Menu Close

Allah tidak Pelupa

Jangan enggan jika masalah itu tidak juga bosan menyapamu, karena Allah tidak menitipkan hikmah itu dibalik rezeki yang melimpah, namun dibalik masalah-masalah dan kesulitan. Jika kita mau merendah, berhenti sejenak dan memikirkan.

Ketahuilah, disetiap ujian itu ada hikmah. Dibalik ujian itu ada hikmah yang pasti, meski kita kadang baru mengetahuinya dipenghujung lelah.

Disetiap musibah itu ada hikmah, dan Allah yang maha pemurah dan luas rahmatNya telah memberi kita pilihan untuk memilih. Memilih fokus pada hikmah atau pada musibah. Jika fokus kita pada hikmah, maka kita akan mencari, menikmati dan menanti hingga rahasiaNya terkuak. Jika kita fokus pada musibah, maka tidak ada yang kita rasa selain duka dan luka yang tidak kita mengerti.

Ujian dan masalah-masalah itu adalah ramuan pahit yang harus kita telan sebagai jamu pahit yang akan mendewasakan kita, mendidik kepekaan hati kita agar memiliki disiplin iman yang kokoh dan jiwa tauhid yang membaja

Ketahuilah bertauhid itu nikmat..
Kenikmatan dari Allah yang satu ini tidak bsa dirasakan oleh semua qalbu, dan jika kenikmatan ini sudah benar-benar meresap maka ia akan diuji agar lebih berasa nikmatnya. Dan tentu saja, ujian untuk kenikmatan ini tdk selamanya dengan kenikmatan juga. Kadang-kadang dengan kepahitan, kegetiran bahkan duka mendalam.

Begitulah hamba-hamba yang sedang berjalan menujuNya, ia akan disambut langsung oleh Allah berupa ujian dan musibah-musibah agar ia merasakan kehadiranNya.

Allah punya cara-cara unik untuk menguji kesabaran hamba-hambaNnya. Lihatlah, begitu banyak hal yg mengeraskan hati setelah ia lembut. Begitu banyak hal yg mencuri ketenangan dari jiwa kita setelah ia diam. Begitu mudahnya ia berubah..

Lihatlah sang ayah menggoda puterinya, hingga ia menangis dan lari. Kadang sang ayah biarkan, karena ia tau putrinya akan kembali saat rindu menjeratnya. Namun, Dia bukan ayah yang pelupa.

Allah tidak lupa, namun kita yg durhaka!
Tidakkah engkau mendengar malamnya yang anggun bertasbih!

Tidakkah kau dengar metropolis yang menangis?

Tidakkah engkau dengar senja yg merintih bersama dosa-dosa atau sepertiga malam yang menanti sunyi senyap!

Kemanakah gemericik air wudhu yang dulu bersamamu membasuh duka-duka?

Kenapa hati itu begitu kerasnya hingga begitu sulitnya mata itu menangis!

Atau benarkah ruh mu sedang menangis?
Sungguh ia sendirian melihat raga itu terjerembab dalam obsesi yang bertindih-tindih?

Kenapa engkau terus mencaci masa dan takdir, padahal diatas sana masih ada satu senyum memperhatikanmu dengan rahmatNya diselimut malam atau jubah siang yang dihamparkan bersamamu.

Sudahilah..
Tak apalah ujian itu datang berkali-kali, jika setiap tetesnya kemudian membuat kita mendekat. Semakin dalam lukanya semakin dalam sujudnya, semakin syaitan terhinakan..

Jika bukan dengan guncangan itu lalu dengan apakah lagi biasanya si hati yang angkuh itu menunduk brsimpuh dan runtuh. Jika bukan dengan dentaman itu, hal apakah lagi yang akan meruntuhkan kesombongannya, menegur dan menyadarkan kmbali bahwasannya kita ini hanyalah hamba.

Salam Bahagia
Nuruddin Al Indunissy

2 thoughts on “Allah tidak Pelupa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.