Pagi itu pesawat pertama dari Jakarta mendarat di Sultan Hasanudin Makassar. Kami bergegas keluar dari bandara dengan harapan menemukan sarapan pagi yang hangat-hangat khas Makasar sekaliber coto Makassar atau kawan-kawannya. Namun rencana itu gagal karena di gerbang kedatangan sudah menunggu 3 ustad yang menjemput, akhirnya kami berlima naik dan mobil itu langsung melesat keluar bandara..

Setelah melahap ikan bolu dan konro sepuasnya, kami melanjutkan perjalanan menelusuri tambak-tambak dan pesisir pantai hingga bebukitan. Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Sidrap dan terus melesat menuju kabupaten luwuk dan Palopo.

Masih lama..
Sedangkan mobil baru sampai di pare-pare.
Dan curhat massal pun dimulai, ustad Hilal yang senior memulai bercerita tentang sihir-sihir bone, bugis, polei-wali mandar hingga sungai pangkeup yang menghebohkan untuk masyarakat sulawesi hingga mancanegara. Katanya sesiapa mandi disitu sembuh dari penyakitnya, seketika.. wah-wah, pinter juga syaitan-syaitan disini merebut akidah mereka.

Obrolan beralih ke prilaku pengobatan setempat, dari mulai sufi-tarekat dan ustad-ustad dukun lokal hingga dukun sakti yang bisa membuat kepala manusia lembek. Intinya, mereka pun menyambut baik pesta “Pelatihan Ruqyah Syariyyah” yang baru pertama kali ini diadakan di Palopo, kabarnya banyak peserta dari luar provinsi datang menempuh ratusan kilometers. Subhannallah..

Tiba-tiba, seorang ustad yang agak muda dibelakang nyeletuk; “Ustad, ada gak ruqyah untuk ketampanan?”

Seketika juga saya jawab; “Ada juga ruqyah untuk kejantanan?! Mau?”

Dan seisi mobil bergelegak, lalu bahasan sihir seputar rumahtangga pun dimulai.

“Saya ini suka ketides tad” kata ustad muda tadi.
Ustad Hilal langsung jawab; “Kalau saya suka menindes. Hahaha..”

“Makanya, antum harus cepat nikah. Karena itulah ciri khas kejantanan seorang Pria. Dia punya pasangan, dan kejantanan itu akan benar-benar terbukti setelah istrinya ngisi dan punya anak. Jadi tidak mandul”. Tukas saya sambil menoleh ke belakang, disampingnya ada kang Ade (praktisi RumahRehab Cirebon) anteung dalam lelap.

“Emang bisa tad, agar janrtan di ruqyah?” kata ustad muda tadi penasaran.

“Bisa, insyaAllah. Hehe, eh.. mengenai ketindes (ketindihan) itu secara biologisnya tubuh kekurangan air. Jadi sebelum tidur, ambil segelas air dan bacakan al fatihah 7 kali. Biasakan meminumnua sebelum tidur, juga biasakan ambil wudhu dan baca ayat kursi sebelum tidur. Itu bagian dari sunnah”. Jawab saya.

“Upami kejantanan kumaha tadz?” ustad Hilal disamping saya yang juga bisa bahasa sunda mulai tertarik juga. “Soalnya menurut saya yang kuat itu wanita, buktinya tidak ada wanita yang mencari obat kuat” katanya dengan logat makasar. “Ada seorang ibu sudah 10 tahun nikah belum pernah merasakan nikmatnya hubungan suami istri, dan akhirnya cerai” kata ustad lagi memberendel saya dengan pertanyaan. “Setiap hubungan dia merasakan kemaluannya seperti diiris-iris” sambung ustad itu.

Saya agak kebingungan mau jawab yang mana dulu. “Yang kejantanan dulu tadz” kata ustad muda dibelakang membuat kami tertawa lagi.

“Baik, pertama untuk kejantanan antum harus nikah dulu. Setelah nikah dan kelelahan baru catat; madu 3 sendok, larutkan dalam air dan minum 1 jam sebelum hubungan” jawab saya.

“Tentang ibu yang cerai lagi, itu murni sihir. Hal ini sering saya temukan bahkan banyak diantara mereka yang pisah ranjang, ada yang 4 tahun, 6 tahun bahkan ada yang sudah menikah selama 7 tahun tapi belum merasakan nikmatnya hubungan, ia merasa hambar padahal suaminya ejakulasi secara sempurna. Dan, ia baru merasakan nikmatnya hubungan saat suaminya membuang semua jimat. Ada juga yang istrinya pisah ranjang dan suaminya selalu konflik dengan adiknya juga vertigo 18 tahun kemudian cincin pusakanya dibuang dan dihancurkan akhirnya vertigonya lenyap dan kembali romantic dengan suaminya sementara jinnya menagis darah saat diruqyah karena rumahnya selama ini hancur!” jawab saya panjang lebar..

Mobil terus melaju arah Kabupaten Wajo, direncanakan tiba ashar sore ini.

Salam Tauhid!