Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wassalam bersabda; “Aku dan dunia ibarat orang dalam perjalanan menunggang kendaraan, lalu berteduh di bawah pohon untuk beristirahat dan setelah itu meninggalkannya…”. (HR. Ibnu Majah)

ღبِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيღ
Saya mulai dengan salam dari Syurga,
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Semoga Kesejahtraan, Shalawat serta salam selalu tercurah kepada kekasih Alam ✿ܓMuhammad Rasulullah Shalallahu ‘Alahi wassalam beserta keluarga, sahabat, dan pengikut yang setia dengan Assunahnya hinga akhir Jaman.

Rasulullah saw dianugerahi mutiara kata kata yang indah dan penuh makna.
Kata kata singkatnya menanamkan kesan mendalam, melembutkan hati dan menyeru jiwa jiwa yang tersesat untuk segera kembali memahami bahwa hidup ini adalah kehidupan untuk hidup yang maha hidup.

Dunia ini sesaat saja,
Rasulullah saw mengibaratkan kita di dunia ini bagaikan seorang musafir yang sedang berteduh dibawah pohon dalam perjalanan berhari hari menempuh ribuan kilometer menuju sebuah tujuan.
Seberapa lama kah kita berteduh untuk beristirahat?

Kita semua beristirahat dibawah pohon itu bukan sekedar melepas lelah.
Kita berteduh untuk mengumpulkan energi, mengumpulkan bekal untuk perjalanan selanjutnya yang teramat sangat panjang..

Mari kita renungkan.
Hidup ini adalah pilihan pilihan..
Dipersinggahan ini kita akan mendapati banyak teman yang membenarkan kita.
Hingga kemudian kita menganggap jalan itu benar.
Sementara Allah ta’ala hanya memberikan dua jalan..
Jalan menuju Nya dan jalanan lain..

Jika kita memilih jalan Allah..
Kebahagiaanya pun harus kita cari dijalan itu, dalam Islam ini.
Manusia yang diberi hidayah akan menapaki jalan itu, meski penuh kerikil…
Mereka tetap melangkah dengan hati yang berbahagia..

Islam yang kita pilih ini adalah jalanan menuju Allah,
Dimana seorang Mukmin dan Mukminat akan berbahagia didalamnya, Dunia dan Akhirat.

Tapi banyak dari mereka tidak berbahagia,
Mereka beriman tapi tidak merasakan manisnya iman…

Mereka terjebak dalam sebuah kekhawatiran panjang.

Mereka mengira bahwa Dunia ini adalah tujuan utamanya. Hingga mereka letih mengejar Dunia dengan susah payah. Bahkan tak jarang mengabaikan jalan yang telah Allah ta’ala tunjukan dengan menempuh jalan lain untuk mencapai keinginannya di Dunia.

Mereka memanjakan nafsunya, mengantar semua keinginan didadanya hingga iblislah yang kemudian membimbingnnya.. membisiki hatinya, mencemari nuraninya.. hingga mata hatinya kemudian buta dan tuli. Jalanan itu tidak jelas lagi, jiwanya telah tersesat di Dunia ini.

Mereka mengerjakan yang halal juga yang haram.
Mereka mencampuradukan Islam dengan logikanya, memilih hukum yang sesuai dengan kebutuhannya..
Hingga jalanan yang mereka telusuri semakin membingungkan.

SEPERTI MENAPAKI JALAN YANG BERCABANG CABANG..

Sahabat..
Hukum Hukum yang Allah Subhana Huwwata’la gariskan tidak selayaknya di sambungkan dengan logika, tapi aktifitas pemikiran kita yang harus diselaraskan dengan informasi dari Al Qur’an yang telah diterangkan dengan al Hadits.

Jika kita telah memilih jalan menuju Allah,
Maka tidak ada pilihan kita harus mengikuti arahan arahan dari Rasul Nya dan mematuhi semua Firman dan ketentuan Nya secara keseluruhan berdasarkan tuntunan Nya, bukan berdasarkan logika atau kebutuhan.

Jika kita mencampuradukan keduanya, maka tentu saja kita tidak akan pernah merasakan manisnya Iman.. tidak.. tidak akan pernah..

Kamu tidak bahagia, kamu tidak merasakan manisnya Iman..
Padahal mengatakan “Aku beriman” tapi tidak berbahagia dalam Iman..
Malah mengatakan bosan dengan kata Iman?

Kemarilah saudaraku..
Lepaskanlah sumbat sumbat emosi difikiranmu.
Semoga Allah melembutkan hatimu, dengarkanlah, biarkan logikamu menerimanya..

Kebahagiaan itu ada dihatimu dan bermulai dari sana,
Diruang hatimulah spectrum Iman memancarkan cahayanya, menerangi aktifitas fikiran dan mengarahkan berbagai reaksi kepada tubuhmu. Mau tidak mau, Iman adalah pokok kebahagiaan seorang Muslim dan Muslimah.

_ღ Iman laksana sebuah pohon dihatimu, naungannya memberi kesejukan.
Dari pohonnya tunas tunas harapan akan terus terlahir, jika terus kamu sirami dia akan berbunga kebahagiaan yang harumnya menebari setiap jalanan yang kamu lalui.. seiring keistiqamahan yang terjaga dari bunga itu akan lahir buah ranum nan indah yang bernama Ikhlas

Jika kamu beriman, kamu akan melaksanakan apa yang kamu Imani..
Jika kamu beriman berarti kamu mengingat Nya, seperti kamu mengingat orang yang kamu Cintai.
Jika kamu mencintai Nya, kamu akan melaksanakan apa apa yang telah Allah dan Rasullnya perintahkan dan menghindari semua hal yang membuat Rabbmu cemburu.

Seluruhnya..

