFocus yg saat ini ikut keliling nusantara menjadi saksi setiap pelatihan.

Semog setiap rupiah yg sahabat kumpulkan terus bersayap dan hinggap di Arsy dan menggetarkannya, hingga rahmat Allah terus bertaburan memenuhi dada sahabat semua.

Oh iya, saya sedih saat sahabat Rehab menuduh saya berubah dan memutuskan silaturahim. Padahal keikhlasan itu penuh kejujuran, ia menggerakkan dan tidak diam.

Jika inbox fb dari teman-teman tidak dibalasi, tolong pahami kesibukan saya yang memang telah merubah semuanya. Saat ini fb adalah tempat saya beristirahat dari lelah, hanya sesekali saja saya buka. Jadi, jika sangat urgent jangan segan untuk SMS atau temui saya di pelatihan saya.

Salam Bahagia, Salam Tauhid
Nuruddin Al Indunissy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.