_ღIman tidak sekedar percaya, Iman adalah seni memahami sepenuh hati dan segenap keyakinan, bahwasannya segala details yang terjadi disetiap detik detik kedipan mata, disetiap desiran keinginan yang melinatasi langit langit dihati kita, setiap luka, kesedihan, goresan goresan yang menyayat hati kita – semua telah tertulis dalam perencanaan dan ketentuan takdir Allah Azza wajala yang sempurna.

Sempurna saudaraku..
Disanalah kebahagiaan kebahagiaan yang berkualitas terlahir,
Dalam proses menuju tujuan utamamu, Akhirat..
Karena dunia ini bukan tujuan.

Dalam kondisi Iman seperti inilah semua kekhawatiran, kebingunganmu, keluhan, dan semua bentuk kekufuran nikmat dapat teredam. Disana kamu mampu segera mengarahkan setiap kepingan masalah kepada kata kata syukur..

Kenapa saya begitu yakin dengan kata kata saya?
Karena saya bahagia. Saya ungkapkan deretan kata ini dengan bahagia.
Saya sangat berharap harimu berbahagia, karena selayaknya seorang muslim itu berbahagia.
Maka berbahagialah dengan jalan yang telah kamu pilih…

Berbahagialah dengan Islam-mu dan carilah kebahagiaan didalamnya.

Jangan mengeluh..
Dunia ini bukan tujuan, semuanya akan kita tinggalkan.
Jangan mengeluh, karena kita telah mengaku beriman..
Jangan sempatkan waktu yang singkat ini untuk mengeluh, jangan mengeluh di Bumi Allah yang indah ini.

Jika kita memahami, kita tidak akan sempat buat mengeluh atau bersedih atas sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan akhirat kita..

Jangan mengeluh, karena semua orang beriman akan diuji..
Rasulullah saw bersabda; “Perumpamaan orang mukmin itu seperti tanaman yang selalu digoyangkan oleh hembusan angin karena orang mukmin senantiasa ditimpa berbagai cobaan…”. (Kutifan Shahih Muslim No.5024)

Jangan terlarut dalam lembah keluhan,..
Bangunlah hari sudah siang, usia semakin senja..
Sebentar lagi malam..

Jangan mengeluh kepada manusia..
Mengeluhlah kepada Nya, mintalah kepada Nya..
Ketahuilah bahwa Allah mengetahui setiap lintasan dihatimu.

Allah berfirman;
وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلا يَعْلَمُهَا وَلا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأرْضِ وَلا رَطْبٍ وَلا يَابِسٍ إِلا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
“..dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz)”. (QS Al An’aam 59)

Renungkan sekali lagi wahai jiwa jiwa yang berfikir..
Apakah artinya sehelai daun yang telah tua dan menguning jika dibanding dengan hati hati manusia yang mulia? Jikta RABBmu mengetahui setiap dedaunan yang terjatuh, maka apakah sekiranya DIA tidak peduli akan hatimu?

Tidak..
RABBmu tidak pernah merugikanmu..

Allah berfirman;
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ
“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.. (QS At Taghaabun 11)

Jika tidak ada satu musibah’pun yang menimpa kita tanpa seizin Nya,
Jika tidak ada selembar daun pun yang jatuh dan meleset dari pengawasan Nya….
Apakah sempat hatimu berkata dan bertanya lagi atas segala ketentuan Nya yang sedang kamu hadapi ?

Masihkah hatimu bertanya tanya “Kenapa cobaan ini tidak henti henti?”

Yakinkanlah, bahwasannya RABBmu itu Maha Penyayang..
RABBmu bukan tidak sayang sama HambaNya dengan badai Ujian yang tiada henti itu.

Buka mata hatimu,
Pahamilah bahwasannya Allah justru menyayangi kita dengan berbagai musibah itu.
Sesungguhnya RABBmu sangat tahu bahwa Neraka Nya itu sangat pedih… hingga Azab itu didahulukan di Dunia, untuk mengurangi beban dosa dosa mu.

Rasulullah saw bersabda;
“…Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamnya tipis (lemah) dia diuji sesuai dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa”. (HR. Bukhari dari Sa’ad bin Abi Waqqash)

Musibah itu untuk membasuh dosa dosamu..
Karena semua dosa itu akan dibalasi..

Bersiaplah…
Kita hanya singgah..
“Bekal untuk sebuah jarak tempuh yang lebih jauh tentu harus lebih banyak daripada persiapan perjalanan yang dekat”.

Akhirat itu akan panjang…
Teramat panjang wahai jiwa jiwa yang berfikir!
Disanalah keabadian..

Arti kehidupan ini bukan kehidupan itu sendiri, tapi akhir dari kehidupan Dunia ini yang akan berlanjut diakhirat.

Hari ini milikmu, maka berbahagialah..
Jangan berkata belum ada kesempatan, hari ini pun adalah kesempatan.
Bukankah Allah ta’ala telah membangunkanmu tadi pagi?

Itu adalah bagian dari perencanaan Nya yang sempurna.
Maka bangkitlah, melangkahlah..
Jangan diam.

Selamat beraktifitas,
Jangan lupa kita semua saat ini hanya sedang berteduh dibawah pohon.. hanya singgah sebentar untuk mengumpulkan bekal, lalu akan pergi lagi meninggalkan semua.. semuanya.

Disini kita hanya beristirahat, beristirahat sebentar untuk mengumpulkan energi, mempersiapkan bekal untuk perjalanan berikutnya yang teramat panjang dan ujungnya tidak berhujung.

Dunia ini hanyalah persinggahan..
Persinggahan, bernama Dunia.

Salam bahagia,
HAVE A BLESSED DAY!

Nuruddin Al Indunissy
Monday, July 11, 2011 at 3:04am
RIYADH 2011